<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tips wawancara Archives - inafina.com</title>
	<atom:link href="https://inafina.com/tag/tips-wawancara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://inafina.com/tag/tips-wawancara/</link>
	<description>Situs Pinjaman Uang Terbaik</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 May 2022 01:48:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.1</generator>

<image>
	<url>https://inafina.com/wp-content/uploads/2017/04/inafina-1-150x150.png</url>
	<title>tips wawancara Archives - inafina.com</title>
	<link>https://inafina.com/tag/tips-wawancara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sikap Saat Interview yang Baik dan Benar</title>
		<link>https://inafina.com/sikap-saat-interview/</link>
					<comments>https://inafina.com/sikap-saat-interview/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2020 06:31:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[tips wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/?p=1693</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sikap saat interview juga akan mempengaruhi kamu untuk diterima di suatu perusahaan sebab apabila sejak awal sudah memberikan kesan kurang bagus maka menyebabkan penilaian dari HRD buruk mau sepintar apapun kamu menjawab pertanyaan. Rasanya wajar kalau kamu merasa gugup ketika baru pertama kali di wawancarai, namun tetap harus menjaga sikap. Persiapan umum yang dilakukan para &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/sikap-saat-interview/">Sikap Saat Interview yang Baik dan Benar</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-1698 aligncenter" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2020/06/sikap-saat-interview.jpg" alt="sikap saat interview" width="1000" height="667" /></p>
<p>Sikap saat interview juga akan mempengaruhi kamu untuk diterima di suatu perusahaan sebab apabila sejak awal sudah memberikan kesan kurang bagus maka menyebabkan penilaian dari HRD buruk mau sepintar apapun kamu menjawab pertanyaan.</p>
<p>Rasanya wajar kalau kamu merasa gugup ketika baru pertama kali di wawancarai, namun tetap harus menjaga sikap.</p>
<p>Persiapan umum yang dilakukan para calon pekerja adalah mencari pertanyaan, jawaban serta latihan wawancara di depan kaca atau bersama <em>partner</em>.</p>
<p>Karena terlalu berfokus untuk menjawab pertanyaan membuat kamu jadi lupa bahwa orang HRD juga memperhatikan bahasa tubuh sedari awal.</p>
<p>Fungsi <em>interview</em> baik secara umum atau keperluan perusahaan yaitu :</p>
<ol>
<li>Menghindari kesalahan informasi</li>
<li>Data pelengkap awal</li>
<li>Informasi yang didapatkan menyeluruh, akurat, mendalam dan jujur</li>
<li>Menggali informasi lain untuk melihat perspektif baru dari suatu permasalahan</li>
</ol>
<p>Suasana kondusif dan tidak kaku harus pewawancara bangun agar narasumber dapat menjawab pertanyaan senyaman mungkin tanpa adanya tekanan.</p>
<p>Untuk mengetahui bahwa pewawancara adalah seseorang profesional ketahuilah dari beberapa ciri-ciri dibawah :</p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Bersikap netral</span> </strong></p>
<p>Tidak memberikan komentar setuju atau tidak setuju terhadap setiap pernyataan narasumber sehingga harus bersikap netral, sama kepala beda isi dan pikiran.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Ramah </strong></span></p>
<p>Ramah tamah adalah sikap yang wajib dimiliki oleh seorang pewawancara agar narasumber merasa dihargai dan nyaman.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Adil </strong></span></p>
<p>Menghargai narasumber mau darimana pun mereka berasal tanpa memandang remeh agar tidak bias, adalah ciri ketiga pewawancara yang profesional.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Menghindari ketegangan</strong></span></p>
<p>Terakhir adalah mampu menghindari ketegangan ketika menyampaikan pertanyaan atau menerima repon narasumber sebisa mungkin jangan sampai keluar dari topik agar narasumber tidak merasa sedang di uji.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Apa itu <em>Interview</em>?</span> </strong></h3>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-1699 aligncenter" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2020/06/cara-interview-yang-baik-agar-diterima.jpg" alt="cara interview yang baik agar diterima" width="1000" height="667" /></p>
<p><em>Interwiew</em> atau wawancara merupakan proses percakapan antara 2 orang atau lebih dan berlangsung dalam beberapa penting sesuai kebutuhan.</p>
