<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>karyawan perusahaan Archives - inafina.com</title>
	<atom:link href="https://inafina.com/tag/karyawan-perusahaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://inafina.com/tag/karyawan-perusahaan/</link>
	<description>Situs Pinjaman Uang Terbaik</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2022 05:42:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.1</generator>

<image>
	<url>https://inafina.com/wp-content/uploads/2017/04/inafina-1-150x150.png</url>
	<title>karyawan perusahaan Archives - inafina.com</title>
	<link>https://inafina.com/tag/karyawan-perusahaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips Mengajukan Resign yang Elegan dan Profesional</title>
		<link>https://inafina.com/tips-mengajukan-resign/</link>
					<comments>https://inafina.com/tips-mengajukan-resign/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2022 05:42:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas pekerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://inafina.com/?p=2408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tips Mengajukan Resign. Dalam dunia karir tentu Anda mempunyai tujuan dan impian salah satunya yaitu naik jabatan dalam beberapa tahun ke depan sehingga tidak stuck di pekerjaan yang itu-itu saja. Siapa juga sih yang tidak ingin naik jabatan, selain tanggung jawab yang di emban lebih besar setidaknya gaji dan tunjangan pun ikut naik. Iyakan? Sedihnya, &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/tips-mengajukan-resign/">Tips Mengajukan Resign yang Elegan dan Profesional</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2409 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/12/Tips-Mengajukan-Resign.png" alt="Tips Mengajukan Resign" width="600" height="400" /></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Tips Mengajukan<em> Resign</em></span>. </strong>Dalam dunia karir tentu Anda mempunyai tujuan dan impian salah satunya yaitu naik jabatan dalam beberapa tahun ke depan sehingga tidak <em>stuck</em> di pekerjaan yang itu-itu saja.</p>
<p>Siapa juga sih yang tidak ingin naik jabatan, selain tanggung jawab yang di emban lebih besar setidaknya gaji dan tunjangan pun ikut naik. Iyakan?</p>
<p>Sedihnya, kenyataan tidak selalu sama dengan ekspetasi, bukannya naik ke jenjang karir yang lebih baik justru malah berada di titik yang sama. Alhasil? Keinginan <em>resign</em> pun muncul.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : <a href="https://inafina.com/cara-negosiasi-gaji/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Cara Negosiasi Gaji Supaya Kamu Langsung Diterima Kerja</span></a></span></strong></p>
<p>Pertanyaanya sekarang apakah Anda sudah ada niatan untuk mengajukan <em>resign</em> tetapi sampai detik ini belum juga terealisasikan? Kira-kira apa yang membuat Anda ragu?</p>
<p>Untuk Anda yang bingung mencari alasan <em>resign</em> hingga mau tahu bagaimana cara mengajukan <em>resign </em>agar terlihat profesional. Yuk temukan jawabannya disini!</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Apa itu <em>Resign</em>?</strong></span></h2>
<p><em>Resign </em>adalah tindakan pengunduran diri yang dilakukan oleh tenaga kerja atau karyawan dari tempat ia bekerja saat itu secara sukarela.</p>
<p>Itu berarti ketika Anda memutuskan untuk <em>resign </em>maka seluruh tanggung jawab yang ada kaitannya dengan pekerjaan Anda saat itu harus di lepaskan.</p>
<p>Tidak hanya sampai di situ saja, tunjangan yang diberikan oleh perusahaan seperti asuransi kesehatan akan hilang.</p>
<p>Dalam KBBI yang dimaksud dengan <em>resign</em> yaitu mengundurkan diri, menyerah atau berhenti.</p>
<p>Jika dirasa karyawan sudah tidak merasa nyaman dalam bekerja kata <em>resign</em> kerap kali dilontarkan.</p>
<p>Tindakan tersebut sangat lumrah di dunia kerja, apalagi kalau tindakan ternyata banyak faktor yang melatarbelakanginya.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Alasan yang Tepat untuk </span><em><span style="color: #000000;">Resign</span> </em></strong></h2>
<p>Tidak mudah untuk mengambil keputusan <em>resign</em> sebab secara tiba-tiba karena dapat merugikan perusahaan dan diri sendiri. Anda bisa dianggap tidak profesional dalam bekerja.</p>
<p>Alasan umum yang kerapkali dilontarkan oleh karyawan kepada rekan sejawat adalah rasa jenuh entah karena lingkungan kerja, atasan dan lain sebagainya.</p>
<p>Selain itu ada lagi alasan umum lainnya seperti sudah merasa tidak kompeten di bidangnya serta alasan gaji yang tak kunjung naik sedangkan kebutuhan hidup mengalami kenaikan harga secara signifikan.</p>
<p>“kira-kira ada tidak ya alasan yang tepat tanpa terlihat dibuat-buat?”</p>
<p>Tentu ada, Anda bisa menggunakan alasan-alasan berikut :</p>
<ol>
<li><strong><span style="color: #000000;">Tidak Adanya Perkembangan Karir</span> </strong></li>
