<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gaji Archives - inafina.com</title>
	<atom:link href="https://inafina.com/tag/gaji/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://inafina.com/tag/gaji/</link>
	<description>Situs Pinjaman Uang Terbaik</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 May 2022 05:33:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.1</generator>

<image>
	<url>https://inafina.com/wp-content/uploads/2017/04/inafina-1-150x150.png</url>
	<title>gaji Archives - inafina.com</title>
	<link>https://inafina.com/tag/gaji/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Resiko Yang Mungkin Terjadi Pada Kehidupan Anda</title>
		<link>https://inafina.com/resiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/</link>
					<comments>https://inafina.com/resiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2015 10:59:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[pesangon]]></category>
		<category><![CDATA[phk]]></category>
		<category><![CDATA[produk investasi]]></category>
		<category><![CDATA[resiko yang mungkin terjadi]]></category>
		<category><![CDATA[simpanan uang]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=100</guid>

					<description><![CDATA[<p>Resiko Yang Mungkin Terjadi Pada Kehidupan Anda. Bayangkan Anda adalah pria berusia berusia 37 tahun, memiliki istri dan tiga orang anak yang masih dibiayai secara bulanan, baik hidupnya maupun sekolahnya. Di rumah, hanya Anda yang bekerja, sementara istri Anda seorang ibu rumah tangga. Simpanan uang di keluarga kebetulan tidak banyak, hanya sekitar 32 juta. Anda &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/resiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/">Resiko Yang Mungkin Terjadi Pada Kehidupan Anda</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_101" aria-describedby="caption-attachment-101" style="width: 821px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-101 size-full" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/resiko-inafina.jpg" alt="Resiko yang mungkin terjadi pada kehidupan Anda - inafina.com" width="821" height="500" /></a><figcaption id="caption-attachment-101" class="wp-caption-text">Resiko yang mungkin terjadi pada kehidupan Anda &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Resiko Yang Mungkin Terjadi Pada Kehidupan Anda</strong></span>. Bayangkan Anda adalah pria berusia berusia 37 tahun, memiliki istri dan tiga orang anak yang masih dibiayai secara bulanan, baik hidupnya maupun sekolahnya.</p>
<p>Di rumah, hanya Anda yang bekerja, sementara istri Anda seorang ibu rumah tangga.</p>
<p>Simpanan uang di keluarga kebetulan tidak banyak, hanya sekitar 32 juta.</p>
<p>Anda kebetulan juga tidak memiliki produk investasi lain dan memiliki gaji sebesar 4 juta.</p>
<p>Pertanyaan sederhananya adalah “apa yang terjadi kalau Anda meninggal dunia?”</p>
<p>Secara keuangan, sudah jelas, gaji Anda berhenti. Mungkin kantor Anda akan berbaik hati memberikan pesangon, tetapi jumlahnya mungkin sangat sedikit.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>(<span style="color: #000000;">Baca juga:</span></strong> <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://inafina.com/gadai-bpkb-mobil/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Gadai BPKB Mobil Tanpa BI Checking</strong></a></span><strong>)</strong></p>
<p>Anggap saja pesangon yang diterima hanya enam bulan gaji Anda. Sekarang, siapa yang akan membiayai hidup orang-orang yang Anda tinggalkan?</p>
<p>Keluarga Anda mungkin akan memakai uang pesangon plus mencairkan depositonya. Akan tetapi, sampai kapan uang itu bertahan?  Cepat atau lambat pasti akan habis.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Resiko Yang Mungkin Terjadi Pada Kehidupan Anda</strong></span></h2>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-1884 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/jenis-jenis-risiko-dan-contohnya-scaled.jpg" alt="jenis-jenis risiko dan contohnya" width="2560" height="1920" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Disinilah pentingnya melakukan proteksi sehingga kalau terjadi satu resiko, apapun resiko itu, orang yang Anda tinggalkan tidak perlu lagi menderita secara keuangan.</p>
