<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kepemimpinan Archives - inafina.com</title>
	<atom:link href="https://inafina.com/tag/kepemimpinan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://inafina.com/tag/kepemimpinan/</link>
	<description>Situs Pinjaman Uang Terbaik</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 May 2022 01:48:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.1</generator>

<image>
	<url>https://inafina.com/wp-content/uploads/2017/04/inafina-1-150x150.png</url>
	<title>kepemimpinan Archives - inafina.com</title>
	<link>https://inafina.com/tag/kepemimpinan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sikap Saat Interview yang Baik dan Benar</title>
		<link>https://inafina.com/sikap-saat-interview/</link>
					<comments>https://inafina.com/sikap-saat-interview/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2020 06:31:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[tips wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/?p=1693</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sikap saat interview juga akan mempengaruhi kamu untuk diterima di suatu perusahaan sebab apabila sejak awal sudah memberikan kesan kurang bagus maka menyebabkan penilaian dari HRD buruk mau sepintar apapun kamu menjawab pertanyaan. Rasanya wajar kalau kamu merasa gugup ketika baru pertama kali di wawancarai, namun tetap harus menjaga sikap. Persiapan umum yang dilakukan para &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/sikap-saat-interview/">Sikap Saat Interview yang Baik dan Benar</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-1698 aligncenter" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2020/06/sikap-saat-interview.jpg" alt="sikap saat interview" width="1000" height="667" /></p>
<p>Sikap saat interview juga akan mempengaruhi kamu untuk diterima di suatu perusahaan sebab apabila sejak awal sudah memberikan kesan kurang bagus maka menyebabkan penilaian dari HRD buruk mau sepintar apapun kamu menjawab pertanyaan.</p>
<p>Rasanya wajar kalau kamu merasa gugup ketika baru pertama kali di wawancarai, namun tetap harus menjaga sikap.</p>
<p>Persiapan umum yang dilakukan para calon pekerja adalah mencari pertanyaan, jawaban serta latihan wawancara di depan kaca atau bersama <em>partner</em>.</p>
<p>Karena terlalu berfokus untuk menjawab pertanyaan membuat kamu jadi lupa bahwa orang HRD juga memperhatikan bahasa tubuh sedari awal.</p>
<p>Fungsi <em>interview</em> baik secara umum atau keperluan perusahaan yaitu :</p>
<ol>
<li>Menghindari kesalahan informasi</li>
<li>Data pelengkap awal</li>
<li>Informasi yang didapatkan menyeluruh, akurat, mendalam dan jujur</li>
<li>Menggali informasi lain untuk melihat perspektif baru dari suatu permasalahan</li>
</ol>
<p>Suasana kondusif dan tidak kaku harus pewawancara bangun agar narasumber dapat menjawab pertanyaan senyaman mungkin tanpa adanya tekanan.</p>
<p>Untuk mengetahui bahwa pewawancara adalah seseorang profesional ketahuilah dari beberapa ciri-ciri dibawah :</p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Bersikap netral</span> </strong></p>
<p>Tidak memberikan komentar setuju atau tidak setuju terhadap setiap pernyataan narasumber sehingga harus bersikap netral, sama kepala beda isi dan pikiran.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Ramah </strong></span></p>
<p>Ramah tamah adalah sikap yang wajib dimiliki oleh seorang pewawancara agar narasumber merasa dihargai dan nyaman.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Adil </strong></span></p>
<p>Menghargai narasumber mau darimana pun mereka berasal tanpa memandang remeh agar tidak bias, adalah ciri ketiga pewawancara yang profesional.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Menghindari ketegangan</strong></span></p>
