<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>perusahaan dan organisasi Archives - inafina.com</title>
	<atom:link href="https://inafina.com/tag/perusahaan-dan-organisasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://inafina.com/tag/perusahaan-dan-organisasi/</link>
	<description>Situs Pinjaman Uang Terbaik</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 May 2022 06:29:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.1</generator>

<image>
	<url>https://inafina.com/wp-content/uploads/2017/04/inafina-1-150x150.png</url>
	<title>perusahaan dan organisasi Archives - inafina.com</title>
	<link>https://inafina.com/tag/perusahaan-dan-organisasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ciri-Ciri Kantor Toxic dan Cara Menghadapinya &#8211; Inafina.com</title>
		<link>https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/</link>
					<comments>https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 May 2022 03:47:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan dan organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[toxic]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://inafina.com/?p=2160</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ciri-Ciri Kantor Toxic. Perlu diketahui tidak semuanya rekan kerjamu itu benar-benar teman untuk itu selesaikanlah pekerjaanmu dan lekaslah pulang. Loh kenapa? Pasti banyak pertanyaan yang timbul di benakmu. Percaya atau tidak lingkungan kerja ternyata mempunyai dampak besar pada kesehatan mental, fisik dan produktivitas kerja. Apalagi hampir sebagian waktu dihabiskan di kantor bertemu rekan satu divisi &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/">Ciri-Ciri Kantor Toxic dan Cara Menghadapinya &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2161 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/ciri-ciri-kantor-toxic.png" alt="ciri-ciri kantor toxic" width="600" height="400" /></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Ciri-Ciri Kantor Toxic</span>. </strong>Perlu diketahui tidak semuanya rekan kerjamu itu benar-benar teman untuk itu selesaikanlah pekerjaanmu dan lekaslah pulang. Loh kenapa? Pasti banyak pertanyaan yang timbul di benakmu.</p>
<p>Percaya atau tidak lingkungan kerja ternyata mempunyai dampak besar pada kesehatan mental, fisik dan produktivitas kerja. Apalagi hampir sebagian waktu dihabiskan di kantor bertemu rekan satu divisi bahkan kadang harus bertemu divisi lain dengan berbagai macam sifat.</p>
<p>Memang sih saat awal diterima kerja, Anda belum tahu akan bertemu rekan kerja yang seperti apa. Perlunya proses adaptasi satu sama lain, mungkin Anda termasuk tipikal orang <em>friendly</em> atau kurang mudah berbaur?</p>
<p>Sangat beruntung kalo Anda tipikal mudah membaur sebab dapat meminimalisir dibicarakan senior, buat yang sulit beradaptasi belajar ya karena dunia kerja itu kejam apalagi kalau ternyata kantormu toxic jika terus menerus berada disana dapat mempengaruhi kesehatan mentalmu.</p>
<p>Sebaiknya cari tahu apa saja ciri-ciri kantor toxic itu dan bagaimana cara menghadapinya, nanti kita akan bahas satu persatu ya. Namun sebelum membahas kedua hal tersebut, sudah tahu belum apa yang dimaksud dengan lingkungan kerja?</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Apa yang dimaksud dengan Lingkungan Kerja?</span> </strong></h2>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-2162 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/keluar-dari-lingkungan-kerja-toxic.png" alt="keluar dari lingkungan kerja toxic" width="600" height="400" /></p>
<p>Lingkungan kerja adalah segala hal yang berhubungan dengan aktivitas karyawan di dalam kantor mulai dari budaya perusahaan, lingkungan fisik, hingga fasilitas pendukung lainnya (asuransi kesehatan, parkir dan sebagainya).</p>
<p>Lingkungan kerja dibagi ke dalam 2 bagian, yaitu :</p>
<ol>
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Lingkungan Kerja Fisik</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<ul>
<li>Penerangan</li>
<li>Warna dinding</li>
<li>Temperatur</li>
<li>Kelembapan</li>
<li>Meja</li>
<li>Kursi</li>
</ul>
<ol start="2">