</ol>
<p>Alasan pertama karena tidak adanya perkembangan karir yang di jalani saat ini, jika Anda adalah tipikal orang yang ambisius alasan pertama ini sangat cocok.</p>
<p>Secara umum Anda tentu ingin terus berkembang agar ilmu yang didapatkan bertambah. Namun bila ternyata di perusahaan sekarang tidak ada perkembangan sedikit pun dari segi karir ya memang lebih baik <em>resign</em>. Sebelum memutuskannya cobalah untuk melakukan negosiasi dengan atasan atau HR.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Jam Kerja yang berlebihan tidak Sesuai Perjanjian</strong></li>
</ol>
<p>Jam kerja Anda di kantor ternyata tidak sesuai perjanjian awal alias diharuskan lembur terus menerus?</p>
<p>Kadang memang tidak dapat dipungkiri ada perusahaan yang menerapkan jam lembur tanpa adanya kesepakatan.</p>
<p>Padahal jam kerja berlebihan secara tidak langsung dapat menyebabkan stres dan <em>burnout </em>sehingga hasil kerja malah kurang maksimal.</p>
<ol start="3">
<li><strong><span style="color: #000000;">Minimnya Apresiasi</span> </strong></li>
</ol>
<p>Karyawan akan merasa sangat dihargai kerja kerasnya jika diberikan apresiasi, apresiasi di sini tidak hanya berbentuk pujian dan tunjangan saja melainkan perlakuan adil dari perusahaan terhadap karyawannya.</p>
<p>Karyawan yang tidak dihargai berpeluang besar untuk berhenti dari perusahaan, oleh sebab itu HRD perusahaan wajib melakukan pencegahan.</p>
<p>Pihak perusahaan bisa mencoba dengan memberikan kenyamanan dari segi penilaian kerja yang objektif atau perhitungan gaji yang sesuai dengan jam kerja.</p>
<ol start="4">
<li><strong><span style="color: #000000;">Lingkungan Kerja yang Kurang Nyaman</span> </strong></li>
</ol>
<p>Percaya tidak kalau sebenarnya karyawan yang di gaji pas-pasan namun berada di lingungan kerja yang membuat mereka nyaman dan mendukung secara mental akan membuat mereka betah.</p>
<p>Dibandingkan dengan perusahaan yang bergaji UMR bahkan di atas UMR namun lingkungan kerja jauh dari kata nyaman.</p>
<p>FYI, nyaman disini tidak hanya berkaitan dengan suasana tapi jobdesk serta tunjangan yang di dapatkan sesuai namun jika sebaliknya potensi karyawan berhenti semakin besar.</p>
<ol start="5">
<li><strong><span style="color: #000000;">Minimnya Dukungan Infrastruktur</span> </strong></li>
</ol>
<p>Minimnya dukungan infrastruktur dalam bekerja bisa menjadi alasan karyawan untuk berhenti bekerja. Karena performa kerja karyawan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal (dalam diri) tetapi eksternal (infrastruktur).</p>
<ol start="6">
<li><strong><span style="color: #000000;">Jobdesk yang Tidak Sesuai dengan Perjanjian Awal</span> </strong></li>
</ol>
<p>Sebelum Anda bergabung di suatu perusahaan tentu sudah dijelaskan terlebih dahulu mengenai jobdesk yang harus Anda kerjakan sesuai dengan perjanjian. Tapi nyatanya kadang atasan menambahkan pekerjaan di luar jobdesk. Gaji <em>single</em> kerja <em>double</em> yang membuat Anda ingin <em>resign</em> secepatnya.</p>
<ol start="7">
<li><strong><span style="color: #000000;">Keputusan untuk Melanjutkan Pendidikan</span> </strong></li>
</ol>
<p>Alasan terakhir melanjutkan pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan di dalam dirinya. Sebab membagi pikiran untuk pendidikan dan pekerjaan bukanlah perkara mudah. Oleh sebab itu Anda lebih baik mengundurkan diri dan fokus ke pendidikan.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Tips Mengajukan <em>Resign </em>yang Elegan dan Profesional</span> </strong></h2>
<p>Berikut adalah tips mengajukan <em>resign </em>yang elegan dan profesional :</p>
<ol>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Pahami Aturan <em>Resign</em> Perusahaan</strong></span></li>
</ol>
<p>Tips mengajukan <em>resign</em> yang pertama adalah dengan memahami aturan perusahaan tentang pengunduran diri. Aturan tersebut berkaitan dengan rentang waktu proses pengajuan, maka dari itulah Anda juga memahaminya agar berjalan mulus tanpa kendala.</p>
<ol start="2">
<li><strong><span style="color: #000000;">Berikan Pemberitahuan 1 Bulan Sebelumnya</span> </strong></li>
</ol>
<p>Tips kedua adalah memberi tahu atasan 1 bulan sebelumnya agar atasan tidak kesulitan mencari pengganti Anda. Aturan pemberitahuan <em>one month notice</em> juga biasanya tertera pada surat kontrak.</p>
<ol start="3">
<li><span style="color: #000000;"><strong>Carilah Waktu untuk Berbicara dengan Atasan</strong></span></li>
</ol>
<p>Berbicara langsung kepada atasan memang butuh keberanian ekstra, cari waktu yang tepat dimana atasan Anda sedang tidak sibuk, berada dalam emosi positif serta tidak sedang <em>meeting</em>. Anda juga bisa menyampaikan melalui telepon atau email asalkan memang jadwal atasan sangat padat.</p>
<ol start="4">
<li><strong><span style="color: #000000;">Persiapkan Surat Resign dengan Baik</span> </strong></li>
</ol>
