<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>calon pelanggan Archives - inafina.com</title>
	<atom:link href="https://inafina.com/tag/calon-pelanggan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://inafina.com/tag/calon-pelanggan/</link>
	<description>Situs Pinjaman Uang Terbaik</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Feb 2023 04:55:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.1</generator>

<image>
	<url>https://inafina.com/wp-content/uploads/2017/04/inafina-1-150x150.png</url>
	<title>calon pelanggan Archives - inafina.com</title>
	<link>https://inafina.com/tag/calon-pelanggan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rahasia untuk Menjadi Ahli Pemasaran yang Handal</title>
		<link>https://inafina.com/rahasia-untuk-menjadi-ahli-pemasaran-yang-handal/</link>
					<comments>https://inafina.com/rahasia-untuk-menjadi-ahli-pemasaran-yang-handal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2016 17:32:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penjualan dan Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[ahli pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[calon pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[informasi akurat]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi keberatan]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi penolakan]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[strategi pasar]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga pemasaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=299</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rahasia untuk Menjadi Ahli Pemasaran yang Handal. Apa rahasia untuk menjadi seorang ahli pemasaran yang handal dan jenius? Bagaimana caranya dan apa saja yang perlu dilakukan? Jawabannya hanya satu, yaitu tanyakan pada pelanggan apa yang mereka inginkan dan bawalah jawaban mereka pada setiap langkah Anda berikutnya. Hal ini akan sulit dilakukan kecuali Anda menyadari masalah &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/rahasia-untuk-menjadi-ahli-pemasaran-yang-handal/">Rahasia untuk Menjadi Ahli Pemasaran yang Handal</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_304" aria-describedby="caption-attachment-304" style="width: 732px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com" rel="attachment wp-att-304"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-304" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/ahli-inafina.jpg" alt="Rahasia untuk Menjadi Ahli Pemasaran yang Handal - inafina.com" width="732" height="481" /></a><figcaption id="caption-attachment-304" class="wp-caption-text">Rahasia untuk Menjadi Ahli Pemasaran yang Handal &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><strong>Rahasia untuk Menjadi Ahli Pemasaran yang Handal. </strong>Apa rahasia untuk menjadi seorang ahli pemasaran yang handal dan jenius? Bagaimana caranya dan apa saja yang perlu dilakukan? Jawabannya hanya satu, yaitu tanyakan pada pelanggan apa yang mereka inginkan dan bawalah jawaban mereka pada setiap langkah Anda berikutnya. Hal ini akan sulit dilakukan kecuali Anda menyadari masalah tersebut secara mendalam.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Rahasia untuk Menjadi Ahli Pemasaran yang Handal</strong></span></h2>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-2012 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/bahasa-marketing-penjualan-scaled.jpg" alt="bahasa marketing penjualan" width="2560" height="1709" /></p>
<p>Anda pasti senang mendengar bahwa hanya perlu satu langkah untuk mengetahui tentang apa yang diinginkan oleh para pelanggan Anda.</p>
<p>Cobalah untuk duduk bertatap muka dengan mereka. Sasaran pertama adalah mereka yang datang dan berhubungan langsung dengan bisnis Anda namun tidak membeli dari Anda.</p>