<p>Orang yang mencari informasi disebut dengan interviewer sedangkan pemberi informasi disebut narasumber atau interviewee.</p>
<p>Berdasarkan pendapat para ahli ini beberapa pengertian mengenai <em>interview</em> :</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Arikunto</strong> </span>= Dialog yang dilakukan pewawancara untuk memperoleh informasi dari tangan pertama / narasumber.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Koentjaraningrat</strong></span> = wawancara menurut beliau merupakan metode untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas tertentu, mencoba memperoleh informasi secara lisan dan langsung dengan responden.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://inafina.com/usaha-yang-bagus-setelah-phk/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Usaha yang Bagus Setelah PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)</span></a></strong></span></p>
<p>Proses wawancara dapat dibedakan menjadi beberapa hal berikut :</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Bebas</strong></span></p>
<p>Percakapan atau dialog yang dilakukan pewawancara kepada narasumber tanpa menyusun pertanyaan sebelumnya. Wawancara tidak terstruktur merupakan istilah lain dari poin pertama ini.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Terpimpin </strong></span></p>
<p>Pertanyaan sudah dibuat sebelumnya, pewawancara akan melempar pertanyaan secara berurutan. Istilah lainnya adalah wawancara berstruktur berbanding terbalik dengan poin pertama.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Individual</strong></span></p>
<p>Dilakukan oleh narasumber tunggal atau satu orang contohnya adalah <em>interview</em> kerja karena dari awal kamu sudah di nilai secara tidak langsung maka jagalah sikap saat <em>interview</em>.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Konferensi</strong></span></p>
<p>Merupakan proses wawancara dengan beberapa responden terkait atau sejumlah kelompok.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Terbuka </strong></span></p>
<p>Jenis pertanyaan bebas tidak mengikat (<em>out of topik</em>) respon jawabannya pun bisa panjang lebar sesuai pendapat narasumber.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Tertutup</strong></span></p>
<p>Terakhir adalah wawancara tertutup jenis pertanyaanya pun terbatas contohnya kuisioner. Lembaran pertanyaan sudah disediakan sebelumnya dan kita tinggal mengisinya.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Apa Tujuan dari Wawancara?</span> </strong></h3>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-1700 aligncenter" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2020/06/pertanyaan-saat-interview.jpg" alt="pertanyaan saat interview" width="1000" height="862" /></p>
<p>Wawancara mempunyai tujuan sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Mendapatkan data dari tangan pertama</li>
<li>Mengumpulkan informasi secara lengkap</li>
<li>Menguji hasil data yang sebelumnya terkumpul</li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Apa Saja Persiapan Sebelum Melakukan Proses Wawancara Kerja?</strong></span></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1701 aligncenter" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2020/06/tangan-di-atas-meja-saat-wawancara.jpg" alt="tangan di atas meja saat wawancara" width="1000" height="667" /></p>
<p>Sebelum kamu melakukan proses wawancara selain harus menjaga sikap saat <em>interview, </em>ini lah yang harus dipersiapkan :</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Riset Perusahaan yang Kamu Lamar</strong></span></h4>
<p>Mencari tahu secara lengkap mengenai perusahaan yang kamu lamar bergerak dalam bidang apa merupakan pertanyaan pertama yang diajukan pihak HRD setelah memperkenalkan diri.</p>
<p>Cara mencari informasi secara lengkap dan mudah adalah di <em>website</em> perusahaan cari tahu juga info lengkapnya di <em>social media </em>biasanya mereka sering “memperlihatkan” aktivitas yang dilakukan.</p>
<p>Sampaikan pertanyaan kepada pihak HRD ketika proses wawancara selesai secara tidak langsung bisa menjadi poin tambahan di mata HRD.</p>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Memahami Potensi Diri</span> </strong></h4>
<p>Potensi, kelebihan dan kekurangan diri harus kamu pahami untuk menyakinkan pihak rekruter atau HRD. Potensi disini dapat berupa karakter, keterampilan dan bakat yang kamu miliki.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pelajari <em>Jobdesk</em> yang Kamu Lamar</strong></span></h4>