<p>Membuat surat <em>resign</em> dengan baik untuk menunjukkan kesan profesional entah ke atasan atau HRD sebab awalnya Anda diterima dengan baik maka keluar pun harus</p>
<p>memberikan kesan positif. Setuju?</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : </span><a href="https://inafina.com/cari-dana-pinjaman-cepat/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Cari Dana Pinjaman Cepat 2 Jam Approve</span></a></strong></p>
<p>Dalam surat pengunduran diri sampaikanlah ucapan terima kasih dan tulis alasan Anda mengundurkan diri.</p>
<ol start="5">
<li><strong><span style="color: #000000;">Selesaikan Tanggung Jawab Pekerjaan dengan Baik</span> </strong></li>
</ol>
<p>Atasan sudah menyetujui surat pengunduran diri Anda? Bukan berarti Anda langsung lepas tanggung jawab begitu saja, Anda harus kembali fokus menyelesaikan semua pekerjaan sebelum pergi.</p>
<ol start="6">
<li><strong><span style="color: #000000;">Latihlah Pengganti Anda</span> </strong></li>
</ol>
<p>Masih ada kaitannya dengan poin sebelumnya jika pengganti Anda sudah ada tugas Anda adalah melatih dan menginfokan detail pekerjaan sebaiknya jangan langsung di lepas begitu saja.</p>
<ol start="7">
<li><span style="color: #000000;"><strong>Kembalikan Alat-Alat dan Fasilitas Kantor </strong></span></li>
</ol>
<p>Bila sejak awal Anda diberikan fasilitas oleh kantor seperti laptop, komputer atau <em>handphone </em>jangan lupa kembalikan seperti semula. Sehingga pengganti Anda atau mungkin staf lain nyaman menggunakannya jika semua dokumen di laptop, komputer atau <em>handphone</em> bersih. Rapikan meja kantor atau tempat penyimpanan lain seperti semula.</p>
<p>Itulah beberapa tips mengajukan <em>resign </em>yang elegan dan profesional, silahkan bagikan info bermanfaat ini ke teman atau kerabat Anda yang ingin mengundurkan diri.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/tips-mengajukan-resign/">Tips Mengajukan Resign yang Elegan dan Profesional</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/tips-mengajukan-resign/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa itu KPI Serta Bagaimana Indikatornya</title>
		<link>https://inafina.com/apa-itu-kpi/</link>
					<comments>https://inafina.com/apa-itu-kpi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2022 05:58:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Key Performance Indicator]]></category>
		<category><![CDATA[kinerja karyawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://inafina.com/?p=2214</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu KPI. Dalam dunia bisnis, karyawan merupakan aset penting untuk menunjang kelangsungan usaha. Maka dari itu pemilik bisnis harus pintar memilih tenaga kerja dilihat dari kemampuan dan attitude. Selain itu ada hal yang tak boleh Anda lupakan yaitu penilaian kinerja, gunanya untuk melihat performa para karyawan apakah meningkat, stabil atau menurun. Ada 1 alat &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/apa-itu-kpi/">Apa itu KPI Serta Bagaimana Indikatornya</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-2216 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/06/apa-itu-KPI.png" alt="apa itu KPI" width="600" height="400" /></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Apa itu KPI</span>. </strong>Dalam dunia bisnis, karyawan merupakan aset penting untuk menunjang kelangsungan usaha. Maka dari itu pemilik bisnis harus pintar memilih tenaga kerja dilihat dari kemampuan dan <em>attitude</em>.</p>
<p>Selain itu ada hal yang tak boleh Anda lupakan yaitu penilaian kinerja, gunanya untuk melihat performa para karyawan apakah meningkat, stabil atau menurun.</p>
<p>Ada 1 alat yang biasa digunakan perusahaan untuk mengukur kinerja karyawan. Anda tahu apa itu KPI?</p>
<p><em>Key Performance Indicator</em> atau KPI merupakan alat untuk menilai serta mengukur kinerja karyawan. Penggunaan KPI sangat mempermudah pemilik bisnis atau HRD mengetahui seberapa baik kemampuan karyawannya secara individual.</p>
<p>Apabila Anda ingin membangun sebuah bisnis dari awal, maka ada baiknya KPI dirancang dengan baik karena akan sangat berpengaruh terhadap penilaian performa karyawan dan perusahaan/bisnis.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Apa itu KPI?</span> </strong></h2>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-2217 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/06/kepanjangan-kpi-adalah.png" alt="kepanjangan kpi adalah" width="600" height="400" /></p>
<p>Penjelasan tentang KPI cukup beragam mulai dari anggapan bahwa <em>Key Performance Indicator</em> adalah sebuah matriks atau alat yang berfungsi untuk menunjukkan seberapa efektif perusahaan/bisnis mencapai tujuan utama serta Ada juga yang mengatakan bahwa KPI merupakan alat untuk menilai atau mengukur kinerja karyawan.</p>
