<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>uang Archives - inafina.com</title>
	<atom:link href="https://inafina.com/tag/uang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://inafina.com/tag/uang/</link>
	<description>Situs Pinjaman Uang Terbaik</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 May 2023 03:40:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.1</generator>

<image>
	<url>https://inafina.com/wp-content/uploads/2017/04/inafina-1-150x150.png</url>
	<title>uang Archives - inafina.com</title>
	<link>https://inafina.com/tag/uang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dua Tempat Untuk Menggerakkan Uang Anda &#8211; Inafina.com</title>
		<link>https://inafina.com/dua-tempat-untuk-menggerakkan-uang-anda/</link>
					<comments>https://inafina.com/dua-tempat-untuk-menggerakkan-uang-anda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2015 12:46:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[aset yang disewakan]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen investasi]]></category>
		<category><![CDATA[produk keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan dan deposito]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=107</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di artikel “dua tempat untuk menggerakkan uang anda”, kali ini saya akan menjelaskan dua tempat yang disarankan untuk menggerakkan uang Anda, yaitu : Produk Keuangan Aset yang disewakan Mari kita Bahas. Dua Tempat untuk Menggerakkan Uang Anda Produk Keuangan Anda mungkin sudah memasukkan uang Anda ke deposito. Dan mungkin deposito inilah produk keuangan yang paling &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/dua-tempat-untuk-menggerakkan-uang-anda/">Dua Tempat Untuk Menggerakkan Uang Anda &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_108" aria-describedby="caption-attachment-108" style="width: 354px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-108 size-full" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/inafina-gerakkan-uang-anda.png" alt="Dua Tempat Untuk Menggerakkan Uang Anda - inafina.com" width="354" height="354" /></a><figcaption id="caption-attachment-108" class="wp-caption-text">Dua Tempat Untuk Menggerakkan Uang Anda &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p>Di artikel “dua tempat untuk menggerakkan uang anda”, kali ini saya akan menjelaskan dua tempat yang disarankan untuk menggerakkan uang Anda, yaitu :</p>
<ol>
<li>Produk Keuangan</li>
<li>Aset yang disewakan</li>
</ol>
<p>Mari kita Bahas.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Dua Tempat untuk Menggerakkan Uang Anda</strong></span></h2>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-1888 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/jika-kita-punya-uang-lebih-sebaiknya-scaled.jpg" alt="jika kita punya uang lebih sebaiknya" width="2560" height="1707" /></p>
<ol>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Produk Keuangan</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p>Anda mungkin sudah memasukkan uang Anda ke deposito. Dan mungkin deposito inilah produk keuangan yang paling serius pertama yang Anda miliki sekarang selain tabungan.</p>
<p>Tabungan pun mungkin Anda ambil terus uangnya. Jadi, yang benar-benar untuk investasi adalah deposito.</p>
<p style="text-align: center;">(<strong>Baca juga</strong>: <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://inafina.com/gadai-bpkb-motor/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Gadai BPKB Motor 1 Jam Cair</strong></a></span>)</p>
<p>Sekarang, kenapa Anda tidak coba untuk menaruh uang Anda ke tempat lain? Bukan berarti deposito tidak bagus.</p>
<p>Saya malah menyarankan Anda untuk lebih dahulu memiliki deposito sebagai produk investasi yang standar sebelum memiliki produk investasi lain. Cuma, kalau disuruh berhadapan dengan angka inflasi, Anda akan terdiam dan berpikir lagi.</p>
<p>Lalu yang jadi pertanyaan adalah produk apa yang bisa kita pilih selain deposito? Ada empat produk yang mungkin bisa Anda pertimbangkan.</p>
<p>Empat produk ini saya pilih melihat bahwa sebagai seorang pengusaha, Anda pasti banyak mencurahkan waktu ke usaha Anda sehingga produk investasi yang bisa dipilih sebaiknya adalah produk yang hasilnya tidak terlalu tinggi, tapi juga tidak terlalu rendah.</p>
<p>Maklum, sebagai pengusaha, Anda tentu tidak bisa memantau pergerakan investasi Anda secara terus-menerus, beda dengan karyawan yang mungkin memiliki waktu lebih banyak untuk terus melakukan monitoring investasinya.</p>
<p>Berikut adalah empat produk keuangan yang bisa Anda coba :</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Reksadana</strong></span></h4>
<p>Pertama, saya sarankan Anda untuk masuk ke produk reksadana. Reksadana (selanjutnya kita singkat RD) adalah salah satu produk investasi, disini uang yang Anda investasikan dikelola oleh sebuah perusahaan Manajemen Investasi dengan cara memasukannya ke produk-produk investasi yang dianggap bisa memberikan keuntungan.</p>
<p>Ada empat macam reksadana, yaitu :</p>
<ul>
<li>Reksadana pasar uang</li>
<li>Reksadana pendapatan tetap</li>
<li>Reksadana campuran</li>
<li>Reksadana saham</li>
</ul>
<p>Sebagai start awal, Anda bisa memilih reksadana pendapatan tetap. Reksadana ini kebanyakan berinvestasi ke surat utang berupa obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta. Hasil yang didapat biasanya bisa diatas suku bunga deposito.</p>
<p>Berinvestasi ke produk ini sangat penting karena sebagai pemilik bisnis, seperti yang saya bilang, biasanya Anda jarang berani berinvestasi ke produk keuangan.</p>