<p>Memahami tentang deskripsi pekerjaan yang kamu lamar mau apapun jurusan kamu ketika kuliah bukanlah menjadi masalah sebab banyak loh perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan yang bisa dilamar semua jurusan. Contoh : kuliah jurusan teknologi melamar sebagai marketing asal kamu merasa yakin dan paham mengenai deskripsi pekerjaan tersebut tidak masalah.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pakaian Harus Sesuai</strong></span></h4>
<p>Rapi, sopan dan bersih sudah cukup tidak perlu menggunakan pakaian mahal dan aksesoris berlebihan.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Siapkan Kelengkapan Dokumen</strong></span></h4>
<p>Satu hari sebelum wawancara persiapkan dokumen yang dibutuhkan cek kembali jangan sampai ada yang terlupa.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Latihan Wawancara</strong></span></h4>
<p>Lakukan latihan wawancara dengan temanmu atau berlatih di depan kaca agar tidak canggung ketika bertemu pihak rekruter atau HRD sehingga lebih luwes dalam menjawab pertanyaan.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Jangan Lupa Rapikan Social Mediamu</strong></span></h4>
<p>Kecanggihan teknologi di era sekarang sangatlah memudahkan para rekruter atau pihak HRD untuk mengecek akun sosial media para calon tenaga kerja.</p>
<p>Melalui social media bisa saja seseorang kehilangan kesempatan bekerja karena mungkin kamu mengupload sesuatu yang sensitif alhasil merusak citra positifmu.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Sikap-Sikap saat <em>Interview</em> Kerja agar Berjalan Lancar</strong></span></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1702 aligncenter" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2020/06/etika-wawancara-kerja.jpg" alt="etika wawancara kerja" width="1000" height="667" /></p>
<p>Agar persiapan matang kamu tidak sia-sia lantaran kesalahan sepele, beginilah sikap saat <em>interview</em> yang harus kamu ketahui :</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Sopan Menyambut Rekruter</strong></span></h4>
<p>Menjaga sikap bukan hanya ketika bertemu dengan rekruter tetapi sejak awal sampai ke perusahaan tersebut. Mulailah untuk menyapa ramah satpam atau resepsionis perusahaan kemudian ucapkan terima kasih apabila diantar ke ruangan wawancara.</p>
<p>Ketika rekuter sudah memasuki ruangan segeralah berdiri dan sambut dengan senyuman ramah untuk mengurangi rasa tegang.</p>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Jabat Tangan</span> </strong></h4>
<p>Berjabat tangan dapat mencerminkan karakter dan kepribadian seseorang, jabat tangan lemah bahkan kurang semangat menandakan bahwa kamu tidak semangat dan kurang antusias. Sedangkan kalau jabat tangan terlalu kuat menandakan anda bersemgant atau mungkin agresif.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Jaga Kontak Mata</strong></span></h4>
<p>Rasa gugup dan cemas membuat kita melihat ke semua arah untuk mengalihkan pandangan sehingga tidak fokus kepada rekruter.</p>
<p>Sebaiknya berikan tatapan alami, tarik napas agar relax duduklah dengan posisi nyaman dan jawablah setiap pertanyaan rektruker dengan sebaikn-baiknya.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Mengangguk Sambil Menyimak</strong></span></h4>
<p>Mengangguk menandakan kamu paham dan menyimak setiap pertanyaan dari rekruter jangan terlalu mengangguk berlebihan khawatinya nanti malah jadi bumerang untuk diri sendiri.</p>
<p>Seorang rekruter tahu mana orang yang benar-benar menyimak dan tidak, anggukan yang berlebihan tapi tatapan kosong malah kesannya hanya sebagai formalitas.</p>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Menggerakan Tangan Secukupnya</span> </strong></h4>
<p>Menyilangan kaki dan tangan menandakan kamu kurang nyaman dan bersikap defensif, ambilah langkah paling aman yakni meletakkan tangan di pangkuan.</p>
<p>Bila kamu tipikal orang yang suka memainkan tangan ketikan menjelaskan sesuatu tidak masalah asalkan jangan berlebihan sebab dapat membuat buyar rekruter selama proses wawancara. Mau tahu bagaimana agar kita merasa relax ketika di wawancara? baca <a href="https://glints.com/id/lowongan/menghilangkan-rasa-cemas-interview/#.XtsoRzozbIU" target="_blank" rel="noopener noreferrer">disini</a>!</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/sikap-saat-interview/">Sikap Saat Interview yang Baik dan Benar</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/sikap-saat-interview/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