<p>Terakhir adalah mampu menghindari ketegangan ketika menyampaikan pertanyaan atau menerima repon narasumber sebisa mungkin jangan sampai keluar dari topik agar narasumber tidak merasa sedang di uji.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Apa itu <em>Interview</em>?</span> </strong></h3>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-1699 aligncenter" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2020/06/cara-interview-yang-baik-agar-diterima.jpg" alt="cara interview yang baik agar diterima" width="1000" height="667" /></p>
<p><em>Interwiew</em> atau wawancara merupakan proses percakapan antara 2 orang atau lebih dan berlangsung dalam beberapa penting sesuai kebutuhan.</p>
<p>Orang yang mencari informasi disebut dengan interviewer sedangkan pemberi informasi disebut narasumber atau interviewee.</p>
<p>Berdasarkan pendapat para ahli ini beberapa pengertian mengenai <em>interview</em> :</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Arikunto</strong> </span>= Dialog yang dilakukan pewawancara untuk memperoleh informasi dari tangan pertama / narasumber.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Koentjaraningrat</strong></span> = wawancara menurut beliau merupakan metode untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas tertentu, mencoba memperoleh informasi secara lisan dan langsung dengan responden.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://inafina.com/usaha-yang-bagus-setelah-phk/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Usaha yang Bagus Setelah PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)</span></a></strong></span></p>
<p>Proses wawancara dapat dibedakan menjadi beberapa hal berikut :</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Bebas</strong></span></p>
<p>Percakapan atau dialog yang dilakukan pewawancara kepada narasumber tanpa menyusun pertanyaan sebelumnya. Wawancara tidak terstruktur merupakan istilah lain dari poin pertama ini.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Terpimpin </strong></span></p>
<p>Pertanyaan sudah dibuat sebelumnya, pewawancara akan melempar pertanyaan secara berurutan. Istilah lainnya adalah wawancara berstruktur berbanding terbalik dengan poin pertama.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Individual</strong></span></p>
<p>Dilakukan oleh narasumber tunggal atau satu orang contohnya adalah <em>interview</em> kerja karena dari awal kamu sudah di nilai secara tidak langsung maka jagalah sikap saat <em>interview</em>.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Konferensi</strong></span></p>
<p>Merupakan proses wawancara dengan beberapa responden terkait atau sejumlah kelompok.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Terbuka </strong></span></p>
<p>Jenis pertanyaan bebas tidak mengikat (<em>out of topik</em>) respon jawabannya pun bisa panjang lebar sesuai pendapat narasumber.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Tertutup</strong></span></p>
<p>Terakhir adalah wawancara tertutup jenis pertanyaanya pun terbatas contohnya kuisioner. Lembaran pertanyaan sudah disediakan sebelumnya dan kita tinggal mengisinya.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Apa Tujuan dari Wawancara?</span> </strong></h3>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-1700 aligncenter" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2020/06/pertanyaan-saat-interview.jpg" alt="pertanyaan saat interview" width="1000" height="862" /></p>
<p>Wawancara mempunyai tujuan sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Mendapatkan data dari tangan pertama</li>
<li>Mengumpulkan informasi secara lengkap</li>
<li>Menguji hasil data yang sebelumnya terkumpul</li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Apa Saja Persiapan Sebelum Melakukan Proses Wawancara Kerja?</strong></span></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1701 aligncenter" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2020/06/tangan-di-atas-meja-saat-wawancara.jpg" alt="tangan di atas meja saat wawancara" width="1000" height="667" /></p>