<p>Resiko yang mungkin terjadi pada kehidupan Anda antara lain :</p>
<ol>
<li>Kematian</li>
<li>Kecelakaan</li>
<li>Sakit</li>
<li>Musibah pada rumah</li>
<li>Musibah pada kendaraan</li>
<li>Pemutusan hubungan kerja (PHK)</li>
</ol>
<p>Tiga hal yang bisa Anda lakukan untuk memproteksi akibat resiko :</p>
<ol>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Asuransi</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-1881 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/contoh-risiko-dalam-kehidupan-sehari-hari-scaled.jpg" alt="contoh risiko dalam kehidupan sehari hari" width="2560" height="1707" /></p>
<p>Dengan memiliki asuransi, segala resiko dapat diantisipasi, jika ingin menggunakan asuransi sebelumnya tentukan sesuai kebutuhan jangan sekedar ikut-ikutan.</p>
<ol>
<li><strong style="color: #000000;">Dana cadangan</strong></li>
</ol>
<p>Sebagai seorang karyawan, apakah Anda terus-menerus tidak pernah memiliki uang tunai di rekening tabungan Anda?</p>
<p>Bagaimana jika Anda di PHK atau <em>resign</em> karena tidak tahan kondisi di kantor? Dan seberapa besar jumlah dana cadangan yang sebaiknya dimiliki untuk antisipasi jika Anda sudah tidak memiliki pekerjaan?</p>
<p>Anggap saja bila Anda di PHK, Anda akan hidup dari dana cadangan untuk beberapa bulan sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan kembali.</p>
<p>Berapa jumlahnya? Idealnya sekitar 3, 6 hingga 12 bulan pengeluaran keluarga Anda.</p>
<p>Jadi, kalau pengeluaran keluarga Anda saat ini Rp 1 Juta per bulan, berarti Anda harus mempunyai dana cadangan sebesar 3 hingga 12 juta perbulan.</p>
<p>Anggap saja 6 juta. Ini berarti, kalau Anda di PHK hari ini juga dan tidak mendapatkan uang pesangon, Anda masih mempunyai uang untuk membayar pengeluaran keluarga selama 6 bulan kedepan walaupun Anda tidak digaji lagi.</p>
<p>Jadi tunggu apa lagi? Segera kumpulkan dana cadangan sekarang juga. Jangan sampai ketika Anda di PHK dan tidak mendapat <a href="https://accurate.id/ekonomi-keuangan/uang-pesangon/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">uang pesangon</a>, Anda dan keluarga sengsara.</p>
<ol start="3">
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Miliki sumber penghasilan di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terus-menerus</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1883" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/contoh-manajemen-risiko-dalam-kehidupan-sehari-hari-scaled.jpg" alt="contoh manajemen risiko dalam kehidupan sehari-hari" width="2560" height="1707" /></p>
<p>Sekarang saya ingin mengajak Anda untuk jujur kepada diri Anda sendiri. Kapan terakhir kali Anda merasa bahwa bekerja sebagai seorang karyawan bisa membuat Anda kaya?</p>
<p>Seperti yang sudah kita ketahui namun tetap belum membuat kita sadar bahwa menjadi karyawan bukan jaminan bisa membuat kita kaya.</p>
<p>Sebaliknya, membuka usaha sendiri pun belum tentu bisa membuat Anda kaya. Buktinya, banyak usahawan muda yang penghasilannya sangat besar, tapi ketika akhir bulan, sering kali penghasilan itu habis begitu saja.</p>
<p>Anda harus mengelola penghasilan yang masuk, seberapa pun besar atau kecilnya perusahaan itu</p>
<p>Kesimpulannya, kalau Anda bekerja, cobalah tidak hanya untuk alasan materi saja, tapi berkerjalah untuk bisa memiliki taman-teman baru atau mendapatkan keahlian baru.</p>
<p>Prinsipnya, cobalah bekerja tidak hanya demi “uang”. Hidup Anda akan membosankan.</p>
<p>Rintislah sebuah bisnis mulai dari yang kecil terlebih dahulu, jika Anda tidak percaya diri membangun sebuah bisnis, cobalah menjadi agen asuransi atau broker saham, profesi tersebut bisa dilakukan tanpa modal dan tidak mengganggu pekerjaan utama Anda.</p>
<p>Dan jika masih ingin menjalankan bisnis sendiri namun dana tidak mencukupi, manfaatkanlah BPKB dan Sertifikat Anda untuk mendapatkan modal usaha.</p>