<p>Mungkin hanya ke deposito. Jadi masuk ke RD pendapatan tetap merupakan langkah awal untuk mencoba investasi di tempat lain yang hasilnya diharapkan lebih tinggi dari deposito.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Unit Link</strong></span></h4>
<p>Sebagai alternatif, Anda juga bisa memilih Unit Link. Unit Link ini sebenarnya mirip dengan Reksadana, hanya saja disini Anda mendapatkan proteksi.</p>
<p>Gambarannya seperti ini. Anda menyetorkan uang sebesar 500 ribu per bulan. Jumlah itu, selama beberapa tahun pertama akan dibagi dua.</p>
<p>Katakan dibagi 50 : 50, yang 50 pertama itu akan disetorkan ke perusahaan asuransi untuk membayari asuransi Anda, sementara yang 50 kedua akan dibayarkan ke perusahaan Manajemen Investasi untuk diinvestasikan, bisa ke produk pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau saham.</p>
<p>Setelah beberapa tahun, mungkin saja uang Anda tidak lagi dibagi 50 : 50, tapi 100 persen untuk diinvestasikan ke Manajer Investasi.</p>
<p>Kalau suatu saat Anda mengalami resiko seperti kematian, Anda akan mendapatkan uang pertanggungan di luar investasi Anda dengan perusahaan Manajemen Investasi.</p>
<p>Unit link bisa dipilih kalau Anda ingin mengombinasikan investasi Anda dengan asuransi jiwa. Yang menerbitkan unit link adalah perusahaan asuransi jiwa, yang bekerjasama dengan perusahaan Manajemen Investasi untuk menginvestasikan uang Anda.</p>
<p>Sama seperti pada reksadana, sebagai langkah awal saya menyarankan Anda untuk memilih unit link pendapatan tetap. Hasilnya, diharapkan bisa lebih tinggi daripada bunga deposito.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Properti</strong></span></h4>
<p>Kalau uang Anda cukup, properti bisa jadi merupakan salah satu alternatif yang bisa Anda pilih. Jangan lupa bahwa hukum dasar properti dimanapun sama.</p>
<p>Ketika Anda membeli properti, harganya di masa depan diharapkan akan naik, karena jumlah penduduk meningkat sementara <em>space</em> untuk tinggal tidak mungkin bertambah.</p>
<p>Berapa hasil yang bisa diharapkan dari properti? Tergantung pada properti macam apa yang Anda pilih.</p>
<p>Ada rumah tinggal, ada apartemen, bahkan mungkin ruko. Akan tetapi, disini yang kita bicarakan tentunya adalah keuntungan yang akan Anda dapatkan ketika Anda menjual properti tersebut kelak, bertahun-tahun setelah Anda membelinya sekarang.</p>
<p>Sampai saat ini, rumah tinggal menjadi favorit utama pemburu investasi di bidang properti. Harga properti juga bervariasi, mulai dari rumah tinggal yang petak, rumah tinggal untuk keluarga muda, sampai rumah tinggal yang cukup besar ukurannya.</p>
<p>Jangan lupa bahwa dari tahun ke tahun banyak pengembang yang semakin tahu bagaimana caranya menarik minat pembeli.</p>
<p>Salah satu diantaranya adalah uang muka yang bisa dicicil, suku bunga ringan untuk tahun pertama, bahkan sering kali ada yang tanpa uang muka sama sekali.</p>
<p>Walaupun memang tidak ada sesuatu yang sifatnya gratisan di dunia ini, karena pasti si pengembang mungkin akan mendapatkan untung dari pos yang lain, tapi paling tidak, ini cukup menguntungkan buat Anda sebagai konsumen asal Anda tahu bagaimana cara memanfaatkannya dan hati-hati dalam memilih tawaran yang diberikan.</p>
<p>Apakah harga properti bisa turun? Tentu saja bisa. Cuma, dari yang selama ini kita lihat, turunnya harga properti sering kali disebabkan oleh hal-hal yang, kalau dalam bahasa inggris disebut <em>silly.</em></p>
<p>Apakah saja itu? Beberapa diantaranya, salah pilih lokasi, tidak bebas banjir, ada hantunya, atau mungkin rawan kena gusur untuk pelebaran jalan, atau bisa saja ketika menjualnya si pemilik properti sedang BU (butuh uang) sehingga terpaksa menjual dengan harga murah.</p>
<p>Tidak ada dari alasan-alasan itu yang berhubungan dengan makin tingginya jumlah penduduk dibandingkan dengan <em>space</em> yang tersedia di negeri ini. Jadi tentu saja, secara jangka panjang, kita harapkan bahwa harga properti yang Anda beli akan naik.</p>
<p>Dan, properti inilah yang bisa menjadi salah satu alternatif Anda dalam mengembangkan uang yang didapatkan dari pembagian laba sebagai seorang pemilik bisnis.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Emas</strong></span></h4>
<p>Disini kita tidak bicara tentang emas perhiasan, tapi tentang emas batangan atau koin. Jangan lupa, tidak seperti uang rupiah yang tidak selalu diterima dimana-mana, emas merupakan alat tukar yang bisa diterima di hampir semua tempat di dunia.</p>
<p>Emas bukan hanya bagus untuk investasi, namun bisa juga untuk proteksi kalau terjadi sejumlah resiko pada keadaan ekonomi kita karena nilai emas pada umumnya naik bila terjadi satu dari tiga kondisi berikut.</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Inflasi</strong></span></li>
</ul>
<p>Dimana-mana, semakin tinggi inflasi, semakin besar juga kecenderungan orang untuk membelanjakan uang tunainya, apalagi untuk dibelikan <em>hard asset</em>, seperti emas atau properti. Sebagai contoh, katakan Anda punya uang sebesar 100 juta, Anda ingin membeli rumah yang kebetulan berharga sama.</p>
<p>Nah, Anda mendengar bahwa bulan kemarin dan bulan ini serta bulan depan diperkirakan akan ada inflasi, harga rumah Anda nanti bisa jadi naik menjadi 105 juta. Apa yang Anda lakukan?</p>
<p>Beli, Anda tahu bahwa ketika harga rumah naik, uang tunai Anda tidak ikut bertambah. Semakin tinggi inflasi, semakin tinggi pula biasanya permintaan orang akan <em>hard asset</em>, termasuk emas.</p>
<p>Harapannya, jika Anda membeli emas sekarang, lalu terjadi inflasi, apalagi inflasi yang tinggi, emas Anda akan ikut naik karena permintaan dalam negeri terhadap emas akan meningkat.</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Kenaikan harga dollar</strong></span></li>
</ul>