<p>Apapun penjelasannya inti dari <em>Key Performance Indicator </em>yaitu membuat gambaran tentang efektivitas perusahaan dalam mencapai tujuan bisnis tentu berkaitan dengan <a href="https://www.autogadai.com/cara-mendapatkan-modal-usaha/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">modal usaha</a> (karyawan).</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Jenis KPI <em>Key Performance Indicator</em></strong></span></h2>
<p>Pada dasarnya Indikator Kinerja Utama dibedakan 2 jenis yakni <em>Financial</em> dan <em>Non-Financial</em>.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">KPI<em> Financial </em>(Berkaitan Keuangan)</span> </strong></h3>
<ul>
<li>KPI Laba Bersih</li>
<li>KPI Laba Kotor</li>
<li>KPI Margin Laba Kotor</li>
<li>KPI Margin Laba Bersih</li>
<li>KPI Rasio Lancar</li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>KPI<em> Non-Financial</em> </strong></span></h3>
<ul>
<li>Matriks Kepuasan Pelanggan</li>
<li>Penguasaan Pasar</li>
<li>Perputaran Tenaga Kerja (<em>turn over</em>)</li>
<li>Pelanggan <em>Repeat Order</em></li>
</ul>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Fungsi KPI Bagi Sebuah Bisnis</strong></span></h2>
<p>Dibawah terdapat 3 fungsi KPI bagi sebuah bisnis :</p>
<ol>
<li>Penyemangat Kerja</li>
<li>Mengukur Kinerja</li>
<li>Mengasah Keahlian</li>
</ol>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Indikator-Indikator KPI</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2218 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/06/pertanyaan-tentang-key-performance-indicator.png" alt="pertanyaan tentang key performance indicator" width="600" height="400" /></p>
<p>Menurut Simmons dalam <em>Predictors of Organizational Commitment Among Staff in Assisted Living,</em> berikut adalah beberapa indikator <em>Key Performance Indicator </em>:</p>
<ol>
<li>Dukungan Karyawan</li>
<li>Tingkat Keterlibatan Karyawan</li>
<li>Nilai Tambah Sumber Daya Manusia (SDM)</li>
<li>Ketidakhadiran</li>
<li>Umpan Balik 360 derajat</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : </strong><a href="https://inafina.com/manajemen-waktu-yang-baik/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;"><strong>Manajemen Waktu yang Baik agar Tercipta Work-Life Balance</strong></span></a></span></p>
<p>Pernah dengar atau baca tentang metode S.M.A.R.T? Metode tersebut juga merupakan indikator agar <em>Key Performance Indicator</em> tepat sasaran. Lebih jelasnya berikut adalah penjelasan mengenai S.M.A.R.T :</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Specific</em></strong><strong> (Spesifik): </strong></span>Penjelasan materinya terperinci mengenai apa saja yang diukur dalam indikator kinerja &amp; menjelaskan mengapa indikator tersebut penting sehingga pimpinan tiap divisi juga memahaminya.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Measurable</em></strong><strong> (Terukur):</strong></span> <em>Key performance Indicator</em> harus bisa diukur sesuai standar sehingga penyusun indikatornya tidak boleh asal.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Achievable</em></strong><strong> (Tercapai): </strong></span>Indikator KPI harus bisa dicapai dan direalisasikan oleh semua pihak dalam kesepakatan kerja karena bermanfaat juga untuk pengambilan keputusan.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Relevant</em></strong><strong> (Sesuai): </strong></span>Agar tercapainya sebuah tujuan tentulah indikator KPI harus sesuai dengan visi misi yang terintegrasi dalam strategi bisnis.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Timebound</em></strong><strong> (Batas Waktu): </strong></span>Indikator-indikator KPI dapat tercapai dalam kurun waktu tertentu.</p>
<p>Masih ada kaitannya dengan indikator KPI terdapat 2 faktor yang perlu ditambahkan, yaitu : Evaluate dan Reevaluate.</p>
<p>Demi meminimalisir kegagalan penerapan <em>Key Performance Indicator, </em>perlu Anda ketahui juga mengenai faktor penghambatnya, antara lain :</p>
<ol>
<li>Indikator yang saling berlawanan sehingga memunculkan konflik</li>
<li>Ketidakserasian antara pengukuran dengan nilai-nilai pengembangan yang diharapkan</li>
<li>Tidak seimbangnya antara pengawasan dengan pertanggungjawaban</li>
</ol>
<p>Sekian pembahasan artikel tentang apa itu KPI, jenis, fungsi beserta indikator-indikatornya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasanmu. Jika kamu butuh dana tunai cepat untuk tambahan modal bisnis tambahan, <a href="https://inafina.com/dana-tunai-cepat/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">klik disini</a>!</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/apa-itu-kpi/">Apa itu KPI Serta Bagaimana Indikatornya</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/apa-itu-kpi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ciri-Ciri Kantor Toxic dan Cara Menghadapinya &#8211; Inafina.com</title>
		<link>https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/</link>
