<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lingkungan kerja Archives - inafina.com</title>
	<atom:link href="https://inafina.com/tag/lingkungan-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://inafina.com/tag/lingkungan-kerja/</link>
	<description>Situs Pinjaman Uang Terbaik</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2022 05:42:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.1</generator>

<image>
	<url>https://inafina.com/wp-content/uploads/2017/04/inafina-1-150x150.png</url>
	<title>lingkungan kerja Archives - inafina.com</title>
	<link>https://inafina.com/tag/lingkungan-kerja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips Mengajukan Resign yang Elegan dan Profesional</title>
		<link>https://inafina.com/tips-mengajukan-resign/</link>
					<comments>https://inafina.com/tips-mengajukan-resign/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2022 05:42:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas pekerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://inafina.com/?p=2408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tips Mengajukan Resign. Dalam dunia karir tentu Anda mempunyai tujuan dan impian salah satunya yaitu naik jabatan dalam beberapa tahun ke depan sehingga tidak stuck di pekerjaan yang itu-itu saja. Siapa juga sih yang tidak ingin naik jabatan, selain tanggung jawab yang di emban lebih besar setidaknya gaji dan tunjangan pun ikut naik. Iyakan? Sedihnya, &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/tips-mengajukan-resign/">Tips Mengajukan Resign yang Elegan dan Profesional</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2409 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/12/Tips-Mengajukan-Resign.png" alt="Tips Mengajukan Resign" width="600" height="400" /></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Tips Mengajukan<em> Resign</em></span>. </strong>Dalam dunia karir tentu Anda mempunyai tujuan dan impian salah satunya yaitu naik jabatan dalam beberapa tahun ke depan sehingga tidak <em>stuck</em> di pekerjaan yang itu-itu saja.</p>
<p>Siapa juga sih yang tidak ingin naik jabatan, selain tanggung jawab yang di emban lebih besar setidaknya gaji dan tunjangan pun ikut naik. Iyakan?</p>
<p>Sedihnya, kenyataan tidak selalu sama dengan ekspetasi, bukannya naik ke jenjang karir yang lebih baik justru malah berada di titik yang sama. Alhasil? Keinginan <em>resign</em> pun muncul.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : <a href="https://inafina.com/cara-negosiasi-gaji/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Cara Negosiasi Gaji Supaya Kamu Langsung Diterima Kerja</span></a></span></strong></p>
<p>Pertanyaanya sekarang apakah Anda sudah ada niatan untuk mengajukan <em>resign</em> tetapi sampai detik ini belum juga terealisasikan? Kira-kira apa yang membuat Anda ragu?</p>
<p>Untuk Anda yang bingung mencari alasan <em>resign</em> hingga mau tahu bagaimana cara mengajukan <em>resign </em>agar terlihat profesional. Yuk temukan jawabannya disini!</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Apa itu <em>Resign</em>?</strong></span></h2>
<p><em>Resign </em>adalah tindakan pengunduran diri yang dilakukan oleh tenaga kerja atau karyawan dari tempat ia bekerja saat itu secara sukarela.</p>
<p>Itu berarti ketika Anda memutuskan untuk <em>resign </em>maka seluruh tanggung jawab yang ada kaitannya dengan pekerjaan Anda saat itu harus di lepaskan.</p>
<p>Tidak hanya sampai di situ saja, tunjangan yang diberikan oleh perusahaan seperti asuransi kesehatan akan hilang.</p>
<p>Dalam KBBI yang dimaksud dengan <em>resign</em> yaitu mengundurkan diri, menyerah atau berhenti.</p>
<p>Jika dirasa karyawan sudah tidak merasa nyaman dalam bekerja kata <em>resign</em> kerap kali dilontarkan.</p>