<p>Cari informasi tentang apa yang menyebabkan mereka tidak membeli produk Anda, kemudian tindak lanjuti alasan-alasan tersebut secara <a href="https://www.danafina.com/cara-berpikir-kreatif/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">kreatif</a>. Hanya ini rahasianya! Di sinilah emas berlian itu tersimpan.</p>
<p>Saya sering mendengar orang tidak siap dengan keluhan dan cerita buruk tentang bisnis mereka, atau karena alasan tidak ingin mengganggu pelanggan mereka.</p>
<p>Padahal, cerita buruk yang akan pelanggan sampaikan, akan membuat para pelanggan memandang Anda dan perusahaan Anda secara lebih positif.</p>
<p>Pelanggan Anda, calon pelanggan, dan mereka yang sudah terlanjur menolak tawaran dari Anda, akan dengan senang hati memberi Anda masukan dan umpan balik. Umpan balik tersebut akan memberi Anda informasi akurat tentang bagaimana cara untuk dapat mengatasi penolakan dan keberatan pelanggan terhadap Anda di masa yang akan datang.</p>
<p>Mereka akan memandang Anda sebagai sebuah perusahaan yang peduli. Jika Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat, mereka akan memberi Anda semua informasi yang Anda butuhkan untuk mengembangkan strategi pasar yang ampuh.</p>
<p>Jika Anda bertanya pada sejumlah pelanggan maka Anda melihat terbentuknya sebuah tren. Hal ini akan menjadi informasi yang memadai untuk membangun sebuah bisnis yang mengasyikkan dan tentunya menguntungkan.</p>
<p>Prosesnya sangat sederhana, ajukan pada mereka beberapa pertanyaan berikut, kemudian simak jawaban mereka baik-baik :</p>
<ul>
<li>Mengapa Anda memutuskan untuk tidak jadi membeli dari kami?</li>
<li>Apa yang dapat kami perbaiki di masa datang?</li>
<li>Ada tidak hal-hal yang Anda sukai tentang perusahaan kami?</li>
<li>Apa yang Anda sukai dari pesaing-pesaing kami, yang menurut Anda dapat kami terapkan?</li>
</ul>
<p>Saya pernah melakukan hal ini pada sebuah perusahaan jasa keamanan milik teman yang sedang mengalami penurunan angka penjualan.</p>
<p>Setelah berbicara dengan para pelanggannya saya memperoleh banyak gagasan yang dapat membantu perusahaan tersebut menangguk keuntungan hingga miliaran rupiah.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://inafina.com/bpkb-motor-beat/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">BPKB Motor Beat Bisa digunakan untuk Pengajuan? Tentu Bisa!</a></span></span></strong></p>
<p>Salah satu idenya adalah memberi para tenaga pemasaran mereka pakaian seragam. Dulu, tim pemasaran mereka mengunjungi rumah-rumah dengan bersetelan jas warna gelap.</p>
<p>Ternyata penampilan seperti itu tidak menyenangkan bagi para pelanggan, karena orang tidak suka petugas pemasaran mendatangi rumah mereka.</p>
<p>Namun, ketika kami mengubah penampilan tenaga pemasarannya, tampil layaknya seorang penjaga keamanan berseragam, para pelanggan merasa nyaman dan aman. Dalam hitungan minggu gagasan tersebut mampu menaikkan penjualan hingga tiga puluh persen.</p>
<p>Jangan menyerahkan pelaksanaan riset pada perusahaan yang mengaku ahli dalam melakukan riset. Mereka memasang tarif sangat mahal dengan hasil yang tidak memberikan wawasan dan kurang memuaskan dibandingkan jika Anda melakukannya sendiri, bertatap muka dengan para pelanggan Anda.</p>
<p>Memang ada perusahaan-perusahaan riset yang sangat menguasai bidang riset dan dapat memberi hasil memuaskan bagi Anda. Namun perusahaan seperti ini sulit ditemukan.</p>
<p>Anda akan tetap kehilangan keuntungan yang akan Anda peroleh jika tidak melakukannya sendiri. Meminta orang lain untuk melakukan tugas ini adalah pemborosan besar dan menyia-nyiakan wawasan atau pengetahuan yang seharusnya dapat Anda peroleh.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/rahasia-untuk-menjadi-ahli-pemasaran-yang-handal/">Rahasia untuk Menjadi Ahli Pemasaran yang Handal</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/rahasia-untuk-menjadi-ahli-pemasaran-yang-handal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara untuk Menyiasati Gatekeeper dengan Cerdas!</title>
		<link>https://inafina.com/cara-untuk-menyiasati-gatekeeper/</link>