<p>Kenapa harga emas bisa naik kalau terjadi kenaikan harga dollar? Jangan lupa, sama seperti dollar yang diterima dimana-mana, emas adalah alat tukar yang juga bisa ditukar dimanapun di seluruh dunia.</p>
<p>Selain karena dipengaruhi oleh permintaan, harga emas juga ditentukan di negara lain yang tidak memiliki mata uang rupiah. Wajar saja ketika harga dollar naik, harga emas juga cenderung naik.</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Perang atau kerusuhan yang berifat nasional</strong></span></li>
</ul>
<p>Ketika terjadi perang atau kerusuhan yang bersifat nasional, bank-bank mungkin tutup. Pemerintahan mungkin lumpuh.</p>
<p>Uang rupiah menjadi sulit didapat. Namun dalam hal ini, karena emas diterima dimanapun di seluruh dunia, harga emas akan meningkat karena emas menjadi alternatif alat tukar yang paling dicari pada saat perang atau kerusuhan karena emas dianggap lebih aman.</p>
<p>Sebagai gambaran, coba ambil uang 1000 rupiah dari dompet Anda. Dengan uang itu Anda bisa membelanjakan barang dan jasa seharga 1000 rupiah, lalu sekarang coba robek uang itu menjadi dua. Apakah setengah robekannya bisa dipakai untuk berbelanja? Jawabannya adalah tidak.</p>
<p>Sekarang anggap saja Anda punya emas batangan. Coba potong emas batangan Anda. Apakah setengan potongannya tetap bisa dipakai untuk alat tukar? Jawabannya bisa. Itulah alasannya kenapa emas menjadi alat tukar alternatif yang paling dicari.</p>
<p>Dari ketiga kondisi diatas, yang paling mungkin selalu terjadi adalah nomor satu, yaitu inflasi. Berarti, bisa dipastikan harga emas secara jangka panjang akan naik terus. Bahkan makin tinggi inflasi, makin tinggi juga harga emas.</p>
<p>Ketikan harga emas sudah itulah Anda bisa menjualnya. Itulah sebabnya saya katakan bahwa emas bisa menjadi produk investasi proteksi, yaitu produk investasi yang akan memproteksi Anda dari sejumlah resiko ekonomi di negeri ini.</p>
<ol start="2">
<li>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Aset yang disewakan</strong></span></h2>
</li>
</ol>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-1889 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/cara-memutar-uang-agar-beranak-scaled.jpg" alt="cara memutar uang agar beranak" width="2560" height="1749" /></p>
<p>Sekarang, anggap saja Anda sudah punya produk keuangan. Anda sudah punya deposito sebagi produk standar. Punya Reksadana pendapatan tetap. Juga punya unit link pendapatan tetap dan sudah berencana membeli properti dengan rajin melihat iklan di situs properti <a href="https://kandeb.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">kandeb.com</a>.</p>
<p>Sekarang, apakah itu cukup?</p>
<p>Untuk membuat uang Anda berkerja untuk Anda, selain produk keuangan, ada hal lain yang juga saya sarankan untuk anda miliki, yaitu aset yang disewakan.</p>
<p>Aset yang dapat Anda sewakan yaitu rumah, mobil, motor sampai <em>gadget</em> Anda bahkan bisa disewakan.</p>
<p>Satu hal lagi, aset yang Anda sewakan untuk keperluan bisnis biasanya bisa memberikan hasil rupiah yang lebih banyak dibandingkan kalau aset itu Anda sewakan untuk konsumsi.</p>
<p>Sebagai contoh, sebuah rumah seharga 200 juta yang disewakan untuk tempat tinggal (konsumsi) mungkin hanya bisa mendapatkan hasil sewa paling banyak sekitar 15 juta setahun.</p>
<p>Ini sama dengan hasil hasil sewa yang cuma sekitar 0,75% setahun. Namun, coba sewakan tempat itu untuk bisnis, pasti Anda tidak akan mau menyewakan dengan harga 15 juta setahun. Mungkin saja 15 juta (tetap saja kecil, hanya 1,25%).</p>
<p>Lebih kecil dari deposito tapi Anda masih mendapat keuntungan dari kenaikan nilai rumah di masa mendatang.</p>
<p>Sebagai saran, jangan hanya memutar uang Anda ke bisnis. Ketika Anda mendapatkan penghasilan berupa pembagian laba dari bisnis Anda.</p>
<p>Anda juga harus memutar uang itu agar tidak lagi berkerja sendirian untuk medapatkan uang. Yang harus dilakukan untuk mendapatkan uang masuk adalah dengan melakukan kerja tim. Jadi ada dua sumber daya yang sama-sama bekerja di keluarga Anda, yaitu di bisnis plus uang Anda.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/dua-tempat-untuk-menggerakkan-uang-anda/">Dua Tempat Untuk Menggerakkan Uang Anda &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/dua-tempat-untuk-menggerakkan-uang-anda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resiko Yang Mungkin Terjadi Pada Kehidupan Anda</title>
		<link>https://inafina.com/resiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/</link>
					<comments>https://inafina.com/resiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2015 10:59:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[pesangon]]></category>
		<category><![CDATA[phk]]></category>
		<category><![CDATA[produk investasi]]></category>
		<category><![CDATA[resiko yang mungkin terjadi]]></category>
		<category><![CDATA[simpanan uang]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=100</guid>

					<description><![CDATA[<p>Resiko Yang Mungkin Terjadi Pada Kehidupan Anda. Bayangkan Anda adalah pria berusia berusia 37 tahun, memiliki istri dan tiga orang anak yang masih dibiayai secara bulanan, baik hidupnya maupun sekolahnya. Di rumah, hanya Anda yang bekerja, sementara istri Anda seorang ibu rumah tangga. Simpanan uang di keluarga kebetulan tidak banyak, hanya sekitar 32 juta. Anda &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/resiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/">Resiko Yang Mungkin Terjadi Pada Kehidupan Anda</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_101" aria-describedby="caption-attachment-101" style="width: 821px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-101 size-full" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/resiko-inafina.jpg" alt="Resiko yang mungkin terjadi pada kehidupan Anda - inafina.com" width="821" height="500" /></a><figcaption id="caption-attachment-101" class="wp-caption-text">Resiko yang mungkin terjadi pada kehidupan Anda &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Resiko Yang Mungkin Terjadi Pada Kehidupan Anda</strong></span>. Bayangkan Anda adalah pria berusia berusia 37 tahun, memiliki istri dan tiga orang anak yang masih dibiayai secara bulanan, baik hidupnya maupun sekolahnya.</p>