<p>Tindakan tersebut sangat lumrah di dunia kerja, apalagi kalau tindakan ternyata banyak faktor yang melatarbelakanginya.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Alasan yang Tepat untuk </span><em><span style="color: #000000;">Resign</span> </em></strong></h2>
<p>Tidak mudah untuk mengambil keputusan <em>resign</em> sebab secara tiba-tiba karena dapat merugikan perusahaan dan diri sendiri. Anda bisa dianggap tidak profesional dalam bekerja.</p>
<p>Alasan umum yang kerapkali dilontarkan oleh karyawan kepada rekan sejawat adalah rasa jenuh entah karena lingkungan kerja, atasan dan lain sebagainya.</p>
<p>Selain itu ada lagi alasan umum lainnya seperti sudah merasa tidak kompeten di bidangnya serta alasan gaji yang tak kunjung naik sedangkan kebutuhan hidup mengalami kenaikan harga secara signifikan.</p>
<p>“kira-kira ada tidak ya alasan yang tepat tanpa terlihat dibuat-buat?”</p>
<p>Tentu ada, Anda bisa menggunakan alasan-alasan berikut :</p>
<ol>
<li><strong><span style="color: #000000;">Tidak Adanya Perkembangan Karir</span> </strong></li>
</ol>
<p>Alasan pertama karena tidak adanya perkembangan karir yang di jalani saat ini, jika Anda adalah tipikal orang yang ambisius alasan pertama ini sangat cocok.</p>
<p>Secara umum Anda tentu ingin terus berkembang agar ilmu yang didapatkan bertambah. Namun bila ternyata di perusahaan sekarang tidak ada perkembangan sedikit pun dari segi karir ya memang lebih baik <em>resign</em>. Sebelum memutuskannya cobalah untuk melakukan negosiasi dengan atasan atau HR.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Jam Kerja yang berlebihan tidak Sesuai Perjanjian</strong></li>
</ol>
<p>Jam kerja Anda di kantor ternyata tidak sesuai perjanjian awal alias diharuskan lembur terus menerus?</p>
<p>Kadang memang tidak dapat dipungkiri ada perusahaan yang menerapkan jam lembur tanpa adanya kesepakatan.</p>
<p>Padahal jam kerja berlebihan secara tidak langsung dapat menyebabkan stres dan <em>burnout </em>sehingga hasil kerja malah kurang maksimal.</p>
<ol start="3">
<li><strong><span style="color: #000000;">Minimnya Apresiasi</span> </strong></li>
</ol>
<p>Karyawan akan merasa sangat dihargai kerja kerasnya jika diberikan apresiasi, apresiasi di sini tidak hanya berbentuk pujian dan tunjangan saja melainkan perlakuan adil dari perusahaan terhadap karyawannya.</p>
<p>Karyawan yang tidak dihargai berpeluang besar untuk berhenti dari perusahaan, oleh sebab itu HRD perusahaan wajib melakukan pencegahan.</p>
<p>Pihak perusahaan bisa mencoba dengan memberikan kenyamanan dari segi penilaian kerja yang objektif atau perhitungan gaji yang sesuai dengan jam kerja.</p>
<ol start="4">
<li><strong><span style="color: #000000;">Lingkungan Kerja yang Kurang Nyaman</span> </strong></li>
</ol>
<p>Percaya tidak kalau sebenarnya karyawan yang di gaji pas-pasan namun berada di lingungan kerja yang membuat mereka nyaman dan mendukung secara mental akan membuat mereka betah.</p>
<p>Dibandingkan dengan perusahaan yang bergaji UMR bahkan di atas UMR namun lingkungan kerja jauh dari kata nyaman.</p>
<p>FYI, nyaman disini tidak hanya berkaitan dengan suasana tapi jobdesk serta tunjangan yang di dapatkan sesuai namun jika sebaliknya potensi karyawan berhenti semakin besar.</p>
<ol start="5">
<li><strong><span style="color: #000000;">Minimnya Dukungan Infrastruktur</span> </strong></li>
</ol>
<p>Minimnya dukungan infrastruktur dalam bekerja bisa menjadi alasan karyawan untuk berhenti bekerja. Karena performa kerja karyawan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal (dalam diri) tetapi eksternal (infrastruktur).</p>
<ol start="6">
<li><strong><span style="color: #000000;">Jobdesk yang Tidak Sesuai dengan Perjanjian Awal</span> </strong></li>
</ol>
<p>Sebelum Anda bergabung di suatu perusahaan tentu sudah dijelaskan terlebih dahulu mengenai jobdesk yang harus Anda kerjakan sesuai dengan perjanjian. Tapi nyatanya kadang atasan menambahkan pekerjaan di luar jobdesk. Gaji <em>single</em> kerja <em>double</em> yang membuat Anda ingin <em>resign</em> secepatnya.</p>