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Lingkungan Kerja Non Fisik</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<ul>
<li>Struktur</li>
<li>Pola Kepemimpinan</li>
</ul>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Ciri-Ciri Kantor Toxic</strong></span></h2>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-2163 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/ciri-ciri-lingkungan-toxic.png" alt="ciri-ciri lingkungan toxic" width="600" height="400" /></p>
<ol>
<li>Beban Kerja Tidak Realistis</li>
<li>Bekerja Lebih Dari 8 Jam Sehari</li>
<li>Merasa Cemas Sepanjang Hari</li>
<li>Adanya <em>Bullying</em> atau Pelecehan</li>
<li>Rekan Kerja Tukang Gosip</li>
<li>Selalu Menjadi Sasaran Kritik</li>
<li>Tidak Ada Jenjang Karir</li>
<li>Sering Sakit dan Sulit Tidur</li>
</ol>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Ciri-Ciri Pemimpin Toxic yang Wajib Anda Waspadai</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2164 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/contoh-lingkungan-toxic.png" alt="contoh lingkungan toxic" width="600" height="400" /></p>
<p>Setelah mengetahui ciri-ciri kantor toxic, berikutnya dibawah ini adalah beberapa ciri dari pemimpin toxic yang wajib Anda waspadai antara lain :</p>
<ol>
<li>Manipulatif</li>
<li>Perilakunya Mengintimidasi</li>
<li>Tidak Mau Menerima Kritik dan Saran</li>
<li>Diskriminasi</li>
<li>Berjiwa Kompetitif Tinggi</li>
<li>Otokratis atau Otoriter</li>
<li>Suka Membully</li>
<li><em>Micromanaging </em>(Pemimpin terlalu mengatur sampai hal terkecil)</li>
<li>Sering Menghilang di Jam Kerja</li>
<li>Pemimpin yang Plin Plan</li>
</ol>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Bahaya Lingkungan Kerja Toxic</span> </strong></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2165 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/rekan-kerja-toxic.png" alt="rekan kerja toxic" width="600" height="400" /></p>
<p>Ketidaknyamanan dalam bekerja dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, jangan dianggap remeh.</p>
<p><em>International Journal of Environmental Research and Public Health </em>mengemukakan bahwa kantor toxic bisa memengaruhi kesejahteraan karyawan bahkan menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan mentalnya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga : <a href="https://inafina.com/manajemen-waktu-yang-baik/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Manajemen Waktu yang Baik agar Tercipta <em>Work-Life Balance</em></span></a></strong></p>
<p>Tak jarang karyawan mengalami <a href="https://www.alodokter.com/ciri-ciri-burnout-dan-cara-mengatasinya#:~:text=Burnout%20merupakan%20istilah%20yang%20digunakan,Siapa%20saja%20bisa%20mengalami%20burnout." target="_blank" rel="noopener noreferrer"><em>burnout </em></a>akibat stres dan tekanan psikologis sehingga produktivitas kerja terganggu. Penelitian lain juga menyatakan tempat kerja toxic berhubungan dengan gangguan tidur. <em> </em></p>
<p>Pentingnya mengetahui ciri-ciri kantor toxic supaya kita lebih sadar terhadap kesehatan fisik dan mental diri sendiri. Ini pun juga bisa membantu Anda menetapkan ekspektasi supaya tidak terlampau kecewa.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Bagaimana Cara Menghadapi Lingkungan Kerja </strong><strong>y</strong><strong>ang Toxic?</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2166 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2022/05/cara-menghadapi-lingkungan-yang-toxic.png" alt="cara menghadapi lingkungan yang toxic" width="600" height="400" /></p>
<ol>
<li>Jangan Periksa Email Sebelum Berangkat Kerja</li>
<li>Jangan Menyalahkan Diri Sendiri</li>
<li>Tetapkan Batasan untuk Diri Sendiri</li>
<li>Jauhkan Rekan yang Menyebabkan Konflik</li>
<li>Cari Kolega yang Suportif</li>
<li>Mencoba <em>Employee Coach Program</em></li>
<li><em>Me-Time</em></li>
<li>Mengubah Pola Pikir</li>
<li>Tahu Kapan Waktu Tepat untuk <em>Resign</em></li>
</ol>
<p>Poin nomor 7 berlaku ketika semua cara tidak berhasil dilakukan, sebaiknya sebelum memutuskan resign Anda sudah mempunyai rencana cadangan.</p>