<p>Anda bisa ke <a href="https://inafina.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">inafina.com</a> untuk mencari pinjaman uang dengan bunga rendah dan cepat cair.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/resiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/">Resiko Yang Mungkin Terjadi Pada Kehidupan Anda</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/resiko-yang-mungkin-terjadi-pada-kehidupan-anda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bedakan Kebutuhan dan Keinginan, Penting ! &#8211; Inafina.com</title>
		<link>https://inafina.com/bedakan-kebutuhan-dan-keinginan/</link>
					<comments>https://inafina.com/bedakan-kebutuhan-dan-keinginan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2015 10:26:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pokok]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan dan keinginan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[mendahulukan keinginan]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan dan deposito]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=89</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bedakan kebutuhan dan keinginan. Pernahkah Anda melihat orang yang profilnya persis sama dengan Anda? Oke, katakan saja Anda seorang wanita berusia 30an. Anda seorang ibu rumah tangga. Suami Anda berusia 35 tahun, bekerja di sebuah perusahaan besar sebagai manajer. Anda dikaruniai dua orang anak, satu masih duduk di kelas 1 SD dan yang satu lagi &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/bedakan-kebutuhan-dan-keinginan/">Bedakan Kebutuhan dan Keinginan, Penting ! &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_90" aria-describedby="caption-attachment-90" style="width: 656px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com/"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-90 size-full" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/inafina-butuh-ingin.jpg" alt="Bedakan Kebutuhan dan Keinginan - inafina.com" width="656" height="444" /></a><figcaption id="caption-attachment-90" class="wp-caption-text">Bedakan Kebutuhan dan Keinginan &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><strong>Bedakan kebutuhan dan keinginan.</strong> Pernahkah Anda melihat orang yang profilnya persis sama dengan Anda? Oke, katakan saja Anda seorang wanita berusia 30an.</p>
<p>Anda seorang ibu rumah tangga. Suami Anda berusia 35 tahun, bekerja di sebuah perusahaan besar sebagai manajer.</p>
<p>Anda dikaruniai dua orang anak, satu masih duduk di kelas 1 SD dan yang satu lagi di TK. Anda tinggal di pinggiran sebuah kota yang cukup besar di Jawa. Katakan saja penghasilan Anda sekeluarga sekitar sekian juta rupiah perbulan.</p>
<p>Menariknya, Anda melihat ada seorang wanita yang profilnya sama seperti Anda. Berumur sekitar 30an, ibu rumah tangga, suami berusia 37 tahun yang bekerja sebagai manajer senior dengan penghasilan kurang lebih sama dengan keluarga Anda.</p>
<p>Mereka juga dikaruniai dua orang anak, yang pertama kelas 3 SD dan yang kedua mau masuk SD. Tempat tinggal mereka pun ternyata tidak jauh dari area Anda.</p>
<p>Apa yang membuat penasaran, keluarga yang Anda lihat itu – walaupun berpenghasilan kurang lebih sama dengan keluarga Anda – bisa memiliki gaya hidup yang serba berkecukupan.</p>
<p>Tidak mewah, tapi cukup. Mereka sepertinya tidak pernah kehabisan uang setiap tanggal 20, bisa mempunyai reksadana, dan selalu bisa membayar pengeluaran-pengeluarannya.</p>
<p>Sementara keluarga Anda, baru tanggal berapa uang sudah habis, rasanya penghasilan Anda tidak pernah cukup.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang, kok bisa? Apa yang membedakannya?</p>
<p>Kalau dua keluarga memiliki penghasilan kurang lebih sama, usia sama, semua profilnya sama, tapi yang satu selalu bisa hidup berkecukupan sementara keluarga yang satu lagi tidak, biasanya keadaan ini disebabkan oleh perbedaan keinginan, bukan perbedaan kebutuhan.</p>