<ol start="7">
<li><strong><span style="color: #000000;">Keputusan untuk Melanjutkan Pendidikan</span> </strong></li>
</ol>
<p>Alasan terakhir melanjutkan pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan di dalam dirinya. Sebab membagi pikiran untuk pendidikan dan pekerjaan bukanlah perkara mudah. Oleh sebab itu Anda lebih baik mengundurkan diri dan fokus ke pendidikan.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Tips Mengajukan <em>Resign </em>yang Elegan dan Profesional</span> </strong></h2>
<p>Berikut adalah tips mengajukan <em>resign </em>yang elegan dan profesional :</p>
<ol>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Pahami Aturan <em>Resign</em> Perusahaan</strong></span></li>
</ol>
<p>Tips mengajukan <em>resign</em> yang pertama adalah dengan memahami aturan perusahaan tentang pengunduran diri. Aturan tersebut berkaitan dengan rentang waktu proses pengajuan, maka dari itulah Anda juga memahaminya agar berjalan mulus tanpa kendala.</p>
<ol start="2">
<li><strong><span style="color: #000000;">Berikan Pemberitahuan 1 Bulan Sebelumnya</span> </strong></li>
</ol>
<p>Tips kedua adalah memberi tahu atasan 1 bulan sebelumnya agar atasan tidak kesulitan mencari pengganti Anda. Aturan pemberitahuan <em>one month notice</em> juga biasanya tertera pada surat kontrak.</p>
<ol start="3">
<li><span style="color: #000000;"><strong>Carilah Waktu untuk Berbicara dengan Atasan</strong></span></li>
</ol>
<p>Berbicara langsung kepada atasan memang butuh keberanian ekstra, cari waktu yang tepat dimana atasan Anda sedang tidak sibuk, berada dalam emosi positif serta tidak sedang <em>meeting</em>. Anda juga bisa menyampaikan melalui telepon atau email asalkan memang jadwal atasan sangat padat.</p>
<ol start="4">
<li><strong><span style="color: #000000;">Persiapkan Surat Resign dengan Baik</span> </strong></li>
</ol>
<p>Membuat surat <em>resign</em> dengan baik untuk menunjukkan kesan profesional entah ke atasan atau HRD sebab awalnya Anda diterima dengan baik maka keluar pun harus</p>
<p>memberikan kesan positif. Setuju?</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : </span><a href="https://inafina.com/cari-dana-pinjaman-cepat/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Cari Dana Pinjaman Cepat 2 Jam Approve</span></a></strong></p>
<p>Dalam surat pengunduran diri sampaikanlah ucapan terima kasih dan tulis alasan Anda mengundurkan diri.</p>
<ol start="5">
<li><strong><span style="color: #000000;">Selesaikan Tanggung Jawab Pekerjaan dengan Baik</span> </strong></li>
</ol>
<p>Atasan sudah menyetujui surat pengunduran diri Anda? Bukan berarti Anda langsung lepas tanggung jawab begitu saja, Anda harus kembali fokus menyelesaikan semua pekerjaan sebelum pergi.</p>
<ol start="6">
<li><strong><span style="color: #000000;">Latihlah Pengganti Anda</span> </strong></li>
</ol>
<p>Masih ada kaitannya dengan poin sebelumnya jika pengganti Anda sudah ada tugas Anda adalah melatih dan menginfokan detail pekerjaan sebaiknya jangan langsung di lepas begitu saja.</p>
<ol start="7">
<li><span style="color: #000000;"><strong>Kembalikan Alat-Alat dan Fasilitas Kantor </strong></span></li>
</ol>
<p>Bila sejak awal Anda diberikan fasilitas oleh kantor seperti laptop, komputer atau <em>handphone </em>jangan lupa kembalikan seperti semula. Sehingga pengganti Anda atau mungkin staf lain nyaman menggunakannya jika semua dokumen di laptop, komputer atau <em>handphone</em> bersih. Rapikan meja kantor atau tempat penyimpanan lain seperti semula.</p>
<p>Itulah beberapa tips mengajukan <em>resign </em>yang elegan dan profesional, silahkan bagikan info bermanfaat ini ke teman atau kerabat Anda yang ingin mengundurkan diri.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/tips-mengajukan-resign/">Tips Mengajukan Resign yang Elegan dan Profesional</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/tips-mengajukan-resign/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ciri-Ciri Kantor Toxic dan Cara Menghadapinya &#8211; Inafina.com</title>