<p>Bagaimana kira-kira kantormu saat ini termasuk kantor toxic atau kondusif?</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/">Ciri-Ciri Kantor Toxic dan Cara Menghadapinya &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/ciri-ciri-kantor-toxic/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengelola Pekerja Intelektual di Perusahaan &#8211; Inafina.com</title>
		<link>https://inafina.com/mengelola-pekerja-intelektual/</link>
					<comments>https://inafina.com/mengelola-pekerja-intelektual/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2016 13:38:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola pekerja intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan sdm]]></category>
		<category><![CDATA[pentingnya mengelola pekerja]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan jaman]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan dan organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan rintisan]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas pekerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=277</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengelola Pekerja Intelektual. Jika kita ditanya tentang perusahaan mana yang bernilai jual tinggi di masa depan, kita harus cenderung memfokuskan perhatian pada seberapa new ideas intensive pertumbuhan sebuah perusahaan. Semakin kuat basis ide baru yang dimiliki, semakin mungkin perusahaan itu maju pesat di masa depan. Produsen mesin ketik manual – sebagai contoh, tanpa penambahan basis &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/mengelola-pekerja-intelektual/">Mengelola Pekerja Intelektual di Perusahaan &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1992 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/Mengelola-Pekerja-Intelektual-scaled.jpg" alt="Mengelola Pekerja Intelektual" width="1708" height="2560" /></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Mengelola Pekerja Intelektual.</span> </strong>Jika kita ditanya tentang perusahaan mana yang bernilai jual tinggi di masa depan, kita harus cenderung memfokuskan perhatian pada seberapa <em>new ideas intensive </em>pertumbuhan sebuah perusahaan. Semakin kuat basis ide baru yang dimiliki, semakin mungkin perusahaan itu maju pesat di masa depan.</p>
<p>Produsen mesin ketik manual – sebagai contoh, tanpa penambahan basis ide baru yang memadai, ia pasti lenyap dari perkembangan jaman.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Mengelola Pekerja Intelektual</span></strong></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1993" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/modal-intelektual-adalah-scaled.jpg" alt="modal intelektual adalah" width="2560" height="1708" /></p>
<p>Berkembangnya bisnis melalui jalur-jalur <em>internet</em> dengan sangat cepat, serta perkembangan yang tidak diperkirakan di sektor teknologi informasi, adalah bukti nyata bahwa hampir semua kemajuan bertumpu pada basis ide baru yang amat kuat. Dan yang berada di balik semua ide baru itu, tentu saja bukan teknologi, melainkan manusia yang masuk dalam klasifikasi pekerja otak (intelektual).</p>
<p>Masalah di Indonesia, dunia bisnis kita sudah terlalu lama terbelenggu pada pola pengelolaan tenaga manusia tingkat bawah yang serendah mesin.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://inafina.com/bpkb-motor-beat/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">BPKB Motor Beat Bisa digunakan untuk Pengajuan? Tentu Bisa!</span></a></strong></span></p>
<p>Penekanan pada anggukan kepala sebagai barometer loyalitas atau budaya asal bapak senang, pelitnya pengusaha dalam memenuhi ketentuan Upah Minimum Propinsi (UMP-kini istilah ini menjadi Upah Minimum Kerja atau UMK), motif investasi hanya karena biaya tenaga kerja yang murah, penanganan kasus perburuhan yang represif dengan kerja sama bersama oknum aparat, hanyalah sebagian kecil bukti kebiasaan pengelola yang menempatkan manusia serendah prasarana produksi.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Reorientasi Pengelolaan SDM</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1994 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/manajemen-intelektual-scaled.jpg" alt="manajemen intelektual" width="2560" height="1707" /></p>