<p>Sebelum kamu melakukan proses wawancara selain harus menjaga sikap saat <em>interview, </em>ini lah yang harus dipersiapkan :</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Riset Perusahaan yang Kamu Lamar</strong></span></h4>
<p>Mencari tahu secara lengkap mengenai perusahaan yang kamu lamar bergerak dalam bidang apa merupakan pertanyaan pertama yang diajukan pihak HRD setelah memperkenalkan diri.</p>
<p>Cara mencari informasi secara lengkap dan mudah adalah di <em>website</em> perusahaan cari tahu juga info lengkapnya di <em>social media </em>biasanya mereka sering “memperlihatkan” aktivitas yang dilakukan.</p>
<p>Sampaikan pertanyaan kepada pihak HRD ketika proses wawancara selesai secara tidak langsung bisa menjadi poin tambahan di mata HRD.</p>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Memahami Potensi Diri</span> </strong></h4>
<p>Potensi, kelebihan dan kekurangan diri harus kamu pahami untuk menyakinkan pihak rekruter atau HRD. Potensi disini dapat berupa karakter, keterampilan dan bakat yang kamu miliki.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pelajari <em>Jobdesk</em> yang Kamu Lamar</strong></span></h4>
<p>Memahami tentang deskripsi pekerjaan yang kamu lamar mau apapun jurusan kamu ketika kuliah bukanlah menjadi masalah sebab banyak loh perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan yang bisa dilamar semua jurusan. Contoh : kuliah jurusan teknologi melamar sebagai marketing asal kamu merasa yakin dan paham mengenai deskripsi pekerjaan tersebut tidak masalah.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pakaian Harus Sesuai</strong></span></h4>
<p>Rapi, sopan dan bersih sudah cukup tidak perlu menggunakan pakaian mahal dan aksesoris berlebihan.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Siapkan Kelengkapan Dokumen</strong></span></h4>
<p>Satu hari sebelum wawancara persiapkan dokumen yang dibutuhkan cek kembali jangan sampai ada yang terlupa.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Latihan Wawancara</strong></span></h4>
<p>Lakukan latihan wawancara dengan temanmu atau berlatih di depan kaca agar tidak canggung ketika bertemu pihak rekruter atau HRD sehingga lebih luwes dalam menjawab pertanyaan.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Jangan Lupa Rapikan Social Mediamu</strong></span></h4>
<p>Kecanggihan teknologi di era sekarang sangatlah memudahkan para rekruter atau pihak HRD untuk mengecek akun sosial media para calon tenaga kerja.</p>
<p>Melalui social media bisa saja seseorang kehilangan kesempatan bekerja karena mungkin kamu mengupload sesuatu yang sensitif alhasil merusak citra positifmu.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Sikap-Sikap saat <em>Interview</em> Kerja agar Berjalan Lancar</strong></span></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1702 aligncenter" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2020/06/etika-wawancara-kerja.jpg" alt="etika wawancara kerja" width="1000" height="667" /></p>
<p>Agar persiapan matang kamu tidak sia-sia lantaran kesalahan sepele, beginilah sikap saat <em>interview</em> yang harus kamu ketahui :</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Sopan Menyambut Rekruter</strong></span></h4>
<p>Menjaga sikap bukan hanya ketika bertemu dengan rekruter tetapi sejak awal sampai ke perusahaan tersebut. Mulailah untuk menyapa ramah satpam atau resepsionis perusahaan kemudian ucapkan terima kasih apabila diantar ke ruangan wawancara.</p>
<p>Ketika rekuter sudah memasuki ruangan segeralah berdiri dan sambut dengan senyuman ramah untuk mengurangi rasa tegang.</p>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Jabat Tangan</span> </strong></h4>
<p>Berjabat tangan dapat mencerminkan karakter dan kepribadian seseorang, jabat tangan lemah bahkan kurang semangat menandakan bahwa kamu tidak semangat dan kurang antusias. Sedangkan kalau jabat tangan terlalu kuat menandakan anda bersemgant atau mungkin agresif.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Jaga Kontak Mata</strong></span></h4>