<p>Kebutuhan dua keluarga tersebut kurang lebih sama. Bahan pokok, transportasi, telepon, pulsa, hp dan seterusnya, pasti sama.</p>
<p>Pembedanya adalah keinginan yang tidak ada batasnya, sementara keluarga yang satu lagi tidak. Bisa juga dua keluarga tersebut memiliki keinginan yang sama banyaknya, tapi keluarga yang satu bisa mengendalikannya sehingga bisa memiliki tabungan dan deposito.</p>
<p>Sebaliknya, keluarga yang satunya lagi tidak bisa mengendalikan keinginan sehingga tidak bisa memiliki tabungan dan deposito.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Pentingnya Mengetahui Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan</span></strong></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1879 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/gambar-perbedaan-kebutuhan-dan-keinginan-scaled.jpg" alt="gambar perbedaan kebutuhan dan keinginan" width="2560" height="1707" /></p>
<p>Masih bingung juga? sebenarnya apa sih <a href="https://www.jurnal.id/id/blog/2017-pengertian-kebutuhan-keinginan-dan-perbedaannya/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">perbedaan kebutuhan dan keinginan</a>?</p>
<p>Dari segi bahasa, “butuh” adalah kata sifat yang menunjukkan bahwa Anda memang harus melakukan satu hal (apa pun itu) karena memang di-”butuh”-kan. Misalnya, membayar ini atau membayar itu yang memang menjadi kebutuhan.</p>
<p>Sebaliknya, “ingin” menunjukkan bahwa tindakan yang Anda lakukan lebih karena Anda memang meng-“ingin”-kannya.</p>
<p>Pada kenyataannya, “butuh” dan “ingin” juga memiliki perbedaan-perbedaan lain yang sering kali tidak kita sadari sehingga kita sering melanggarnya.</p>
<p>Pertama, “butuh” adalah satu hal yang harus kita prioritaskan, sementara “ingin” bisa dilakukan setelah yang ”butuh” terpenuhi.</p>
<p>Namun faktanya, kebanyakan kita sering kali memakai gaji untuk hal-hal yang memang kita “inginkan” terlebih dahulu sebelum membeli hal-hal yang kita “butuhkan”.</p>
<p>Jadi, pantas saja banyak orang yang sudah kehabisan uang bahkan sebelum mereka membeli kebutuhan-kebutuhannya. Ini terjadi karena mereka mendahulukan keinginan daripada kebutuhan.</p>
<p>Kedua “butuh” umumnya ada batasnya, tapi “ingin” biasanya tidak. Kebutuhan membeli bahan pokok, membayar transportasi, pulsa, HP, pasti ada batasan rupiahnya, jumlahnya pasti segitu-gitu saja.</p>
<p>Akan tetapi, “ingin”, biasanya tidak ada batasnya. Apapun yang Anda lihat di toko atau di mall saat ini bisa jadi Anda inginkan.</p>
<p>Bahkan setiap kali Anda datang ke toko atau mall, setiap kali itu juga biasanya keinginan Anda untuk membeli jadi besar.</p>
<p>Tidak ada jaminan bahwa keinginan Anda setiap bulan akan terus sama jumlahnya kalau dilihat dari rupiahnya.</p>
<p>Bisa jadi lebih besar pada bulan tertentu, menurun di bulan berikutnya, tapi meningkat dua kali dibanding bulan pertama pada bulan ketiga.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : <a href="https://inafina.com/beli-rumah-murah/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Beli Rumah Murah Berkualitas Bagus? Kenapa Tidak</span></a></span></strong></p>
<p>Jadi, kenapa gaji Anda sering kali habis? Pada beberapa kasus adalah karena kita, selain mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, juga memiliki keinginan tidak terbatas.</p>
<p>Padahal, kalau hanya difokuskan pada kebutuhan, biasanya gaji Anda cukup.</p>
<p>Ketiga, “butuh” biasanya tidak selalu Anda inginkan, dan “ingin” biasanya tidak selalu Anda “butuhkan”.</p>
<p>Apapun yang Anda beli karena Anda butuhkan seperti bahan pokok, pulsa, tagihan listrik dan lainnya tidak selalu Anda inginkan. Beberapa diantaranya bahkan tidak Anda inginkan sama sekali, tapi karena Anda butuh, ya Anda beli.</p>
<p>Sebaliknya, barang-barang yang Anda beli karena memang “ingin”, kadang-kadang tidak selalu Anda butuhkan, tetapi tetap Anda beli karena memang diinginkan.</p>
<p>Baju bagus misalnya (padahal baju Anda sudah penuh sampai satu lemari), HP keluaran terbaru, atau hal-hal semacam itu.</p>
