<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pebisnis yang sukses Archives - inafina.com</title>
	<atom:link href="https://inafina.com/tag/pebisnis-yang-sukses/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://inafina.com/tag/pebisnis-yang-sukses/</link>
	<description>Situs Pinjaman Uang Terbaik</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2023 03:46:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.1</generator>

<image>
	<url>https://inafina.com/wp-content/uploads/2017/04/inafina-1-150x150.png</url>
	<title>pebisnis yang sukses Archives - inafina.com</title>
	<link>https://inafina.com/tag/pebisnis-yang-sukses/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Menawarkan Bisnis Kepada Orang Lain Secara Efektif</title>
		<link>https://inafina.com/cara-menawarkan-bisnis-kepada-orang-lain/</link>
					<comments>https://inafina.com/cara-menawarkan-bisnis-kepada-orang-lain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2023 03:44:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis pemula]]></category>
		<category><![CDATA[cara berbisnis]]></category>
		<category><![CDATA[dunia bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ide bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pebisnis dan profesional]]></category>
		<category><![CDATA[pebisnis yang sukses]]></category>
		<category><![CDATA[sistem dalam bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[trik bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://inafina.com/?p=2445</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mau tahu bagaimana cara menawarkan bisnis kepada orang lain? Jika anda sedang merintis bisnis namun susah mendapat sambutan dari calon pelanggan atau klien, tentu kebingungan bagaimana cara menawarkan bisnis kepada orang. Bagi orang yang belum berpengalaman sebenarnya hal yang wajar. Sebab ada beberapa faktor yang menjadi penyebab produk atau bisnis anda tidak terlalu dikenali oleh &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/cara-menawarkan-bisnis-kepada-orang-lain/">Cara Menawarkan Bisnis Kepada Orang Lain Secara Efektif</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2446 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2023/01/cara-menawarkan-bisnis-pada-orang.png" alt="cara menawarkan bisnis pada orang" width="600" height="400" /></p>
<p>Mau tahu bagaimana cara menawarkan bisnis kepada orang lain? Jika anda sedang merintis bisnis namun susah mendapat sambutan dari calon pelanggan atau klien, tentu kebingungan bagaimana cara menawarkan bisnis kepada orang. Bagi orang yang belum berpengalaman sebenarnya hal yang wajar.</p>
<p>Sebab ada beberapa faktor yang menjadi penyebab produk atau bisnis anda tidak terlalu dikenali oleh orang lain. Salah satunya adalah tidak terlalu mahir ketika menawarkan produk kepada orang lain.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://inafina.com/kredit-multiguna-yang-bisa-anda-gunakan-sekarang-juga/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Kredit Multiguna yang Bisa Anda Gunakan Sekarang Juga</span></a></strong></span></p>
<p>Cukup banyak cara menawarkan bisnis kepada orang lain, salah satu yang paling potensial dilakukan adalah dengan melakukan percakapan sederhana terlebih dahulu. Baru kemudian, mengarah pada bisnis yang sedang anda jalani, sehingga orang lain akan tertarik dengan bisnis yang sedang anda jalankan.</p>
<p>Manajemen percakapan tentu saja harus anda latih dengan benar agar orang lain tertarik dengan produk yang anda jual. Bahkan bukan tidak mungkin kedepannya bisa melakukan Kerjasama sehingga bisnis bisa lebih berkembang lagi.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Pengenalan Produk</strong></span></h2>
<p>Langkah paling pertama ketika akan menawarkan bisnis kepada orang lain sebenarnya lebih kepada tahap persiapan terlebih dahulu, sebelum berhadapan dengan orang lain.</p>
<p>Dengan menguasai produk atau bisnis yang anda jalani, maka akan dengan mudah berkomunikasi mengenai produk tersebut. Lebih jelasnya, simak Langkah persiapan pengenalan produk di bawah ini :</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1. Kenali Produk atau Bisnis</strong></span></h3>
<p>Orang akan tertarik dengan produk atau bisnis yang anda miliki ketika penjelasan yang anda berikan sangat jelas dan bisa meyakinkan orang lain. Karena anda baru pertama kali terjun ke dunia bisnis, maka pahami terlebih dahulu bagaimana menjadi sales produk sendiri yang baik.</p>
<p>Mengenali produk artinya semua yang berhubungan dengan produk tersebut harus benar-benar dikuasai. Dengan begitu, jika ada pertanyaan dari orang lain akan dengan mudah menjawabnya sehingga orang lain akan cepat tertarik dengan produk anda. Serta bukan tidak mungkin akan melakukan Kerjasama bisnis.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2. Pelajari Kompetitor</strong></span></h3>