<p>Rasa gugup dan cemas membuat kita melihat ke semua arah untuk mengalihkan pandangan sehingga tidak fokus kepada rekruter.</p>
<p>Sebaiknya berikan tatapan alami, tarik napas agar relax duduklah dengan posisi nyaman dan jawablah setiap pertanyaan rektruker dengan sebaikn-baiknya.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Mengangguk Sambil Menyimak</strong></span></h4>
<p>Mengangguk menandakan kamu paham dan menyimak setiap pertanyaan dari rekruter jangan terlalu mengangguk berlebihan khawatinya nanti malah jadi bumerang untuk diri sendiri.</p>
<p>Seorang rekruter tahu mana orang yang benar-benar menyimak dan tidak, anggukan yang berlebihan tapi tatapan kosong malah kesannya hanya sebagai formalitas.</p>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Menggerakan Tangan Secukupnya</span> </strong></h4>
<p>Menyilangan kaki dan tangan menandakan kamu kurang nyaman dan bersikap defensif, ambilah langkah paling aman yakni meletakkan tangan di pangkuan.</p>
<p>Bila kamu tipikal orang yang suka memainkan tangan ketikan menjelaskan sesuatu tidak masalah asalkan jangan berlebihan sebab dapat membuat buyar rekruter selama proses wawancara. Mau tahu bagaimana agar kita merasa relax ketika di wawancara? baca <a href="https://glints.com/id/lowongan/menghilangkan-rasa-cemas-interview/#.XtsoRzozbIU" target="_blank" rel="noopener noreferrer">disini</a>!</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/sikap-saat-interview/">Sikap Saat Interview yang Baik dan Benar</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/sikap-saat-interview/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Cangkang Kerang, Benarkah Mematikan Kreatifitas Karyawan?</title>
		<link>https://inafina.com/strategi-cangkang-kerang/</link>
					<comments>https://inafina.com/strategi-cangkang-kerang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2015 12:41:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[orang kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin yang inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[strategi cangkang kerang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=151</guid>

					<description><![CDATA[<p>Strategi Cangkang Kerang.  Setiap perusahaan pasti mempunyai strategi yang berbeda-beda dalam menemukan solusi. Karyawan yang merupakan aset perusahaan kadang tidak didengarkan sarannya hanya karena mereka dianggap bawahan. Tapi tidak semua perusahaan berbuat demikian ya.  “ide-ide saya tidak didengarkan.” “Kami sudah mencoba hal-hal seperti ini dan ditolak.” “Saya sudah menyarankan beberapa perbaikan, tetapi tidak ada kelanjutannya.” &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/strategi-cangkang-kerang/">Strategi Cangkang Kerang, Benarkah Mematikan Kreatifitas Karyawan?</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_152" aria-describedby="caption-attachment-152" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com" rel="attachment wp-att-152"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-152 size-full" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/strategi-inafina-Copy.jpg" alt="Strategi Cangkang Kerang - inafina.com" width="600" height="404" /></a><figcaption id="caption-attachment-152" class="wp-caption-text">Strategi Cangkang Kerang &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><strong><span style="color: #000000;">Strategi Cangkang Kerang. </span></strong><span style="color: #000000;"> Setiap perusahaan pasti mempunyai strategi yang berbeda-beda dalam menemukan solusi. Karyawan yang merupakan aset perusahaan kadang tidak didengarkan sarannya hanya karena mereka dianggap bawahan. Tapi tidak semua perusahaan berbuat demikian ya. </span></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>“ide-ide saya tidak didengarkan.”</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>“Kami sudah mencoba hal-hal seperti ini dan ditolak.”</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>“Saya sudah menyarankan beberapa perbaikan, tetapi tidak ada kelanjutannya.”</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>“Kami sering mengadakan pertemuan di luar perusahaan. Sepulang dari sana kami sangat bersemangat membuat rencana aksi guna mengubah dunia. Namun, kami tidak pernah melakukannya.”</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>“Kebudayaan kami adalah kebudayaan memerintah dan mengontrol. Lupakan kreativitas.”</em></p>