<p>Agar Anda tidak kesulitan keuangan, maka prioritaskanlah kebutuhan daripada keinginan.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/bedakan-kebutuhan-dan-keinginan/">Bedakan Kebutuhan dan Keinginan, Penting ! &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/bedakan-kebutuhan-dan-keinginan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif &#8211; Inafina.com</title>
		<link>https://inafina.com/beli-dan-miliki-sebanyak-mungkin-harta-produktif/</link>
					<comments>https://inafina.com/beli-dan-miliki-sebanyak-mungkin-harta-produktif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2015 10:05:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[barang ciptaan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[harta konsumtif]]></category>
		<category><![CDATA[harta produktif]]></category>
		<category><![CDATA[harta yang disewakan]]></category>
		<category><![CDATA[produk investasi]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=79</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam mengelola gaji Anda sebagai seorang karyawan. Anggap saja Anda memutuskan membaca artikel Beli dan miliki sebanyak mungkin harta produktif ini di rumah. Anda duduk di sofa yang nyaman di depan laptop, menyilangkan kaki Anda di atas kursi sambil membaca. Disamping Anda tersedia segelas minuman yang siap memuaskan dahaga Anda. Sekarang, saya minta Anda berhenti &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/beli-dan-miliki-sebanyak-mungkin-harta-produktif/">Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_80" aria-describedby="caption-attachment-80" style="width: 606px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-80 size-full" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/inafina-aset.jpg" alt="Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif - inafina.com" width="606" height="327" /></a><figcaption id="caption-attachment-80" class="wp-caption-text">Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p>Dalam mengelola gaji Anda sebagai seorang karyawan. Anggap saja Anda memutuskan membaca artikel Beli dan miliki sebanyak mungkin harta produktif ini di rumah.</p>
<p>Anda duduk di sofa yang nyaman di depan laptop, menyilangkan kaki Anda di atas kursi sambil membaca.</p>
<p>Disamping Anda tersedia segelas minuman yang siap memuaskan dahaga Anda. Sekarang, saya minta Anda berhenti sebentar membaca artikel di blog inafina.com ini dan melihat ke sekeliling selama 10 detik.</p>
<p>Sudah?</p>
<p>Jika belum, sekali lagi, taruh sebentar laptop Anda, lalu lihat ke sekeliling Anda. Saya hanya minta waktu 10 detik untuk melakukannya.</p>
<p>Sudah Anda lakukan?</p>
<p>Oke.</p>
<p>Pertanyaan saya sederhana, barang-barang apa saja yang Anda lihat di depan mata Anda selama 10 detik tadi?</p>
<p>Mungkin Anda mulai berpikir, sebuah televisi, komputer, laptop, telepon, handphone, perabot rumah, hiasan dinding, meja makan, dan seterusnya.</p>
<p>Daripada Anda sekedar melihat ke sekeliling selama 10 detik, bagaimana kalau saya minta Anda melakukan satu hal sederhana berikut.</p>
<p>Ambil kertas kosong dan pulpen. Tuliskan barang-barang yang sudah Anda miliki di rumah.</p>
<p>Contoh :</p>
<ul>
<li>Televisi</li>
<li>Laptop</li>
<li>Komputer</li>
<li>Perabot rumah</li>
<li>Hiasan dinding</li>
<li>Meja makan</li>
<li>Dan sebagainya</li>
</ul>
<p>Tulislah sekarang sebanyak mungkin.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://inafina.com/rumus-menjadi-kaya/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Rumus Menjadi Kaya Para Milarder yang Bisa Kamu Tiru</span></a></strong></span></p>
<p>Setelah Anda tulis, maka Anda akan sadar betapa banyaknya harta konsumtif yang Anda miliki. Kebanyakan kita tidak menyadari bahwa setiap bulan lebih banyak membeli barang yang termasuk harta konsumtif.</p>
<p>Bahkan, kalau Anda perhatikan, setiap tanggal muda setelah menerima gaji, orang selalu memenuhi mall atau pusat perbelanjaan hanya untuk menambah barang-barang di rumahnya., entah itu betul-betul diperlukan diperlukan atau tidak.</p>