<p>masiha da kaitannya dengan mengelola pekerja intelektual, menghadapi masa depan yang bertumpu amat kuat pada pekerja-pekerja intelektual, sudah selayaknya kita melakukan reorientasi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini, yaitu :</p>
<ol>
<li>Setiap organisasi yang mempekerjakan pekerja intelektual harus siap dengan <em>certain degree of chaos</em>. Harmoni, loyalitas, keteraturan adalah sebagian dari kaidah-kaidah stabil dalam mengelola yang harus ditinggalkan. Naifnya, kita masih menemukan banyak pengusaha maupun pimpinan puncak perusahaan yang mau mempekerjakan banyak pekerja intelektual, tetapi menghendaki semuanya berjalan teratur dan rapi sebagaimana manusia kelas bawah yang <em>manut</em> (Jawa: taat). Seperti layaknya orang minum obat namun tidak tahu efek sampingnya. Organisasi yang mempekerjakan pekerja intelektual, tidak lagi mengenal kata organisasi yang serba teratur, sebab kata yang lebih tepat adalah <em>organizing,</em> yakni semua serba bergerak, dinamis, sedikit kacau tapi penuh kemajuan.</li>
<li>Disamping faktor kekacauan, kita juga memerlukan kematangan dalam mengelola perbedaan. Bila organisasi konvensional diikat oleh kaidah-kaidah kesamaan, loyalitas dan kebersamaan, begitu pekerja intelektual hadir di mana-mana, maka lem organisasi tidak hanya kesamaan, tapi juga perbedaan. Hal terakhir ini malah menjadi mesin pendorong kemajuan yang amat meyakinkan. Di tingkat inilah, pemimpin memerlukan logika perangkai bunga di mana keindahan justru terletak dalam perbedaan-perbedaan yang saling mengisi. Debat, dialog, saling tantang merupakan serangkaian kegiatan yang tidak saja dilembagakan, tapi juga diharuskan sebagai basis kemajuan ke depan. Bahkan dalam beberapa keadaan, perkelahian justru dipuji bukan dimaki. Konflik tidak dihindari, malah dimotivasi. Inilah indah dan seninya perbedaan.</li>
<li>Berbeda dengan organisasi pada umumnya di mana tugas semua orang adalah mengikuti alur dan aturan, begitu ada niat memaksimalkan produktivitas pekerja intelektual, maka ada orang yang bertugas untuk mempertanyakan dan melanggar aturan. Sesuatu yang dulu disebut dengan kegilaan, sekarang malah ditempatkan sebagai keharusan. Bila dulu kegilaan model terakhir hanya bisa dilakukan di bagian litbang (penelitian dan pengembangan), sekarang ia menjadi menu sehari-hari di tingkat manajerial tertentu. Jangan heran, kalau tiba-tiba ada pemimpin perusahaan dan manajer yang datang ke kantor hanya mengenakan <em>blue jeans</em>, <em>t-shirt</em>, sepatu lari dan memakai topi <em>cowboy</em>, memaki seenaknya, datang selalu telat, atau malah tidak pernah mau mengisi absen.</li>
<li>Ada saatnya kelak semua pekerja intelektual akan menentukan gajinya sendiri. Berapa pun kontribusi yang ia berikan, ia bebas menentukan nilai uang dari kontribusinya.</li>
</ol>
<p>Digabung menjadi satu, keempat ide di atas memang mengguncang sejumlah tatanan perusahaan dan organisasi. Namun, ia tidak bisa dihindari. Kekacauan, perbedaan, pelanggaran, dan kebebasan adalah serangkaian hal yang menjadi lem kemajuan dari pekerja intelektual.</p>
<p>Saya memang menemukan perusahaan dan organisasi yang mengadopsi keempat kaidah di atas secara amat sempurna. Namun, ada saatnya kelak, ia akan menjadi prasyarat kemajuan yang tidak bisa ditolak.</p>
<p>Terutama, begitu ide baru, teknologi baru, dan kebaruan-kebaruan lainnya menjadi satu-satunya fundamental kemajuan setiap perusahaan.</p>
<p>Sekarang, sebagaimana ditunjukkan oleh perusahaan rintisan <em>(startup)</em> seperti <em>e-commerce</em>, <em>marketplace </em>(contoh:<em> </em><a href="https://inafina.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">inafina.com</a>) dan lompatan-lompatan di industri teknologi internet, kebaruan tadi sudah muncul secara blak-blakan.</p>
<p>Dengan adanya kecenderungan yang kuat, ada saatnya ia akan menjadi kekuatan dominan yang tidak bisa ditawar. Di titik itulah, kita memerlukan kekacauan, perbedaan, pelanggaran, dan kebebasan sebagai basis organisasi.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/mengelola-pekerja-intelektual/">Mengelola Pekerja Intelektual di Perusahaan &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/mengelola-pekerja-intelektual/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