<p>Terdengar akrab? Itu adalah suara kesunyian. Kesunyian ide. Entah bagaimana, kita menganggap kreativitas hanya milik “orang-orang kreatif” dalam perancangan, pemasaran, periklanan, dan R&amp;D.</p>
<p>Atau orang-orang hebat dalam organisasi yang bisa menangani ide-ide besar. Namun, mereka tidak lebih kreatif dibandingkan orang lain. Pekerjaan merekalah yang berbeda.</p>
<p>Inovasi harus terjadi pada setiap level yang ada di perusahaan. Kita semua mengetahui hal itu. Namun, hal itu tidak selalu berarti para asisten administrasi akan menciptakan produk terobosan Anda berikutnya.</p>
<p>Namun, itu berarti mereka harus menemukan sesuatu di dalam kendali mereka yang lebih baik daripada sebelumnya. Setiap hari.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : <a href="https://inafina.com/perhatikan-kualitas-produk-yang-anda-jual/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Perhatikan Kualitas Produk yang Anda Jual</span></a></span></strong></p>
<p>Setelah memahami bahwa dampak akhir inovasi bergantung pada basis tanggung jawab, kekuasaaan, dan kendali seseorang, Anda mulai memahami potensi inovasi 360 derajat.</p>
<p>Semakin tinggi posisi Anda, semakin banyak dari ketiga hal itu yang Anda peroleh sehingga angka inovasi Anda pun meningkat.</p>
<p>Namun, pikirkan ini. Jika inovasi adalah pekerjaan semua orang, dimana potensi kumulatif terbesarnya berada? Berada bersama level-level yang lebih rendah.</p>
<p>Ini adalah permainan angka. Ada lebih banyak orang di garis depan, lebih banyak yang bekerja dengan <a href="https://www.danafina.com/sistem-bisnis/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">sistem bisnis</a> setiap hari, lebih banyak yang melayani pelanggan setiap hari.</p>
<p>Maka, tantangannya adalah cara menyerap kekuatan kreatif orang-orang dengan cara yang terorganisasi dan sistematis yang menyediakan tempat aman bagi semua orang yang terlibat dan mulai menanamkan disiplin sejati untuk menemukan serta memecahkan masalah.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Memulai</strong></span></p>
<p>Itu semua dimulai dengan satu tim – satu manajer dan sebuah tim yang terdiri dari maksimal sepuluh bawahan langsung.</p>
<p>Katakanlah manajernya adalah Anda. Strateginya sama, tidak soal Anda CEO atau manajer tingkat pertama, tetap ketahuilah bahwa perubahan menyebar dan terjadi lebih cepat di garis depan.</p>
<p>Sekarang, Anda membuat pengaturan di muka. Orang jepang menyebutnya <em>nemawashi</em>, suatu kata yang diambil dari praktik bonsai dan berarti “bersiap menanam”.</p>
<p>Ini bersifat politis, terang-terangan tetapi membangun.. Anda setuju untuk menerima ide atau solusi tim Anda yang mereka pilih jika hal itu memenuhi kriteria yang tepat :</p>
<ol>
<li>Tim bekerja pada wilayah umum sesuatu yang Anda rasa perlu diperhatikan, sesuatu yang perlu diperhatikan atau yang jelas-jelas memajukan sasaran saat ini.</li>
<li>Tema idenya harus berkaitan dengan sesuatu yang berada dalam basis tanggung jawab, kekuasaan, dan kendali Anda.</li>
<li>Tim sampai pada solusi tanpa biaya atau berbiaya rendah yang dapat dicoba dengan cepat dalam waktu 30 hari.</li>
<li>Tim mengerjakan masalah yang mereka semua sentuh menggunakan metodologi pemecahan masalah sistematis.</li>
<li>Proyek harus menghasilkan peningkatan nilai yang jelas, mutu, biaya,kecepatan, dll.</li>
<li>Proyek adalah eksperimen dan tidak ada yang boleh dilaksanakan secara luas sampai pembelajaran itu selesai serta terdapat kasus yang menarik untuk mempraktikannya.</li>
</ol>