		<link>https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/</link>
					<comments>https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 May 2022 03:47:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan dan organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[toxic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://inafina.com/?p=2160</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ciri-Ciri Kantor Toxic. Perlu diketahui tidak semuanya rekan kerjamu itu benar-benar teman untuk itu selesaikanlah pekerjaanmu dan lekaslah pulang. Loh kenapa? Pasti banyak pertanyaan yang timbul di benakmu. Percaya atau tidak lingkungan kerja ternyata mempunyai dampak besar pada kesehatan mental, fisik dan produktivitas kerja. Apalagi hampir sebagian waktu dihabiskan di kantor bertemu rekan satu divisi &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/">Ciri-Ciri Kantor Toxic dan Cara Menghadapinya &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-2161 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/ciri-ciri-kantor-toxic.png" alt="ciri-ciri kantor toxic" width="600" height="400" /></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Ciri-Ciri Kantor Toxic</span>. </strong>Perlu diketahui tidak semuanya rekan kerjamu itu benar-benar teman untuk itu selesaikanlah pekerjaanmu dan lekaslah pulang. Loh kenapa? Pasti banyak pertanyaan yang timbul di benakmu.</p>
<p>Percaya atau tidak lingkungan kerja ternyata mempunyai dampak besar pada kesehatan mental, fisik dan produktivitas kerja. Apalagi hampir sebagian waktu dihabiskan di kantor bertemu rekan satu divisi bahkan kadang harus bertemu divisi lain dengan berbagai macam sifat.</p>
<p>Memang sih saat awal diterima kerja, Anda belum tahu akan bertemu rekan kerja yang seperti apa. Perlunya proses adaptasi satu sama lain, mungkin Anda termasuk tipikal orang <em>friendly</em> atau kurang mudah berbaur?</p>
<p>Sangat beruntung kalo Anda tipikal mudah membaur sebab dapat meminimalisir dibicarakan senior, buat yang sulit beradaptasi belajar ya karena dunia kerja itu kejam apalagi kalau ternyata kantormu toxic jika terus menerus berada disana dapat mempengaruhi kesehatan mentalmu.</p>
<p>Sebaiknya cari tahu apa saja ciri-ciri kantor toxic itu dan bagaimana cara menghadapinya, nanti kita akan bahas satu persatu ya. Namun sebelum membahas kedua hal tersebut, sudah tahu belum apa yang dimaksud dengan lingkungan kerja?</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Apa yang dimaksud dengan Lingkungan Kerja?</span> </strong></h2>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-2162 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/keluar-dari-lingkungan-kerja-toxic.png" alt="keluar dari lingkungan kerja toxic" width="600" height="400" /></p>
<p>Lingkungan kerja adalah segala hal yang berhubungan dengan aktivitas karyawan di dalam kantor mulai dari budaya perusahaan, lingkungan fisik, hingga fasilitas pendukung lainnya (asuransi kesehatan, parkir dan sebagainya).</p>
<p>Lingkungan kerja dibagi ke dalam 2 bagian, yaitu :</p>
<ol>
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Lingkungan Kerja Fisik</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<ul>
<li>Penerangan</li>
<li>Warna dinding</li>
<li>Temperatur</li>
<li>Kelembapan</li>
<li>Meja</li>
<li>Kursi</li>
</ul>
<ol start="2">
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Lingkungan Kerja Non Fisik</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<ul>
<li>Struktur</li>
<li>Pola Kepemimpinan</li>