<p>Di rumah, hanya Anda yang bekerja, sementara istri Anda seorang ibu rumah tangga.</p>
<p>Simpanan uang di keluarga kebetulan tidak banyak, hanya sekitar 32 juta.</p>
<p>Anda kebetulan juga tidak memiliki produk investasi lain dan memiliki gaji sebesar 4 juta.</p>
<p>Pertanyaan sederhananya adalah “apa yang terjadi kalau Anda meninggal dunia?”</p>
<p>Secara keuangan, sudah jelas, gaji Anda berhenti. Mungkin kantor Anda akan berbaik hati memberikan pesangon, tetapi jumlahnya mungkin sangat sedikit.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>(<span style="color: #000000;">Baca juga:</span></strong> <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://inafina.com/gadai-bpkb-mobil/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Gadai BPKB Mobil Tanpa BI Checking</strong></a></span><strong>)</strong></p>
<p>Anggap saja pesangon yang diterima hanya enam bulan gaji Anda. Sekarang, siapa yang akan membiayai hidup orang-orang yang Anda tinggalkan?</p>
<p>Keluarga Anda mungkin akan memakai uang pesangon plus mencairkan depositonya. Akan tetapi, sampai kapan uang itu bertahan?  Cepat atau lambat pasti akan habis.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Resiko Yang Mungkin Terjadi Pada Kehidupan Anda</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1884 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/jenis-jenis-risiko-dan-contohnya-scaled.jpg" alt="jenis-jenis risiko dan contohnya" width="2560" height="1920" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Disinilah pentingnya melakukan proteksi sehingga kalau terjadi satu resiko, apapun resiko itu, orang yang Anda tinggalkan tidak perlu lagi menderita secara keuangan.</p>
<p>Resiko yang mungkin terjadi pada kehidupan Anda antara lain :</p>
<ol>
<li>Kematian</li>
<li>Kecelakaan</li>
<li>Sakit</li>
<li>Musibah pada rumah</li>
<li>Musibah pada kendaraan</li>
<li>Pemutusan hubungan kerja (PHK)</li>
</ol>
<p>Tiga hal yang bisa Anda lakukan untuk memproteksi akibat resiko :</p>
<ol>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Asuransi</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1881 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/contoh-risiko-dalam-kehidupan-sehari-hari-scaled.jpg" alt="contoh risiko dalam kehidupan sehari hari" width="2560" height="1707" /></p>
<p>Dengan memiliki asuransi, segala resiko dapat diantisipasi, jika ingin menggunakan asuransi sebelumnya tentukan sesuai kebutuhan jangan sekedar ikut-ikutan.</p>
<ol>
<li><strong style="color: #000000;">Dana cadangan</strong></li>
</ol>
<p>Sebagai seorang karyawan, apakah Anda terus-menerus tidak pernah memiliki uang tunai di rekening tabungan Anda?</p>
<p>Bagaimana jika Anda di PHK atau <em>resign</em> karena tidak tahan kondisi di kantor? Dan seberapa besar jumlah dana cadangan yang sebaiknya dimiliki untuk antisipasi jika Anda sudah tidak memiliki pekerjaan?</p>
<p>Anggap saja bila Anda di PHK, Anda akan hidup dari dana cadangan untuk beberapa bulan sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan kembali.</p>
<p>Berapa jumlahnya? Idealnya sekitar 3, 6 hingga 12 bulan pengeluaran keluarga Anda.</p>
<p>Jadi, kalau pengeluaran keluarga Anda saat ini Rp 1 Juta per bulan, berarti Anda harus mempunyai dana cadangan sebesar 3 hingga 12 juta perbulan.</p>
<p>Anggap saja 6 juta. Ini berarti, kalau Anda di PHK hari ini juga dan tidak mendapatkan uang pesangon, Anda masih mempunyai uang untuk membayar pengeluaran keluarga selama 6 bulan kedepan walaupun Anda tidak digaji lagi.</p>
<p>Jadi tunggu apa lagi? Segera kumpulkan dana cadangan sekarang juga. Jangan sampai ketika Anda di PHK dan tidak mendapat <a href="https://accurate.id/ekonomi-keuangan/uang-pesangon/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">uang pesangon</a>, Anda dan keluarga sengsara.</p>
<ol start="3">
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Miliki sumber penghasilan di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terus-menerus</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1883" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/contoh-manajemen-risiko-dalam-kehidupan-sehari-hari-scaled.jpg" alt="contoh manajemen risiko dalam kehidupan sehari-hari" width="2560" height="1707" /></p>
<p>Sekarang saya ingin mengajak Anda untuk jujur kepada diri Anda sendiri. Kapan terakhir kali Anda merasa bahwa bekerja sebagai seorang karyawan bisa membuat Anda kaya?</p>
<p>Seperti yang sudah kita ketahui namun tetap belum membuat kita sadar bahwa menjadi karyawan bukan jaminan bisa membuat kita kaya.</p>
<p>Sebaliknya, membuka usaha sendiri pun belum tentu bisa membuat Anda kaya. Buktinya, banyak usahawan muda yang penghasilannya sangat besar, tapi ketika akhir bulan, sering kali penghasilan itu habis begitu saja.</p>
<p>Anda harus mengelola penghasilan yang masuk, seberapa pun besar atau kecilnya perusahaan itu</p>
<p>Kesimpulannya, kalau Anda bekerja, cobalah tidak hanya untuk alasan materi saja, tapi berkerjalah untuk bisa memiliki taman-teman baru atau mendapatkan keahlian baru.</p>
<p>Prinsipnya, cobalah bekerja tidak hanya demi “uang”. Hidup Anda akan membosankan.</p>