					<comments>https://inafina.com/cara-untuk-menyiasati-gatekeeper/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2015 17:31:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penjualan dan Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[calon pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[etika bertelepon]]></category>
		<category><![CDATA[menyiasati gatekeeper]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=205</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara untuk Menyiasati Gatekeeper. Mungkin Anda sudah pernah merasakan susahnya menghubungi seseorang karena harus melewati gatekeeper. Gatekeeper bisa berupa resepsionis, sekretaris, atau staf dan orang kepercayaan dari orang yang ingin kita hubungi. Bagaimana Cara untuk Menyiasati Gatekeeper?  Apalagi bila ini merupakan kali pertama kita menghubungi orang tersebut. Berikut ini saya akan membagikan beberapa informasi penting &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/cara-untuk-menyiasati-gatekeeper/">Cara untuk Menyiasati Gatekeeper dengan Cerdas!</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_206" aria-describedby="caption-attachment-206" style="width: 624px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com" rel="attachment wp-att-206"><img decoding="async" class="size-full wp-image-206" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/menyiasati-gatekeeper-inafinacom.png" alt="Cara untuk Menyiasati Gatekeeper - inafina.com" width="624" height="259" /></a><figcaption id="caption-attachment-206" class="wp-caption-text">Cara untuk Menyiasati Gatekeeper &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><strong><span style="color: #000000;">Cara untuk Menyiasati Gatekeeper.</span></strong> Mungkin Anda sudah pernah merasakan susahnya menghubungi seseorang karena harus melewati <em>gatekeeper</em>. <em>Gatekeeper</em> bisa berupa resepsionis, sekretaris, atau staf dan orang kepercayaan dari orang yang ingin kita hubungi.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Bagaimana Cara untuk Menyiasati Gatekeeper? </strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-1947 size-full" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/gatekeeper-adalah-min-scaled.jpg" alt="gatekeeper adalah" width="2560" height="1707" /></p>
<p>Apalagi bila ini merupakan kali pertama kita menghubungi orang tersebut. Berikut ini saya akan membagikan beberapa informasi penting tentang cara untuk menyiasati <em>gatekeeper</em> dan cara untuk <a href="https://www.linovhr.com/follow-up/#/pengertian" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><em>follow up</em></a> calon pelanggan Anda :</p>
<ul>
<li>Selidiki dan ketahui dengan baik siapa yang ingin Anda hubungi. Nama, jabatan dalam perusahaan, wewenang orang tersebut, termasuk staf yang ada di sekitarnya. Semakin banyak informasi yang dimiliki, maka semakin mudah untuk berhubungan dengan calon pelanggan Anda.</li>
<li>Manfaatkan internet untuk mencari tahu informasi calon pelanggan yang ingin dihubungi. Jika selama ini Anda gaptek, mulailah membiasakan diri dengan internet, khususnya media sosial, karena mungkin si calon pelanggan juga eksis di media sosial.</li>
<li>Perhatikan sistem komunikasi (telepon) yang ada di dalam perusahaan itu. Jika bisa berhubungan langsung lewat <em>extension</em>, Anda harus mencari tahu<em> extension</em> orang yang ingin Anda hubungi. Jangan habiskan energi, waktu, dan biaya hanya untuk bisa berbicara dengan calon pelanggan Anda melalui ‘jalur resmi’ <em>gatekeeper</em>.</li>
<li>Lakukan hal-hal kreatif. Misalnya, kirimkan <em>parcel</em> atau kue yang lezat sebagai salam perkenalan. Mereka akan menikmati kiriman dari Anda tersebut bersama-sama <em>gatekeeper</em>, sehingga di kemudian hari mereka akan lebih ramah saat Anda menelepon atau berkunjung. Jangan lupa menghitung biaya dan probabilitasnya.</li>