</ul>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Ciri-Ciri Kantor Toxic</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2163 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/ciri-ciri-lingkungan-toxic.png" alt="ciri-ciri lingkungan toxic" width="600" height="400" /></p>
<ol>
<li>Beban Kerja Tidak Realistis</li>
<li>Bekerja Lebih Dari 8 Jam Sehari</li>
<li>Merasa Cemas Sepanjang Hari</li>
<li>Adanya <em>Bullying</em> atau Pelecehan</li>
<li>Rekan Kerja Tukang Gosip</li>
<li>Selalu Menjadi Sasaran Kritik</li>
<li>Tidak Ada Jenjang Karir</li>
<li>Sering Sakit dan Sulit Tidur</li>
</ol>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Ciri-Ciri Pemimpin Toxic yang Wajib Anda Waspadai</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2164 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/contoh-lingkungan-toxic.png" alt="contoh lingkungan toxic" width="600" height="400" /></p>
<p>Setelah mengetahui ciri-ciri kantor toxic, berikutnya dibawah ini adalah beberapa ciri dari pemimpin toxic yang wajib Anda waspadai antara lain :</p>
<ol>
<li>Manipulatif</li>
<li>Perilakunya Mengintimidasi</li>
<li>Tidak Mau Menerima Kritik dan Saran</li>
<li>Diskriminasi</li>
<li>Berjiwa Kompetitif Tinggi</li>
<li>Otokratis atau Otoriter</li>
<li>Suka Membully</li>
<li><em>Micromanaging </em>(Pemimpin terlalu mengatur sampai hal terkecil)</li>
<li>Sering Menghilang di Jam Kerja</li>
<li>Pemimpin yang Plin Plan</li>
</ol>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Bahaya Lingkungan Kerja Toxic</span> </strong></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2165 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/rekan-kerja-toxic.png" alt="rekan kerja toxic" width="600" height="400" /></p>
<p>Ketidaknyamanan dalam bekerja dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, jangan dianggap remeh.</p>
<p><em>International Journal of Environmental Research and Public Health </em>mengemukakan bahwa kantor toxic bisa memengaruhi kesejahteraan karyawan bahkan menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan mentalnya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga : <a href="https://inafina.com/manajemen-waktu-yang-baik/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Manajemen Waktu yang Baik agar Tercipta <em>Work-Life Balance</em></span></a></strong></p>
<p>Tak jarang karyawan mengalami <a href="https://www.alodokter.com/ciri-ciri-burnout-dan-cara-mengatasinya#:~:text=Burnout%20merupakan%20istilah%20yang%20digunakan,Siapa%20saja%20bisa%20mengalami%20burnout." target="_blank" rel="noopener noreferrer"><em>burnout </em></a>akibat stres dan tekanan psikologis sehingga produktivitas kerja terganggu. Penelitian lain juga menyatakan tempat kerja toxic berhubungan dengan gangguan tidur. <em> </em></p>
<p>Pentingnya mengetahui ciri-ciri kantor toxic supaya kita lebih sadar terhadap kesehatan fisik dan mental diri sendiri. Ini pun juga bisa membantu Anda menetapkan ekspektasi supaya tidak terlampau kecewa.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Bagaimana Cara Menghadapi Lingkungan Kerja </strong><strong>y</strong><strong>ang Toxic?</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2166 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/cara-menghadapi-lingkungan-yang-toxic.png" alt="cara menghadapi lingkungan yang toxic" width="600" height="400" /></p>
<ol>
<li>Jangan Periksa Email Sebelum Berangkat Kerja</li>
<li>Jangan Menyalahkan Diri Sendiri</li>
<li>Tetapkan Batasan untuk Diri Sendiri</li>
<li>Jauhkan Rekan yang Menyebabkan Konflik</li>
<li>Cari Kolega yang Suportif</li>
<li>Mencoba <em>Employee Coach Program</em></li>
<li><em>Me-Time</em></li>
<li>Mengubah Pola Pikir</li>
<li>Tahu Kapan Waktu Tepat untuk <em>Resign</em></li>
</ol>
<p>Poin nomor 7 berlaku ketika semua cara tidak berhasil dilakukan, sebaiknya sebelum memutuskan resign Anda sudah mempunyai rencana cadangan.</p>