					<comments>https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 May 2022 03:47:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan dan organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[toxic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://inafina.com/?p=2160</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ciri-Ciri Kantor Toxic. Perlu diketahui tidak semuanya rekan kerjamu itu benar-benar teman untuk itu selesaikanlah pekerjaanmu dan lekaslah pulang. Loh kenapa? Pasti banyak pertanyaan yang timbul di benakmu. Percaya atau tidak lingkungan kerja ternyata mempunyai dampak besar pada kesehatan mental, fisik dan produktivitas kerja. Apalagi hampir sebagian waktu dihabiskan di kantor bertemu rekan satu divisi &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/">Ciri-Ciri Kantor Toxic dan Cara Menghadapinya &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2161 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/ciri-ciri-kantor-toxic.png" alt="ciri-ciri kantor toxic" width="600" height="400" /></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Ciri-Ciri Kantor Toxic</span>. </strong>Perlu diketahui tidak semuanya rekan kerjamu itu benar-benar teman untuk itu selesaikanlah pekerjaanmu dan lekaslah pulang. Loh kenapa? Pasti banyak pertanyaan yang timbul di benakmu.</p>
<p>Percaya atau tidak lingkungan kerja ternyata mempunyai dampak besar pada kesehatan mental, fisik dan produktivitas kerja. Apalagi hampir sebagian waktu dihabiskan di kantor bertemu rekan satu divisi bahkan kadang harus bertemu divisi lain dengan berbagai macam sifat.</p>
<p>Memang sih saat awal diterima kerja, Anda belum tahu akan bertemu rekan kerja yang seperti apa. Perlunya proses adaptasi satu sama lain, mungkin Anda termasuk tipikal orang <em>friendly</em> atau kurang mudah berbaur?</p>
<p>Sangat beruntung kalo Anda tipikal mudah membaur sebab dapat meminimalisir dibicarakan senior, buat yang sulit beradaptasi belajar ya karena dunia kerja itu kejam apalagi kalau ternyata kantormu toxic jika terus menerus berada disana dapat mempengaruhi kesehatan mentalmu.</p>
<p>Sebaiknya cari tahu apa saja ciri-ciri kantor toxic itu dan bagaimana cara menghadapinya, nanti kita akan bahas satu persatu ya. Namun sebelum membahas kedua hal tersebut, sudah tahu belum apa yang dimaksud dengan lingkungan kerja?</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Apa yang dimaksud dengan Lingkungan Kerja?</span> </strong></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2162 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/keluar-dari-lingkungan-kerja-toxic.png" alt="keluar dari lingkungan kerja toxic" width="600" height="400" /></p>
<p>Lingkungan kerja adalah segala hal yang berhubungan dengan aktivitas karyawan di dalam kantor mulai dari budaya perusahaan, lingkungan fisik, hingga fasilitas pendukung lainnya (asuransi kesehatan, parkir dan sebagainya).</p>
<p>Lingkungan kerja dibagi ke dalam 2 bagian, yaitu :</p>
<ol>
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Lingkungan Kerja Fisik</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<ul>
<li>Penerangan</li>
<li>Warna dinding</li>
<li>Temperatur</li>
<li>Kelembapan</li>
<li>Meja</li>
<li>Kursi</li>
</ul>
<ol start="2">
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Lingkungan Kerja Non Fisik</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<ul>
<li>Struktur</li>
<li>Pola Kepemimpinan</li>
</ul>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Ciri-Ciri Kantor Toxic</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2163 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/ciri-ciri-lingkungan-toxic.png" alt="ciri-ciri lingkungan toxic" width="600" height="400" /></p>
<ol>
<li>Beban Kerja Tidak Realistis</li>
<li>Bekerja Lebih Dari 8 Jam Sehari</li>
<li>Merasa Cemas Sepanjang Hari</li>
<li>Adanya <em>Bullying</em> atau Pelecehan</li>
<li>Rekan Kerja Tukang Gosip</li>
<li>Selalu Menjadi Sasaran Kritik</li>
<li>Tidak Ada Jenjang Karir</li>
<li>Sering Sakit dan Sulit Tidur</li>
</ol>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Ciri-Ciri Pemimpin Toxic yang Wajib Anda Waspadai</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2164 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/contoh-lingkungan-toxic.png" alt="contoh lingkungan toxic" width="600" height="400" /></p>
<p>Setelah mengetahui ciri-ciri kantor toxic, berikutnya dibawah ini adalah beberapa ciri dari pemimpin toxic yang wajib Anda waspadai antara lain :</p>
<ol>
<li>Manipulatif</li>
<li>Perilakunya Mengintimidasi</li>
<li>Tidak Mau Menerima Kritik dan Saran</li>
<li>Diskriminasi</li>
<li>Berjiwa Kompetitif Tinggi</li>
<li>Otokratis atau Otoriter</li>
<li>Suka Membully</li>
<li><em>Micromanaging </em>(Pemimpin terlalu mengatur sampai hal terkecil)</li>
<li>Sering Menghilang di Jam Kerja</li>