<p>Rintislah sebuah bisnis mulai dari yang kecil terlebih dahulu, jika Anda tidak percaya diri membangun sebuah bisnis, cobalah menjadi agen asuransi atau broker saham, profesi tersebut bisa dilakukan tanpa modal dan tidak mengganggu pekerjaan utama Anda.</p>
<p>Dan jika masih ingin menjalankan bisnis sendiri namun dana tidak mencukupi, manfaatkanlah BPKB dan Sertifikat Anda untuk mendapatkan modal usaha.</p>
<p>Anda bisa ke <a href="https://inafina.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">inafina.com</a> untuk mencari pinjaman uang dengan bunga rendah dan cepat cair.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/resiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/">Resiko Yang Mungkin Terjadi Pada Kehidupan Anda</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/resiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif &#8211; Inafina.com</title>
		<link>https://inafina.com/beli-dan-miliki-sebanyak-mungkin-harta-produktif/</link>
					<comments>https://inafina.com/beli-dan-miliki-sebanyak-mungkin-harta-produktif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2015 10:05:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[barang ciptaan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[harta konsumtif]]></category>
		<category><![CDATA[harta produktif]]></category>
		<category><![CDATA[harta yang disewakan]]></category>
		<category><![CDATA[produk investasi]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=79</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam mengelola gaji Anda sebagai seorang karyawan. Anggap saja Anda memutuskan membaca artikel Beli dan miliki sebanyak mungkin harta produktif ini di rumah. Anda duduk di sofa yang nyaman di depan laptop, menyilangkan kaki Anda di atas kursi sambil membaca. Disamping Anda tersedia segelas minuman yang siap memuaskan dahaga Anda. Sekarang, saya minta Anda berhenti &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/beli-dan-miliki-sebanyak-mungkin-harta-produktif/">Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_80" aria-describedby="caption-attachment-80" style="width: 606px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-80 size-full" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/inafina-aset.jpg" alt="Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif - inafina.com" width="606" height="327" /></a><figcaption id="caption-attachment-80" class="wp-caption-text">Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p>Dalam mengelola gaji Anda sebagai seorang karyawan. Anggap saja Anda memutuskan membaca artikel Beli dan miliki sebanyak mungkin harta produktif ini di rumah.</p>
<p>Anda duduk di sofa yang nyaman di depan laptop, menyilangkan kaki Anda di atas kursi sambil membaca.</p>
<p>Disamping Anda tersedia segelas minuman yang siap memuaskan dahaga Anda. Sekarang, saya minta Anda berhenti sebentar membaca artikel di blog inafina.com ini dan melihat ke sekeliling selama 10 detik.</p>
<p>Sudah?</p>
<p>Jika belum, sekali lagi, taruh sebentar laptop Anda, lalu lihat ke sekeliling Anda. Saya hanya minta waktu 10 detik untuk melakukannya.</p>
<p>Sudah Anda lakukan?</p>
<p>Oke.</p>
<p>Pertanyaan saya sederhana, barang-barang apa saja yang Anda lihat di depan mata Anda selama 10 detik tadi?</p>
<p>Mungkin Anda mulai berpikir, sebuah televisi, komputer, laptop, telepon, handphone, perabot rumah, hiasan dinding, meja makan, dan seterusnya.</p>
<p>Daripada Anda sekedar melihat ke sekeliling selama 10 detik, bagaimana kalau saya minta Anda melakukan satu hal sederhana berikut.</p>
<p>Ambil kertas kosong dan pulpen. Tuliskan barang-barang yang sudah Anda miliki di rumah.</p>
<p>Contoh :</p>
<ul>
<li>Televisi</li>
<li>Laptop</li>
<li>Komputer</li>
<li>Perabot rumah</li>
<li>Hiasan dinding</li>
<li>Meja makan</li>
<li>Dan sebagainya</li>
</ul>
<p>Tulislah sekarang sebanyak mungkin.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://inafina.com/rumus-menjadi-kaya/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Rumus Menjadi Kaya Para Milarder yang Bisa Kamu Tiru</span></a></strong></span></p>
<p>Setelah Anda tulis, maka Anda akan sadar betapa banyaknya harta konsumtif yang Anda miliki. Kebanyakan kita tidak menyadari bahwa setiap bulan lebih banyak membeli barang yang termasuk harta konsumtif.</p>
<p>Bahkan, kalau Anda perhatikan, setiap tanggal muda setelah menerima gaji, orang selalu memenuhi mall atau pusat perbelanjaan hanya untuk menambah barang-barang di rumahnya., entah itu betul-betul diperlukan diperlukan atau tidak.</p>
<p>Ya, mall dan pusat perbelanjaan memang menjadi sentra barang-barang konsumtif, dan sadar atau tidak, kita selalu pergi ke situ tanpa pernah berusaha memiliki harta produktif.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang adalah apakah Anda tidak mempunyai barang konsumtif? Boleh-boleh saja, tapi jangan lupa menumpuk dan menambah koleksi harta produktif, supaya kelak kalau gaji Anda berhenti, Anda bisa tetap mempunyai penghasilan dari harta produktif.</p>
<p>Jangan mengira harta produktif itu sesuatu yang sangat mahal dan hanya bisa dimiliki dengan uang yang sangat banyak.</p>
<p>Jangan lupa, produk tabungan di bank pun tergolong harta produktif kalau Anda memakainya untuk investasi dan tidak pernah diambil, biarpun pada saat ini bunganya kecil.</p>
<h2><span style="color: #000000;">Golongan Harta Produktif</span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1876 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/contoh-barang-produktif-scaled.jpg" alt="contoh barang produktif" width="2560" height="1719" /></p>
<p>Terdapat empat kelompok harta produktif yang bisa memberikan penghasilan untuk Anda, antara lain :</p>