<p>Bagaimana kira-kira kantormu saat ini termasuk kantor toxic atau kondusif?</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/">Ciri-Ciri Kantor Toxic dan Cara Menghadapinya &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Komunikasi antara Atasan dan Bawahan</title>
		<link>https://inafina.com/pentingnya-komunikasi-antara-atasan-dan-bawahan/</link>
					<comments>https://inafina.com/pentingnya-komunikasi-antara-atasan-dan-bawahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2016 12:23:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi atasan dan bawahan]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi yang ideal]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[manajer]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[pentingnya komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan cara kerja]]></category>
		<category><![CDATA[sistem manajemen performa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pentingnya Komunikasi. Dalam dunia bisnis, kesenjangan atau gap komunikasi telah menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Sejumlah data dan fakta membuktikan bahwa terdapat kesenjangan yang besar antara persepsi manajer dan anak buahnya (associate) dalam pemberian umpan balik (feedback) dan coaching. (Baca juga: Gadai BPKB Motor – 1 Jam Cair &#38; Proses Mudah) Di banyak organisasi perusahaan, &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/pentingnya-komunikasi-antara-atasan-dan-bawahan/">Pentingnya Komunikasi antara Atasan dan Bawahan</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_240" aria-describedby="caption-attachment-240" style="width: 548px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com" rel="attachment wp-att-240"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-240" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/komunikasi-inafi-Copy.png" alt="Pentingnya Komunikasi antara Atasan dan Bawahan - inafina.com" width="548" height="378" /></a><figcaption id="caption-attachment-240" class="wp-caption-text">Pentingnya Komunikasi antara Atasan dan Bawahan &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><strong><span style="color: #000000;">Pentingnya Komunikasi.</span> </strong>Dalam dunia bisnis, kesenjangan atau <em>gap</em> komunikasi telah menjadi hal yang sangat memprihatinkan.</p>
<p>Sejumlah data dan fakta membuktikan bahwa terdapat kesenjangan yang besar antara persepsi manajer dan anak buahnya (<em>associate</em>) dalam pemberian umpan balik (<em>feedback</em>) dan <em>coaching.</em></p>
<p style="text-align: center;">(<strong>Baca juga</strong>: <span style="color: #0000ff;"><strong><a style="color: #0000ff;" href="https://inafina.com/gadai-bpkb-motor/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Gadai BPKB Motor – 1 Jam Cair &amp; Proses Mudah</a></strong></span>)</p>
<p>Di banyak organisasi perusahaan, komunikasi antara atasan dan bawahan sering “tidak nyambung”, sehingga sebuah komunikasi yang intens menjadi hal penting bagi kelangsungan perusahaan.</p>
<p>Hasi survey Sistem Manajemen Performa (SMP) yang dilakukan <em>Development Dimensions Indonesia </em>(DDI) menyingkap hal ini.</p>
<p>Salah seorang Direktur DDI mengungkapkan, semua fase SMP menuntut setiap orang memiliki kemampuan berkomunikasi, yakni umpan balik.</p>
<p>Komunikasi adalah kuncinya, dan itu adalah keahlian yang harus dikuasai, bukan saja oleh manajer tetapi juga oleh bawahannya juga.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Pentingnya Komunikasi Atasan dan Bawahan </strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1975 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/pentingnya-komunikasi-di-tempat-kerja-scaled.jpg" alt="pentingnya komunikasi di tempat kerja" width="2560" height="1708" /></p>
<p>Proses memberi dan menerima umpan balik itu musti dipelajari dan terus dilatih.</p>
<p>Terkadang manajer merasa memberikan umpan balik tapi belum spesifik sehingga bawahan bingung.</p>