<li>Pemimpin yang Plin Plan</li>
</ol>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Bahaya Lingkungan Kerja Toxic</span> </strong></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2165 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/rekan-kerja-toxic.png" alt="rekan kerja toxic" width="600" height="400" /></p>
<p>Ketidaknyamanan dalam bekerja dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, jangan dianggap remeh.</p>
<p><em>International Journal of Environmental Research and Public Health </em>mengemukakan bahwa kantor toxic bisa memengaruhi kesejahteraan karyawan bahkan menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan mentalnya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga : <a href="https://inafina.com/manajemen-waktu-yang-baik/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Manajemen Waktu yang Baik agar Tercipta <em>Work-Life Balance</em></span></a></strong></p>
<p>Tak jarang karyawan mengalami <a href="https://www.alodokter.com/ciri-ciri-burnout-dan-cara-mengatasinya#:~:text=Burnout%20merupakan%20istilah%20yang%20digunakan,Siapa%20saja%20bisa%20mengalami%20burnout." target="_blank" rel="noopener noreferrer"><em>burnout </em></a>akibat stres dan tekanan psikologis sehingga produktivitas kerja terganggu. Penelitian lain juga menyatakan tempat kerja toxic berhubungan dengan gangguan tidur. <em> </em></p>
<p>Pentingnya mengetahui ciri-ciri kantor toxic supaya kita lebih sadar terhadap kesehatan fisik dan mental diri sendiri. Ini pun juga bisa membantu Anda menetapkan ekspektasi supaya tidak terlampau kecewa.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Bagaimana Cara Menghadapi Lingkungan Kerja </strong><strong>y</strong><strong>ang Toxic?</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2166 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/cara-menghadapi-lingkungan-yang-toxic.png" alt="cara menghadapi lingkungan yang toxic" width="600" height="400" /></p>
<ol>
<li>Jangan Periksa Email Sebelum Berangkat Kerja</li>
<li>Jangan Menyalahkan Diri Sendiri</li>
<li>Tetapkan Batasan untuk Diri Sendiri</li>
<li>Jauhkan Rekan yang Menyebabkan Konflik</li>
<li>Cari Kolega yang Suportif</li>
<li>Mencoba <em>Employee Coach Program</em></li>
<li><em>Me-Time</em></li>
<li>Mengubah Pola Pikir</li>
<li>Tahu Kapan Waktu Tepat untuk <em>Resign</em></li>
</ol>
<p>Poin nomor 7 berlaku ketika semua cara tidak berhasil dilakukan, sebaiknya sebelum memutuskan resign Anda sudah mempunyai rencana cadangan.</p>
<p>Bagaimana kira-kira kantormu saat ini termasuk kantor toxic atau kondusif?</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/">Ciri-Ciri Kantor Toxic dan Cara Menghadapinya &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Respek Terhadap Bawahan Adalah Sebuah Kemuliaan</title>
		<link>https://inafina.com/respek-terhadap-bawahan-adalah-sebuah-kemuliaan/</link>
					<comments>https://inafina.com/respek-terhadap-bawahan-adalah-sebuah-kemuliaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2016 12:35:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[bekerja sama]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[melakukan introspeksi]]></category>
		<category><![CDATA[perbanyak menggunakan usulan]]></category>
		<category><![CDATA[respek terhadap bawahan]]></category>
		<category><![CDATA[sebuah kemuliaan]]></category>
		<category><![CDATA[sebuah penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem peraturan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=284</guid>

					<description><![CDATA[<p>Respek Terhadap Bawahan Adalah Sebuah Kemuliaan. Sebuah penghinaan dapat membuat orang lebih marah dibandingkan dengan kebencian dan sebuah penghargaan lebih disenangi orang dibandingkan dengan welas asih. Biasanya orang berharap agar lebih dihargai daripada disenangi oleh orang lain. Respek Terhadap Bawahan Adalah Sebuah Kemuliaan Jenderal generasi ke tiga, Toku Gawa Ke Mitsu (1604 &#8211; 1651) dari &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/respek-terhadap-bawahan-adalah-sebuah-kemuliaan/">Respek Terhadap Bawahan Adalah Sebuah Kemuliaan</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_288" aria-describedby="caption-attachment-288" style="width: 551px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com" rel="attachment wp-att-288"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-288" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/respek-inafinacom.jpg" alt="Respek Terhadap Bawahan Adalah Sebuah Kemuliaan - inafina.com" width="551" height="309" /></a><figcaption id="caption-attachment-288" class="wp-caption-text">Respek Terhadap Bawahan Adalah Sebuah Kemuliaan &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><strong><span style="color: #000000;">Respek Terhadap Bawahan Adalah Sebuah Kemuliaan.</span> </strong>Sebuah penghinaan dapat membuat orang lebih marah dibandingkan dengan kebencian dan sebuah penghargaan lebih disenangi orang dibandingkan dengan welas asih. Biasanya orang berharap agar lebih dihargai daripada disenangi oleh orang lain.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Respek Terhadap Bawahan Adalah Sebuah Kemuliaan</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2000 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/kemuliaan-scaled.jpg" alt="kemuliaan" width="2560" height="1920" /></p>