<h3><span style="color: #000000;">1.<strong> Produk investasi</strong></span></h3>
<p>Produk investasi adalah salah satu jenis harta yang bisa memberikan penghasilan kepada Anda, baik penghasilan rutin maupun penghasilan yang hanya sesekali atau bahkan sekali saja. Contoh produk investasi adalah deposito, reksadana, saham, emas, tanah, properti, dll.</p>
<h3>2. <span style="color: #000000;"><strong>Bisnis</strong></span></h3>
<p>Banyak orang yang menyisihkan gaji setiap bulan untuk dijadikan modal bisnis. Tidak semua bisnis memerlukan modal besar.</p>
<p>Beberapa orang malah mengaku tidak membutuhkan modal besar ketika memulai sebuah bisnis. Bisnis yang bergerak di bidang jasa sering kali tidak membutuhkan modal besar, kecuali untuk sejumlah peralatan kantor sederhana yang bisa dibeli dengan menyisihkan sebagian kecil dari gaji Anda selama enam bulan gaji.</p>
<p>Bisnis adalah salah satu harta produktif yang bisa Anda miliki. Banyak orang yang masih takut memulai sebuah bisnis karena takut gagal.</p>
<p>Saran saya, mulai saja. Anda tidak akan pernah tahu bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan kecuali Anda memulainya , <a href="https://www.autogadai.com/anda-butuh-modal-kami-solusinya/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">anda butuh modal kami solusinya</a>.</p>
<h3><span style="color: #000000;">3. <strong>Harta yang disewakan</strong></span></h3>
<p>Sebuah harta yang konsumtif, bila Anda menyewakannya dan bisa mendapatkan uang dari situ, maka bisa disebut harta produktif.</p>
<p>Harta apa saja yang bisa Anda sewakan? Banyak. Sebuah rumah bisa disewakan, mobil dan motor juga bisa disewakan, bahkan, Anda bisa membuat gerobak nasi goreng untuk Anda sewakan secara harian kepada seorang penjual nasi goreng dan masih banyak harta konsumtif lainnya yang masih bisa Anda sewakan seperti komputer untuk rental dan laptop.</p>
<p>Hindari untuk menjual barang atau aset jika Anda sedang membutuhkan uang. Lebih baik Anda menggadaikan aset Anda tersebut di lembaga gadai. Contohnya adalah <a href="https://inafina.com/gadai-bpkb-mobil" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Gadai BPKB Mobil</a>, Motor atau Sertifikat yang dimiliki.</p>
<p>Hal tersebut bisa lebih produktif dibanding harus menjual aset karena barang masih bisa kita gunakan dan uang tetap kita dapatkan.</p>
<h3><span style="color: #000000;">4. <strong>Barang ciptaan</strong></span></h3>
<p>Barang ciptaan adalah salah satu harta produktif yang bisa Anda buat sendiri. Banyak orang bisa membuat sesuatu, memproduksinya secara massal (entah menggunakan modal sendiri atau modal orang lain), menjualnya dan mendapatkan royalti.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/beli-dan-miliki-sebanyak-mungkin-harta-produktif/">Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/beli-dan-miliki-sebanyak-mungkin-harta-produktif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjadi Trader Profesional, Apa saja yang Harus dilakukakan?</title>
		<link>https://inafina.com/menjadi-trader-profesional/</link>
					<comments>https://inafina.com/menjadi-trader-profesional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2015 09:30:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[George soros]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi trader]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku pasar]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<category><![CDATA[trader profesional]]></category>
		<category><![CDATA[trader saham]]></category>
		<category><![CDATA[trading]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=76</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi Trader Profesional. Trader profesional tidak selalu benar. Terkadang mereka juga salah dalam memprediksi dan mengalami kerugian. Namun secara probabilitas, frekuensi kegagalan jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan frekuensi keberhasilan. Setiap trader profesional pada awalnya adalah seorang amatir juga. Mereka pernah melewati proses seperti yang Anda alami saat ini. Trader profesional tahu sakitnya mengalami kerugian &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/menjadi-trader-profesional/">Menjadi Trader Profesional, Apa saja yang Harus dilakukakan?</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_77" aria-describedby="caption-attachment-77" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-77 size-full" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/inafina-trader.jpg" alt="Menjadi Trader Profesional - inafina.com" width="750" height="422" /></a><figcaption id="caption-attachment-77" class="wp-caption-text">Menjadi Trader Profesional &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><strong><span style="color: #000000;">Menjadi Trader Profesional</span>.</strong> Trader profesional tidak selalu benar. Terkadang mereka juga salah dalam memprediksi dan mengalami kerugian. Namun secara probabilitas, frekuensi kegagalan jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan frekuensi keberhasilan.</p>
<p>Setiap trader profesional pada awalnya adalah seorang amatir juga. Mereka pernah melewati proses seperti yang Anda alami saat ini.</p>
<p>Trader profesional tahu sakitnya mengalami kerugian besar, kehabisan uang, dan masa <em>downtrend</em> atau <em>bearish</em> yang mencekam, juga kebahagiaan memperoleh keuntungan luar biasa dan mengalami masa-masa uptrend yang indah.</p>
<p>Ketika 90 persen trader gagal, apa yang sebenarnya yang membuat 10 persen yang lainnya berhasil?</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Cara Menjadi Trader Profesional</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1874 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/cara-jadi-trader-saham-scaled.jpg" alt="cara jadi trader saham" width="1707" height="2560" /></p>