<p>Manajer dan bawahan harus terasah komunikasinya dan mampu memberikan umpan balik secara spesifik.</p>
<p>Yang juga penting, manajer jangan hanya mengatakan, “Performa Anda baik” atau ”Performa Anda buruk”.</p>
<p>Namun, ada baiknya sebagai atasan dapat memberikan komentar yang disertai dengan rincian bukti baik atau buruknya performa bawahannya tersebut secara spesifik dan obyektif.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Rasa sungkan untuk menegur orang</strong></span></h3>
<p>Kesenjangan komunikasi yang juga kerap timbul adalah rasa sungkan menegur orang.</p>
<p>Ini adalah bagian dari kultur orang Indonesia yang sudah tertanam sejak lama.</p>
<p>Ketika menemukan kesalahan, atasan yang lebih muda biasanya sungkan menegur bawahan yang lebih tua usianya atau yang sudah lebih lama di unit bisnis yang dia pimpin.</p>
<p>Lingkungan kerja atau suasana yang kondusif memang bisa memicu keharmonisan hubungan komunikasi antara atasan dan bawahan.</p>
<p>Namun, ada beberapa aspek yang juga dinilai penting, seperti penghargaan terhadap suatu ide atau masukan yang konstruktif bagi perusahaan, rasa saling percaya satu sama lain, pemahaman yang baik terhadap suatu perubahan dan keinginan saling membantu antar kelompok pekerja atau antar departemen.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Manajer Indonesia belum bisa menerima perbedaan cara kerja</strong></span></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1976 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/komunikasi-di-tempat-kerja-adalah-scaled.jpg" alt="komunikasi di tempat kerja adalah" width="2560" height="1707" /></p>
<p>Dibandingkan manajer di negara lain seperti di eropa, jepang atau amerika, manajer di Indonesia masih belum bisa menerima perbedaan cara kerja.</p>
<p>Namun, kerjasama saling membantu antar unit organisasi perusahaan di Indonesia begitu menonjol dibanding perusahaan di luar negara ini.</p>
<p>Dampak dari “kekakuan” manajer di Indonesia yang kurang bisa menerima perbedaan, menjadikan orang yang punya terobosan menjadi terkekang dan merasa tidak berguna.</p>
<p>Akibatnya, bawahan yang memiliki ide kreatif menjadi tidak bisa melakukan sesuatu yang positif bagi perusahaan.</p>
<p>Terciptanya <em>gap</em> komunikasi antara manajer dan bawahannya adalah berawal dari persepsi.</p>
<p>Persepsi ditentukan oleh interpretasi seseorang terhadap informasi yang diperoleh dari lingkungan tempat ia berada atau bekerja.</p>
<p>Manajer yang punya persepsi buruk terhadap bawahannya, otomatis ia menciptakan <em>gap</em> komunikasi antara dirinya dengan bawahan.</p>
<p>Apalagi, bila seorang manajer adalah tipikal orang yang mudah percaya rumor atau “Tukang gosip”.</p>
<p>Akibatnya, kesenjangan makin mudah tersulut dan akan berdampak pada kinerja seluruh bawahannya.</p>
<p>Salah persepsi juga bisa timbul dari cara pandang manajer yang demografis, misalnya mempertimbangkan suku, agama, ras, alumni, atau catatan demografis lainnya.</p>
<p>Manajer harus selalu bersikap <a href="https://www.rexona.com/id/gerak-tak-terbatas/hidup-lebih-tenang-dengan-5-cara-berpikir-positif-berikut.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><em>positive thinking</em></a>. Komunikasi yang ideal, akan muncul melalui hubungan kesetaraan, atau hubungan kolegial.</p>
<p>Atasan dan bawahan berada di garis sejajar. Namun kondisi seperti itu menuntut bawahan yang tidak pasif.</p>
<p>Bawahan juga harus kritis dan agresif. Selain itu manajer harus memiliki persepsi yang baik terhadap bawahan serta menciptakan apresiasi bagi mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/pentingnya-komunikasi-antara-atasan-dan-bawahan/">Pentingnya Komunikasi antara Atasan dan Bawahan</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/pentingnya-komunikasi-antara-atasan-dan-bawahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