<p>Jenderal generasi ke tiga, Toku Gawa Ke Mitsu (1604 &#8211; 1651) dari Toku Gawa Baku Fu &#8211; Jepang, adalah putra ke dua dari jenderal generasi ke dua Toku Gawa Hideo.</p>
<p>Sewaktu ia memerintah, terdapat seorang pejabat tinggi bernama Do I Toshi Kachi. Karena Toku Gawa tidak menghisap rokok, maka di dalam kota dilarang menghisap rokok. Akan tetapi larangan menghisap rokok tersebut tidak mampu dilaksanakan oleh semua pihak, selalu saja ada sejumlah tentara yang menghisap dengan diam-diam.</p>
<p>Pada suatu malam, ada beberapa orang yang menghisap rokok di kedai arak dan tiba-tiba mereka dipergoki oleh Do I Toshi Kachi. Orang-orang itu pucat pasi, tak sempat lagi membuang rokok, hanya berdiri diam.</p>
<p>Do I Toshi Kachi memerintahkan mereka menutup semua jendela, kemudian ia berkata, &#8220;Maaf merepotkan kalian, siapakah yang sudi meminjami saya rokok untuk coba saya hisap?&#8221;</p>
<p>Pada mulanya mereka tidak jelas apakah maksudnya, tidak ada yang berani sembarangan bergerak. Do I Toshi Kachi mendesak sebanyak 3 kali, baru ada yang mengeluarkan rokok dan diberikan kepadanya.</p>
<p>Sesudah Do I Toshi Kachi menghisap sebanyak 3, 4 sedotan dengan nikmatnya, dan kemudian ia berkata: &#8220;Tak disangka, ternyata rokok begini hebatnya, tak heran kalau kalian tak berhasil berhenti.&#8221;</p>
<p>Sesudah berkata, Do I Toshi Kachi hendak meninggalkan tempat. Namun, satu kakinya baru saja melangkahi ambang pintu, tiba-tiba menoleh balik dan berkata, &#8220;Kejadian malam ini, saya tidak akan memberitahu Toku Gawa, tetapi mulai hari ini jangan begini lagi, Toku Gawa sangat membenci orang yang merokok.&#8221;</p>
<p>Sejak saat itu, perintah larangan merokok baru efektif dan tidak ada lagi orang yang berani menghisapnya di belakang Toku Gawa.</p>
<p>Keponakan dari Carnegie bernama Josephine, pada usia 19 tahun datang ke New York, menjadi sekretaris Carnegie. Kala itu dia baru lulus SMA dan belum memiliki pengalaman sama sekali, wajar telah melakukan sejumlah kekeliruan. Carnegie tanpa sungkan mengkritiknya. Maka dari itu, di dalam pekerjaan, Josephine merasa sangat tertekan.</p>
<p>Suatu hari, sewaktu Josephine melakukan sejumlah pekerjaannya, ia melakukan kesalahan lagi. Carnegie baru saja hendak menyemprotnya, namun ia segera berkata kepada dirinya sendiri, &#8220;Tunggu, usiamu lebih tua 2 kali lipat dibandingkan Josephine, pengalaman hidup juga lebih banyak 10.000 kali daripada dia, bagaimana mungkin mengharapkan dia mengerjakan sebaik kamu? Sewaktu umur 19 tahun, kamu mengerjakan apa? Bukankah aku juga sering melakukan kesalahan tolol semacam itu?&#8221;</p>
<p>Setelah melakukan introspeksi lalu mengetahui Josephine melakukan kekeliruan lagi, Carnegie tidak seperti dulu untuk langsung menegurnya.</p>
<p>Ia selalu tersenyum ketika berkata kepada Josephine, &#8220;Tidak masalah, ini hanyalah kesalahan kecil saja, sesungguhnya, saya barangkali lebih banyak melakukan kesalahan daripada kamu. Tidak seorangpun otomatis langsung serba bisa, sukses hanya bisa diperoleh dari membenahi kesalahan yang terus menerus, apalagi kamu lebih pandai dibandingkan saya sewaktu muda.</p>
<p>Saya sendiri juga pernah melakukan lebih banyak kebodohan, oleh karena itu, saya sama sekali tidak ingin mengkritikmu atau siapapun. Akan tetapi, coba kamu lihat, jika kamu lakukan seperti ini, bukankah hasilnya akan lebih baik?&#8221;</p>
<p>Mendengar perkataan semacam itu, Josephine tidak lagi merasa tertekan, malahan telah dipenuhi inisiatif. Kemudian, dia betul-betul menjadi seorang sekretaris yang berprestasi. Atasan menasehati bawahan, adalah perwujudan penghargaan individu tertinggi, jangan menilai segalanya berdasarkan standar diri sendiri. Dalam berkomunikasi, seharusnya demikian !</p>
<p>Matahari saja juga memiliki flek hitam, urusan manusia di dunia lebih-lebih tidak mungkin tanpa cela. Sebagai seorang atasan, kadangkala sekarang ataupun di masa lalu juga bisa mempunyai kekurangan.</p>
<p>Selalu menegur kesalahan kecil yang anak buah anda lakukan, bagaikan menggunakan kapak tajam untuk menebas seekor lalat yang hinggap di keningnya, bukankah itu terlalu berlebihan !</p>
<p>Oleh sebab itu, sebuah sistem peraturan yang keras, mungkin untuk sementara bisa membatasi karyawan keluar dari jalur, tapi sulit untuk mengambil hati karyawan.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : <a href="https://inafina.com/pentingnya-survey-kendaraan-saat-pengajuan/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Pentingnya Survey Kendaraan Saat Pengajuan Serta Keuntungannya!</span></a></span></strong></p>