<p>Ya, mall dan pusat perbelanjaan memang menjadi sentra barang-barang konsumtif, dan sadar atau tidak, kita selalu pergi ke situ tanpa pernah berusaha memiliki harta produktif.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang adalah apakah Anda tidak mempunyai barang konsumtif? Boleh-boleh saja, tapi jangan lupa menumpuk dan menambah koleksi harta produktif, supaya kelak kalau gaji Anda berhenti, Anda bisa tetap mempunyai penghasilan dari harta produktif.</p>
<p>Jangan mengira harta produktif itu sesuatu yang sangat mahal dan hanya bisa dimiliki dengan uang yang sangat banyak.</p>
<p>Jangan lupa, produk tabungan di bank pun tergolong harta produktif kalau Anda memakainya untuk investasi dan tidak pernah diambil, biarpun pada saat ini bunganya kecil.</p>
<h2><span style="color: #000000;">Golongan Harta Produktif</span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1876 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/contoh-barang-produktif-scaled.jpg" alt="contoh barang produktif" width="2560" height="1719" /></p>
<p>Terdapat empat kelompok harta produktif yang bisa memberikan penghasilan untuk Anda, antara lain :</p>
<h3><span style="color: #000000;">1.<strong> Produk investasi</strong></span></h3>
<p>Produk investasi adalah salah satu jenis harta yang bisa memberikan penghasilan kepada Anda, baik penghasilan rutin maupun penghasilan yang hanya sesekali atau bahkan sekali saja. Contoh produk investasi adalah deposito, reksadana, saham, emas, tanah, properti, dll.</p>
<h3>2. <span style="color: #000000;"><strong>Bisnis</strong></span></h3>
<p>Banyak orang yang menyisihkan gaji setiap bulan untuk dijadikan modal bisnis. Tidak semua bisnis memerlukan modal besar.</p>
<p>Beberapa orang malah mengaku tidak membutuhkan modal besar ketika memulai sebuah bisnis. Bisnis yang bergerak di bidang jasa sering kali tidak membutuhkan modal besar, kecuali untuk sejumlah peralatan kantor sederhana yang bisa dibeli dengan menyisihkan sebagian kecil dari gaji Anda selama enam bulan gaji.</p>
<p>Bisnis adalah salah satu harta produktif yang bisa Anda miliki. Banyak orang yang masih takut memulai sebuah bisnis karena takut gagal.</p>
<p>Saran saya, mulai saja. Anda tidak akan pernah tahu bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan kecuali Anda memulainya , <a href="https://www.autogadai.com/anda-butuh-modal-kami-solusinya/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">anda butuh modal kami solusinya</a>.</p>
<h3><span style="color: #000000;">3. <strong>Harta yang disewakan</strong></span></h3>
<p>Sebuah harta yang konsumtif, bila Anda menyewakannya dan bisa mendapatkan uang dari situ, maka bisa disebut harta produktif.</p>
<p>Harta apa saja yang bisa Anda sewakan? Banyak. Sebuah rumah bisa disewakan, mobil dan motor juga bisa disewakan, bahkan, Anda bisa membuat gerobak nasi goreng untuk Anda sewakan secara harian kepada seorang penjual nasi goreng dan masih banyak harta konsumtif lainnya yang masih bisa Anda sewakan seperti komputer untuk rental dan laptop.</p>
<p>Hindari untuk menjual barang atau aset jika Anda sedang membutuhkan uang. Lebih baik Anda menggadaikan aset Anda tersebut di lembaga gadai. Contohnya adalah <a href="https://inafina.com/gadai-bpkb-mobil" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Gadai BPKB Mobil</a>, Motor atau Sertifikat yang dimiliki.</p>
<p>Hal tersebut bisa lebih produktif dibanding harus menjual aset karena barang masih bisa kita gunakan dan uang tetap kita dapatkan.</p>
<h3><span style="color: #000000;">4. <strong>Barang ciptaan</strong></span></h3>
<p>Barang ciptaan adalah salah satu harta produktif yang bisa Anda buat sendiri. Banyak orang bisa membuat sesuatu, memproduksinya secara massal (entah menggunakan modal sendiri atau modal orang lain), menjualnya dan mendapatkan royalti.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/beli-dan-miliki-sebanyak-mungkin-harta-produktif/">Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/beli-dan-miliki-sebanyak-mungkin-harta-produktif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