<li>Ketahui waktu yang tepat untuk menelepon. Biasanya, atasan datang lebih awal dan pulang lebih lambat. Waktu terbaik adalah pada saat awal atau akhir jam kerja karena pada saat itulah mereka tidak terlalu sibuk.</li>
<li>Perhatikan etika dalam bertelepon dengan calon pelanggan. Pertama jika telepon Anda tidak diangkat, jangan langsung menghubungi lagi untuk kedua kalinya, berikan jeda beberapa jam untuk menelepon lagi. Kedua, jika Anda menelepon dan langsung di <em>reject</em>, jangan mencoba menelepon lagi di hari itu, mungkin calon pelanggan sedang sangat sibuk dan memang tidak ingin diganggu pada hari itu. Ketiga, jika telepon Anda diangkat dan calon pelanggan bilang “maaf, saya sedang <em>meeting</em> atau sedang sibuk”, maka Anda jangan pernah menanyakan ke mereka kapan bisa dihubungi lagi oleh Anda, secara psikologis orang yang sedang sangat fokus terhadap suatu hal, mereka tidak akan bisa berpikir dengan cepat untuk menentukan kapan ada waktu luang untuk bisa dihubungi atau ditemui, mungkin mereka akan spontan bilang untuk dihubungi lagi dalam waktu satu jam kedepan, tapi mungkin satu jam kedepan, urusan mereka belum selesai dan Anda akan mengalami penolakan lagi untuk berbicara. Solusinya adalah ketika mereka menerima telepon Anda dan tidak bisa diganggu, Anda cukup bilang. “Baik pak, besok pagi jam 9 saya akan menghubungi Bapak kembali atau sewaktu jam makan siang, dll.”</li>
<li>Kenali kelompok atau kegiatannya. Gunakan kegiatannya untuk melakukan pendekatan dan yakinkan bahwa topik yang ingin Anda bicarakan dengan calon pelanggan sangat penting sehingga<em> gatekeeper</em> merasa perlu menyampaikannya.</li>
<li>Bila telepon Anda selalu dijawab oleh <em>voicemail</em>, tinggalkan pesan, berikut alamat <em>e-mail</em> dan nomor telepon Anda serta gunakan kalimat dengan nada yang lucu dan ceria. Misalnya, “ini hari lagi, teman baru<em> voicemail</em> Anda”.</li>
<li>Gunakan <em>refferal customer</em>. Jika mereka mengenalnya, akan mudah bagi Anda untuk menjalin relasi, termasuk membangun citra Anda.</li>
<li>Gunakan kalimat yang baik , sopan, dan humoris. Bila Anda bersikap ramah, mereka tidak akan menghalangi usaha Anda untuk bertemu si “bos”.</li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Jangan menelepon pada saat perlu saja</strong></span></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1948 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/Salah-satu-pihak-yang-menjadi-khalayak-dari-proses-komunikasi-massa-adalah-min-scaled.jpg" alt="Salah satu pihak yang menjadi khalayak dari proses komunikasi massa adalah-min" width="2560" height="1707" /></p>
<ul>
<li>“halo. Eh, kamu ton, tumben telepon. Ada apa ya nih?”</li>
<li>“iya nih, bos. Bagaimana kabarnya? Saya mau menawarkan barang baru bos.”</li>
<li>“ah kamu ton. Kalau ada maunya saja baru telepon, kalau tidak ada, pasti kamu menghilang.”</li>
</ul>
<p>Tidak asingkah Anda dengan dialog semacam itu? Kerap kali kita menghubungi seseorang hanya bila kita sedang membutuhkannya. Pelanggan mungkin akan merasa sakit hati dan tidak suka mendapat perlakuan seperti ini.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : <a href="https://inafina.com/teknik-promosi-penjualan/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Teknik Promosi Penjualan agar Calon Pelanggan Tertarik!</span></a></span></strong></p>
<p>Cobalah menelepon pelanggan untuk menjaga relasi, alih-alih hanya meminta pesanan. Pelanggan akan menyukai Anda dan tidak mudah melupakan Anda.</p>
<ul>
<li>“halo pak, selamat ulang tahun ya.”</li>
<li>“halo bu, selamat tahun baru ya.”</li>
<li>“halo mbak, bagaimana kabar anaknya? Saya dengar sedang sakit ya?”</li>
<li>“halo pak, masih suka main golf di Halim?”</li>
<li>“assalamualaikum, pak haji. Mohon maaf lahir dan batin ya.”</li>
<li>“Halo bapak, selamat atas posisi barunya. Semoga bapak tambah sukses.”</li>
</ul>