<p>Saya pribadi sebelum mendirikan <a href="https://inafina.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">inafina.com</a> juga adalah seorang trader saham dan pernah merasakan bagaimana darah saya mengalir deras dan berkeringat dingin ketika melihat harga saham meluncur dan kerugian semakin membengkak.</p>
<p>Saya juga pernah merasakan kegembiraan luar biasa ketika transaksi berjalan mulus dan terjebak euforia sehingga akhirnya mengalami kerugian yang cukup dalam.</p>
<p>Apa yang saya lakukan kemudian? Dalam artikel menjadi trader profesional ini kita akan mempelajari beberapa hal yang dilakukan oleh trader profesional untuk menuju kesuksesan.</p>
<p>Dalam aktivitas trading sehari-hari, saya menjumpai banyak sekali analis, pelaku pasar, dan pengamat, baik melalui <a href="https://www.facebook.com/inafinacom/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">facebook</a>, <a href="https://twitter.com/inafinacom" target="_blank" rel="noopener noreferrer">twitter</a>, linkedin, koran, maupun media yang lain.</p>
<p>Setiap pengamat dan pelaku pasar memiliki pandangan dan pendapat masing-masing tentang pergerakan harga pasar atau suatu saham tertentu.</p>
<p>Ketika seorang pengamat melontarkan pendapat atau analisisnya tentang saham tertentu, biasanya setelah itu muncul berbagai respon dari para pelaku pasar dan analis lain.</p>
<p>Ada beberapa rekan yang sangat optimis, ada pula rekan yang sangat pesimis, ada yang mendukung, ada pula yang terang-terangan mengkritik pandangan pengamat tersebut.</p>
<p>Saya pribadi sering menerima masukan dari beberapa rekan trader, analis, pelaku pasar, pengamat, maupun yang lain.</p>
<p>Terkadang mereka memberi pandangan yang berbeda dengan pandangan saya. Ada yang berupa saran yang membangun, ada pula yang berupa kritik yang kurang enak untuk diterima.</p>
<p>Namun bagaimanapun juga, enak atau tidak enak, senang atau tidak senang, semua masukan tersebut merupakan sebuah alarm atau peringatan bagi diri saya, supaya tetap waspada dan dapat terus mengevaluasi kinerja trading saya.</p>
<p>Bahkan tidak jarang, saya mendapat ilmu baru atau nilai tambah dari semua masukan dan evaluasi tersebut. Pada akhirnya, saya juga yang diuntungkan karena bersikap terbuka dan mau mengevaluasi diri.</p>
<p>Namun, sering kali bukan hal seperti itu yang kita lakukan. Terkadang ego kita muncul, sehingga kita menolak menerima masukan dan bahkan tidak mau mengevaluasi kesalahan.</p>
<p>Jika Anda ingin menjadi trader yang berhasil, Anda harus mengembangkan diri Anda, dengan mengevaluasi diri.</p>
<p>Jangan sampai Anda terlambat dan terus membuang uang dalam trading. Jangan pernah terpatok dalam sebuah opini tertentu, bersikaplah fleksibel. Setiap trader sukses menyadari bahwa ia bisa salah sebagaimana halnya ia bisa benar.</p>
<p>Kemampuan belajar, berkembang, dan menjadi seorang pakar dimulai dari kerendahan hati kita dalam mengevaluasi kesalahan dan menerima masukan.</p>
<p>Bila kita tidak berani menghadapi kesalahan yang telah kita lakukan. Kita akan dengan mudah mengulanginya sehingga kesalahan itu akhirnya menjadi sebuah kebiasaan yang mengakar.</p>
<p>Tentunya kita tidak ingin hal itu terjadi. Sebagaimana kebiasaan buruk, kebiasaan baik pun dapat menjadi sangat kuat. Namun untuk mewujudkannya membutuhkan waktu dan usaha untuk mengembangkannya.</p>
<p>George soros berpendapat bahwa entah Anda benar atau salah, itu tidak begitu penting. Hal yang lebih penting untuk dipikirkan adalah hasilnya yaitu keuntungan ketika Anda benar dan kerugian ketika Anda salah.</p>
<p>Tidak penting memperdebatkan analisis mana yang benar, yang lebih penting adalah bagaimana kita mengevaluasi analisis kita pribadi dan membuat analisis atau keputusan yang kita ambil menjadi menguntungkan.</p>
<p>Daripada menggunakan kata “kesalahan”, akan lebih tepat jika kita menggunakan kata “bertanggung jawab”. Berani bertanggung jawab terhadap semua tindakan kita adalah langkah pertama untuk mengembangkan diri.</p>
<p>Harus kita sadari bahwa hasil yang akan muncul nanti merupakan akibat dari keputusan yang kita ambil, dan bukan tanggung jawab orang lain.</p>
<p>Menyalahkan orang lain atau <em>market</em> akan memperlambat proses belajar Anda. Bila Anda mengalami kerugian, itu adalah kesalahan Anda.</p>
<p>Demikian pula ketika Anda memperoleh keuntungan, itu juga merupakan “kesalahan” Anda. Hal itu berarti bahwa, baik ketika Anda rugi maupun untung. Semuanya merupakan tanggung jawab Anda.</p>
<p>Anda akan berkembang dengan cepat ketika mau menerima bahwa Anda adalah satu-satunya orang yang bertanggung jawab terhadap hasil yang Anda terima dan harus berani menghadapi situasi yang ada.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/menjadi-trader-profesional/">Menjadi Trader Profesional, Apa saja yang Harus dilakukakan?</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/menjadi-trader-profesional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Trading vs Investasi, Lebih Pilih yang Mana? &#8211; Inafina.com</title>
		<link>https://inafina.com/trading-vs-investasi/</link>
					<comments>https://inafina.com/trading-vs-investasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2015 08:55:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[ellen may]]></category>
		<category><![CDATA[forex]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<category><![CDATA[trader]]></category>
		<category><![CDATA[trading]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[Warren Buffet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=65</guid>