<p>Jika ingin memperoleh ketulusan dan kegairahan karyawan dalam bekerja, di dalam berkomunikasi seharusnya para atasan memiliki &#8220;Hati yang seprinsip&#8221;.</p>
<p>Para pengusaha Yahudi yang terkenal beranggapan, me-<em>manage</em> karyawan seharusnya harus tegas, tetapi tidak boleh keras dan kejam, tetap harus mempertahankan kelenturan.</p>
<p>Bagaimanapun juga, setiap karyawan bukanlah orang suci, mereka mungkin berbuat kesalahan, jika atasan terlalu kencang menekannya, barangkali membuat mereka malah <a href="https://kbbi.web.id/kontraproduktif" target="_blank" rel="noopener noreferrer">kontra-produktif</a>.</p>
<p>Suatu kali, di Amerika telah terbongkar sebuah komplotan besar penyelundupan berlian, diantaranya terdapat beberapa karyawan yang tertuduh berasal dari perusahaan orang Yahudi.</p>
<p>Beberapa wartawan melacak perkembangan kasus tersebut, meminta wawancara tentang motif pelanggaran beberapa karyawan.</p>
<p>Pertanyaan salah seorang reporter wanita terkesan memojokkan. &#8220;Perusahaan anda biasanya terkenal dengan kedisiplinan yang baik, mengapa bisa muncul karyawan yang merusak citra perusahaan? Tidakkah Anda merasa kecewa? Bukankah ini menandakan bahwasanya anda tidak me-<em>manage</em> dengan ketat?&#8221;</p>
<p>Di luar dugaan, ternyata sang bos menjawab dengan sangat tenang, &#8220;Melon tidak ada yang bulat sempurna, manusiapun tidak ada yang sempurna.&#8221;</p>
<p>Karyawan perusahaan kami bagaimanapun juga adalah manusia, maka tak terelakkan lagi bisa berbuat kekeliruan, apanya yang mesti diherankan?</p>
<p>Mengenai <em>management</em> yang kurang tegas, saya pikir, bukan begitu halnya, sebaliknya, mungkin standar tuntutan saya kepada mereka terlalu tinggi. Karena kami orang Yahudi menuntut nilai 100 hanya kepada Tuhan dan mesin, tuntutan kepada manusia selamanya adalah nilai 64 (Orang Yahudi menganggap nilai 64 sebagai angka minimal kelulusan).</p>
<p>Perbanyak menggunakan usulan, kurangi menggunakan perintah, baru bawahan bisa menerima dengan senang hati, menurut dan mampu bekerja sama dengan baik.</p>
<p>Namun, Anda bisa mencoba suatu metode yang lain, yaitu memujinya terlebih dahulu, apalagi jika hatinya sedang berbunga, barulah tunjukkan dimana kekurangannya, percayalah ia pasti bisa menerima dengan rendah hati, malah bisa merasa berterima kasih kepada anda.</p>
<p>Makna yang sama, tapi dengan cara penyampaian yang berbeda, efeknya bisa tidak sama, tingkat penerimaan seseorang juga bisa tidak sama.</p>
<p>Carnegie merubah cara berkomunikasinya, barulah ia dapat mencapai tujuan agar keponakannya bisa merubah kekurangan yang dimilikinya.</p>
<p>Bagaimana dapat mencapai target, pasti kita ingin agar urusan bisa langsung beres?</p>
<p>Setiap orang mempunyai cara berbeda. Akan tetapi, cara yang terbaik seharusnya menggunakan sikap yang tulus dan ikhlas, nasehat serta pengarahan yang baik, dapat dengan mudah membuat orang mengurangi kesalahan yang dilakukan.</p>
<p>Respek terhadap bawahan adalah sebuah kemuliaan. Seorang <em>manager</em> di pemerintahan kota, ketika menghendaki bawahannya datang untuk menghadap, ia tidak pernah berkata, &#8220;Silakan anda ke ruang saya sebentar!&#8221; melainkan ia bekata, &#8220;Saya menunggu Anda di kantor&#8221;. Ia juga tidak pernah berkata, &#8220;Kerjakan ini, kerjakan itu, jangan mengerjakan ini, &#8221; Melainkan selalu berkata, &#8220;Coba Anda pertimbangkan, melakukan begini bukankah lebih baik?&#8221;</p>
<p>Sesudah me-<em>review</em> sebuah surat yang dikerjakan oleh bawahannya, ia sering berkata, &#8220;Pendapat Anda tentang surat ini bagaimana?&#8221; Dan dalam memeriksa <em>draft</em> surat dari asistennya, ia selalu berkata, &#8220;Barangkali jika kita merubah kalimat ini menjadi begini, bisa agak lebih baik.&#8221;</p>
<p>Ia selalu membiarkan bawahan mencoba untuk membuatnya, agar dalam kesalahan yang mereka perbuat, mereka bisa berhasil belajar dari pengalaman.</p>
<p>Setiap orang yang mempunyai harga diri, pasti menjaga muka. Oleh karena itu, dalam prosesnya, dalam memberitahu bawahan, gunakanlah lebih banyak usulan, kurangi perintah, hal itu bukan saja bisa menghindari untuk melukai harga diri mereka, selain itu bisa membuat bawahan merasakan bahwa anda mudah dekat dengan orang, patut dihormati, kemudian mereka dengan sendirinya akan senang menerima usulan dan bekerja sama dengan baik.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/respek-terhadap-bawahan-adalah-sebuah-kemuliaan/">Respek Terhadap Bawahan Adalah Sebuah Kemuliaan</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/respek-terhadap-bawahan-adalah-sebuah-kemuliaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