<p>Anda harus menggunakan berbagai kesempatan untuk menjalin hubungan dengan pelanggan dan memberi syarat bahwa Anda sangat peduli kepada pelanggan.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/cara-untuk-menyiasati-gatekeeper/">Cara untuk Menyiasati Gatekeeper dengan Cerdas!</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/cara-untuk-menyiasati-gatekeeper/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menindaklanjuti Prospek? &#8211; inafina.com</title>
		<link>https://inafina.com/bagaimana-menindaklanjuti-prospek/</link>
					<comments>https://inafina.com/bagaimana-menindaklanjuti-prospek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2015 12:49:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penjualan dan Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[calon pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[kunci sukses penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[menindaklanjuti prospek]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga penjualan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=137</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagaimana Menindaklanjuti Prospek. Anda pasti memahami pentingnya proses tindak lanjut. Tindak lanjut bisa menjadi proses yang lebih penting daripada pertemuan awal. Pertemuan awal adalah pembuka pintu yang terkadang bisa langsung menghasilkan penjualan atau masih memerlukan tindak lanjut. Mesin pabrik, konsultan, perangkat lunak, pelatihan, hampir semua membutuhkan proses lebih dari satu kali pertemuan. Dalam hal ini, &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/bagaimana-menindaklanjuti-prospek/">Bagaimana Menindaklanjuti Prospek? &#8211; inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_138" aria-describedby="caption-attachment-138" style="width: 840px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com" rel="attachment wp-att-138"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-138" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/tindak-lanjut-inafina.jpg" alt="Bagaimana Menindaklanjuti Prospek - inafina.com" width="840" height="725" /></a><figcaption id="caption-attachment-138" class="wp-caption-text">Bagaimana Menindaklanjuti Prospek &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Bagaimana Menindaklanjuti Prospek.</strong></span> Anda pasti memahami pentingnya proses tindak lanjut. Tindak lanjut bisa menjadi proses yang lebih penting daripada pertemuan awal.</p>
<p>Pertemuan awal adalah pembuka pintu yang terkadang bisa langsung menghasilkan penjualan atau masih memerlukan tindak lanjut.</p>
<p>Mesin pabrik, konsultan, perangkat lunak, pelatihan, hampir semua membutuhkan proses lebih dari satu kali pertemuan.</p>
<p>Dalam hal ini, tindak lanjut menjadi seni tersendiri. Kesempurnaan Anda dalam melakukan tindak lanjut bisa menjadi kunci sukses penjualan.</p>
<p>Begitu pula sebaliknya, kesalahan kecil dalam tindak lanjut bisa berakibat fatal. Prospek Anda mungkin akan menghindar dan enggan berkomunikasi lagi dengan Anda.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Bagaimana Menindaklanjuti Prospek?</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1901 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/pentingnya-follow-up-dalam-penjualan-scaled.jpg" alt="pentingnya follow up dalam penjualan" width="2560" height="1706" /></p>
<p>Coba cermati beberapa cara efektif dalam melakukan tindak lanjut :</p>
<ul>
<li>Berdisiplinlah dalam membuat jadwal tindak lanjut dan aktivitas Anda.</li>
<li>Hati-hati melihat dan memahami prospek karena setiap prospek adalah unik dan harus diperlakukan berbeda.</li>
<li>Catatlah hal penting yang muncul dalam percakapan Anda dengan prospek atau calon pelanggan. Bila perlu gunakan <em>software program</em> seperti <em>contact management</em>. Catatlah dengan baik supaya bisa Anda gunakan untuk pertemuan berikutnya.</li>
<li>Jangan tinggalkan prospek Anda. Perlakukan seakan-akan prospek tersebut adalah satu-satunya calon pelanggan Anda.</li>
<li>Ciptakan hubungan yang semakin dekat. Aturlah janji untuk pertemuan berikutnya untuk membuat penawaran alternatif atau presentasi lanjutan.</li>