					<description><![CDATA[<p>Trading vs Investasi. Trading adalah kegiatan beli di harga rendah dan jual di harga yang lebih tinggi dalam rentang waktu yang relatif singkat untuk memperoleh keuntungan dengan cepat. Yang diperjualbelikan bisa berupa saham, mata uang asing atau forex, komoditas, dan sebagainya. Rentang waktu trading berkisar dari hitungan menit, jam, hari, hingga beberapa minggu. Tujuan Investasi &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/trading-vs-investasi/">Trading vs Investasi, Lebih Pilih yang Mana? &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_66" aria-describedby="caption-attachment-66" style="width: 678px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-66 size-full" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/trading-vs-investasi.jpg" alt="trading vs investasi - inafina.com" width="678" height="276" /></a><figcaption id="caption-attachment-66" class="wp-caption-text">trading vs investasi &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><strong>Trading vs Investasi.</strong> Trading adalah kegiatan beli di harga rendah dan jual di harga yang lebih tinggi dalam rentang waktu yang relatif singkat untuk memperoleh keuntungan dengan cepat.</p>
<p>Yang diperjualbelikan bisa berupa saham, mata uang asing atau forex, komoditas, dan sebagainya. Rentang waktu trading berkisar dari hitungan menit, jam, hari, hingga beberapa minggu.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Tujuan Investasi dan Trading</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1871 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/investasi-trading-adalah-scaled.jpg" alt="investasi trading adalah" width="2560" height="1854" /></p>
<p>Tujuan dari trading adalah mengumpulkan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual. Umumnya trader memanfaatkan tren dan perubahan momentum pada saham-saham yang harganya sangat berfluktuasi untuk menghasilkan keuntungan.</p>
<p>Investasi adalah penempatan sejumlah uang atau modal dalam sebuah <em>instrument</em> (misalnya : saham, emas, obligasi, deposito, reksadana) dengan harapan uang tersebut akan bertambah.</p>
<p>Investor juga membeli saham di harga yang rendah dan menjual di harga yang lebih tinggi. Perbedaan investasi dengan trading terletak dalam rentang waktu beli dan jual.</p>
<p>Jika trading dilakukan dalam rentang waktu yang cukup pendek, investasi dilakukhalan dalam jangka waktu yang cukup lama, yaitu dalam hitungan bulan hingga beberapa tahun.</p>
<p>Seorang investor lebih menekankan pada pertumbuhan laba dan <i>value</i> perusahaan serta deviden dalam jangka panjang. Investor tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga saham. Investor mencari keuntungan sangat besar dalam jangka waktu panjang.</p>
<p>Investasi memiliki kelebihan yaitu kekuatan pelipatgandaan keuntungan. Sedangkan dalam trading kita bisa memetik keuntungan dalam waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan investasi yang butuh waktu bertahun-tahun.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Mana yang Lebih Menguntungkan? </span></strong></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1872 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/perbedaan-trading-dan-investasi-saham-scaled.jpg" alt="perbedaan trading dan investasi saham" width="2560" height="1708" /></p>
<p>Mana yang lebih menguntungkan, trading atau investasi? Keduanya akan sama menguntungkan jika dilakukan dengan cara yang tepat, serta ilmu dan disiplin yang benar, seperti kapan harus membuka dan menutup suatu posisi, <em>money management</em>, dan <em>risk management</em> yang ketat.</p>
<p>Perbedaan rentang waktu yang sangat besar antara trading dan investasi membuat strategi yang dilakukan dalam trading dan investasi sangat berbeda. Strategi yang dipergunakan dalam trading tidak dapat dicampuradukkan dengan investasi. Pentingnya Anda melakukan <a href="https://www.danafina.com/diversifikasi-investasi/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">diversifikasi investasi</a>.</p>
<p>Oleh karena itu, sejak awal tentukan terlebih dahulu apakah Anda ingin menempatkan diri sebagai seorang trader atau investor, supaya Anda tidak salah kaprah dalam mengambil suatu keputusan.</p>
<p>Artikel ini dibuat untuk membantu trader dalam memperbaiki kualitas transaksi serta memperbaiki emosinya.</p>
<p>Oleh karena itu, sebagian besar pokok bahasan di artikel blog inafina.com selanjutnya akan dapat diaplikasikan oleh seorang trader dan beberapa hal yang juga dapat membantu investor untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai peran mereka dalam pasar.</p>
<p>Curtis M Faith dalam bukunya <em>The Way of The Turtle</em> membuat sebuah pengertian yang unik mengenai investasi. Faith mengatakan bahwa seorang inevstor biasanya membeli “benda nyata”, seperti perusahaan, emas, perak dan sebagainya.</p>
<p>Warren Buffet yang membeli perusahaan, bukan saham, dalam jangka waktu lama melipatgandakan keuntungan.</p>
<p>Buffet tidak memedulikan harga saham yang menunjukkan nilai perusahaan, namun ia memperhatikan tentang perusahaan itu sendiri, seperti manajemen, produk, dan kondisi pasar.</p>
<p>Trader tidak membeli benda nyata. Trader tidak membeli emas, perak, perusahaan secara fisik. Trader membeli saham, kontrak futures atau komoditas dan options.</p>
<p>Trader peduli pada pergerakan harga sesaat dan memanfaatkannya untuk beli dan jual.</p>
<p><em>(sumber : ellen may – smart trader not gamblers)</em></p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/trading-vs-investasi/">Trading vs Investasi, Lebih Pilih yang Mana? &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/trading-vs-investasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