<p>Sekarang, Anda telah menjamin penerimaan ide, membangun akuntabilitas yang dibutuhkan, dan melaporkan energi kolektif para individu guna mencipta serta berinovasi tanpa keraguan, takut gagal, atau banyak halangan lain yang biasanya menyebabkan rintangan bagi inovasi.</p>
<p>Hal ini dengan bagus menghindari ketiga godaan (mencari tangkapan besar, dll).</p>
<p>Ini adalah strategi cangkang kerang. Anda meyediakan penutup udara dan dukungan dari atas, tim mengangkat dari bawah. Mutiara inovasi pun dihasilkan.</p>
<p>Lalu dimana bagian khususnya Anda memulai? Nah, apa bagian terpenting dari sebuah website? Bagian yang tidak berfungsi. Maka, mulailah dari sana. Pahami masalah yang membuat Anda tidak bisa tidur di malam hari. Arahkan tim Anda kesitu.</p>
<p>Tetapi…</p>
<ul>
<li>Jangan tangani sasaran yang tidak memiliki konsensus tentang kepentingannya bagi perusahaan atau pelanggan.</li>
<li>Jangan mengarah ke bidang yang tidak jelas.</li>
<li>Jangan mengerjakan sesuatu yang hasilnya tidak akan muncul selama berbulan-bulan.</li>
<li>Jangan memilih sasaran yang sarat dengan kontroversi.</li>
<li>Jangan memilih tema-tema yang kurang menarik.</li>
<li>Jangan memiliki sesuatu yang berada di luar kendali tim.</li>
<li>Jangan membidik suatu persoalan yang sudah dipelajari atau sudah berubah.</li>
<li>Jangan menggunakannya sebagai peluang untuk melaksanakan suatu solusi yang sudah berkembang.</li>
<li>Dan jangan mengarah ke apa pun yang bukan bagian dari pekerjaan harian.</li>
</ul>
<p>Agar bisa sukses, strategi cangkang kerang, seperti strategi lain, menuntut kepemimpinan.</p>
<p>Meskipun topik besar itu tidak dibahas disini, hal tersebut perlu disinggung sedikit karena kurangnya pemimpin dan kepemimpinan pada setiap tingkat akan merusak bahkan rencana-rencana terbaik yang sudah Anda buat.</p>
<p>Dari semua definisi kepemimpinan di dunia, satu yang paling cocok dan mudah dimengerti orang awam adalah yang diberikan oleh John Seely Brown dari pusat riset palo alto yang terkenal milik xerox, yang mengatakan bahwa “pemimpin membuat makna”.</p>
<p>Definisi sederhana ini menghasilkan banyak uang. Inovasi besar sangat berkaitan dengan kepemimpinan besar.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Tiga Sifat Dasar Pemimpin yang Inovatif</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1907 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/strategi-cangkang-kerang-scaled.jpg" alt="strategi cangkang kerang" width="2560" height="1707" /></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Integritas</strong></span>, yang berasal dari secara konsisten menerima tanggung jawab dan mempertunjukkan penilaian yang sehat, yang didefiniskan sebagai melakukan hal yang besar.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Visi</strong></span>, yang berasal dari ambisi yang berlabuh kuat untuk menciptakan suatu kenyataan baru yang bisa dinikmati semua orang.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Panduan</strong></span>, yang berasal dari hasrat tulus untuk melihat orang sukses, yang dipertunjukkan melalui dukungan tanpa henti dan dorongan terus-menerus.</p>
<p>Jadi, cukup mudah untuk memahami mengapa mimpi menciptakan dan mengembangkan kesanggupan kelompok yang kuat untuk berinovasi bisa melayang lenyap bagaikan uap. Sesungguhnya, Anda bisa melakukannya dalam tiga langkah mudah.</p>
<ol>
<li>Jangan berkomitmen sepenuhnya – tanpa keyakinan penuh, Anda tidak mengumpulkan apa-apa.</li>
<li>Kelola upaya dengan kendali berlebihan – pikirkan penutup udara, bukan inspeksi tentara.</li>
<li>Delegasikan akuntabilitas Anda – tolak kepemilikan dan itu semua hancur berantakan.</li>
</ol>
<p>Dengan melihat kepala berita surat kabar, kita tahu mengapa kegagalan begitu berlimpah dalam organisasi-organisasi kita. Karena kepemimpinan yang buruk.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/strategi-cangkang-kerang/">Strategi Cangkang Kerang, Benarkah Mematikan Kreatifitas Karyawan?</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/strategi-cangkang-kerang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