<li>Galilah terus informasi prospek sehingga Anda memahami kebutuhannya.</li>
<li>Gunakan waktu seefisien mungkin sehingga prospek tidak berpikir bahwa Anda tidak punya pekerjaan lain.</li>
<li>Aturlah irama. Jangan selalu berlari cepat atau selalu lambat. Perjuangan Anda cukup panjang sehingga tidak perlu membuang tenaga sejak awal.</li>
<li>Yakinlah Anda memiliki alasan baik yang cukup kuat bila Anda menelepon atau mendatangi prospek.</li>
<li>Dengarkan apa yang mereka katakan pada Anda. Bukan mereka yang harus mendengarkan ucapan Anda.</li>
</ul>
<p>Ingatlah untuk tampil sebagai orang yang akan membantu menyelesaikan masalah prospek alih-alih hanya menjual produk.</p>
<p>Pelanggan membutuhkan solusi. Tangkaplah kebutuhan dan kesulitannya dari berbagai aspek. Bersikaplah hormat dan simpatik sehinga prospek merasa yakin bahwa Anda berada di pihaknya.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Apa Saja Hal Berbahaya Ketika Sedang Menghadapi Prospek?</span></strong></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1902 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/cara-closing-penjualan-online-scaled.jpg" alt="cara closing penjualan online" width="1709" height="2560" /></p>
<p>Hal berbahaya yang kerap dilakukan oleh tenaga penjualan dalam melakukan tindak lanjut adalah mengumbar janji, bahkan menjanjikan hal-hal diluar kapasitasnya.</p>
<p>Mereka lebih mengutamakan penutupan transaksi dan tidak memikirkan akibat jangka panjang. Sebaiknya Anda tidak hanya berfokus pada mendapatkan komisi penjualan saja.</p>
<p>Penjualan yang Anda lakukan hari ini harus ditujukan untuk penjualan hari berikutnya. Jadi berhati-hatilah dalam berjanji.</p>
<p>Tuliskan janji yang Anda buat, atau siapkan pengingat. Segera sampaikan pada rekan kerja terkait bila Anda tidak bisa memenuhi janji tersebut.</p>
<p>Jangan menunggu sampai waktu yang dijanjikan tiba. Berikan informasi beberapa hari sebelumnya bila Anda tidak bisa memenuhi tenggat waktu dan sertakan alasan yang baik.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : <a href="https://inafina.com/permudah-pelanggan-membeli-atau-bisnis-anda-akan-hancur/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Permudah Pelanggan Membeli atau Bisnis Anda akan Hancur</span></a></span></strong></p>
<p>Sebaliknya, pelanggan juga sering berjanji dengan tujuan menghindari Anda.</p>
<p>Yang harus Anda lakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengunci janji itu agar dipenuhi oleh pelanggan.</p>
<p>Misalnya katakan, “Saya akan datang pada tanggal yang Ibu janjikan” atau “Apakah Bapak keberatan bila saya menghubungi Bapak satu hari sebelumnya?”</p>
<p>Intinya, kuncilah janji prospek Anda sekuat mungkin agar Anda mendapatkan jawaban yang pasti, YA atau Tidak.</p>
<p>Jika prospek sudah memastikan bisa bertemu dengan Anda, hal selanjutnya yang harus dilakukan oleh tenaga penjual adalah menyiapkan semua bahan untuk melakukan presentasi produk ke calon pelanggan, jangan sampai sewaktu melakukan presentasi produk ada bahan penting yang tertinggal dan pada akhirnya presentasi Anda ke calon pelanggan menjadi berantakan.</p>
<p>Saat ini mencari prospek yang potensial memang tidak sesulit dulu karena sejak kehadiran internet, banyak tenaga penjual yang terbantu untuk mendapatkan calon pelanggan.</p>
<p>namun tetap saja tindak lanjut yang baik harus selalu dilakukan agar <a href="https://www.diadona.id/career/arti-kredibilitas-dan-jenisnya-menurut-para-ahli--200609v.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">kredibilitas </a>tenaga penjual dan perusahaan terjaga dengan baik.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/bagaimana-menindaklanjuti-prospek/">Bagaimana Menindaklanjuti Prospek? &#8211; inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/bagaimana-menindaklanjuti-prospek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