<p>Produk yang anda dagangkan atau bisnis yang anda kembangkan, kemungkinan memiliki kompetitor yang menawarkan produk serupa.</p>
<p>Oleh karena itu, maka yang perlu anda lakukan selanjutnya adalah dengan mempelajari produk dari competitor. Jangan sampai orang lain lebih tertarik dengan produk pesaing karena produk yang anda miliki masih kalah jauh dari produk milik kompetitor.</p>
<p>Salah satu tindakan wajar yang seringkali dilakukan calon konsumen atau orang yang anda tawarkan produk adalah dengan membandingkan produk.</p>
<p>Namun agar anda bisa menangani hal ini, sebaiknya anda miliki data perbandingan terlebih dahulu agar anda bisa meyakinkan kepada orang lain bahwa produk yang anda miliki merupakan produk yang paling unggul.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3. Riset Segmentasi Pasar</strong></span></h3>
<p>Cara mengenalkan produk selanjutnya yaitu dengan melakukan riset pada segementasi pasar sesuai dengan produk atau bisnis yang anda jalani. Dengan melihat segmentasi pasar, maka penawaran produk yang anda jual akan sampai ke orang yang tepat.</p>
<p>Sebagai contoh jika produk yang ditawarkan khusus untuk segmen usia 30 tahun ke atas, maka jangan sekali-kali menawarkan produk pada kategori usia di bawah 30 tahun. Karena potensi merugi akan lebih terasa dan imbasnya produk anda tidak akan laku sama sekali.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Cara Menawarkan Bisnis Kepada Orang Lain</strong></span></h2>
<p>Jika sudah mempersiapkan beberapa hal di atas, maka anda sudah bisa memulai menawarkan bisnis kepada orang lain. Ingat, bahwa menawarkan bisnis kepada orang lain tidak hanya mengandalkan keunggulan produk saja. Tetapi kekuatan paling utama adalah dengan bersikap sopan dan meyakinkan. Lebih jelasnya, Begini panduannya :</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1. Harus Percaya Diri</strong></span></h3>
<p>Hal pertama yang harus anda lakukan adalah harus percaya diri. Rasa percaya diri ini harus ditanam terlebih dahulu sejak awal anda mendirikan bisnis, apalagi ditambah dengan sikap tenang ketika sedang berhadapan dengan orang lain. Jangan tergesa-gesa ketika sedang menawarkan produk.</p>
<p>Percaya diri sebenarnya akan timbul ketika anda telah menguasai persiapan awal yang telah dijelaskan di atas. Caranya yaitu harus mengetahui seluk beluk produk, informasi produk dari competitor sehingga memiliki data pembanding, dan segmentasi pasar.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2. Utarakan Keunggulan Produk </strong></span></h3>
<p>Sangat wajar ketika anda menjajakan produk, maka yang anda diceritakan adalah mengenai keunggulannya. Bukan hal yang berlebihan jika menceritakan keunggulan produk, terlebih memang apa yang diceritakan sesuai dengan manfaat dan keunggulan yang ditawarkan produk anda.</p>
<p>Ketika sedang menawarkan produk, kemudian orang lain bertanya mengenai kekurangan produk, ceritakan seadanya. Akan tetapi jangan dilebih-lebihkan, karena tetap yang namanya memperkenalkan produk pertama kali adalah mengenai keunggulannya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3. Berikan Informasi Produk yang Sesuai</strong></span></h3>
<p>Tips lainnya adalah dengan memberikan informasi yang benar kepada orang lain berdasarkan produk yang anda jual. Ingat, jangan pernah menceritakan informasi yang tidak detil mengenai produk anda, bahkan anda menyampaikan informasi yang salah.</p>
<p>Apalagi jika informasi yang disampaikan tentang produk adalah kebohongan, hal ini justru bisa berdampak fatal.</p>
<p>Oleh karena itu, menguasai produk anda merupakan langkah yang tepat ketika mencoba mempromosikan produk anda kepada orang lain, agar terhindar dari asal bicara dan memberikan informasi yang salah.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Teknik Percakapan Yang Tepat</strong></span></h2>
<p>Dari penjelasan di atas, sebenarnya langkah yang tepat selanjutnya adalah melakukan percakapan yang mampu membuat orang menjadi suka dengan produk anda. Sehebat apapun penguasaan produk atau bisnis yang anda tawarkan kepada orang lain, jika tidak melakukan teknik percakapan yang tepat, maka hasilnya tidak akan maksimal.</p>
<p>Untuk mengatasi hal ini, di bawah ada beberapa teknik percakapan yang baik dan tepat ketika sedang berhadapan dengan orang lain terkait penawaran bisnis atau produk anda :</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1. Menyapa orang lain dengan nama ketika sedang berbicara</strong></span></h3>
<p>Penelitan menunjukan bahwa ketika sedang melakukan percakapan, orang lain akan lebih senang dipanggil dengan nama mereka ketika pada saat menyapa secara langsung. Hal ini sangat wajar karena panggilan nama akan lebih menghadirkan suasana yang hangat, santai, terkesan akrab dan tidak formal.</p>
<p>Ketika sudah masuk ke dalam suasana seperti itu, maka anda akan mudah mengenalkan produk yang anda jual kepada orang lain.</p>
<p>Pertanyaannya, bagaimana jika tidak mengetahui nama orang tersebut? Maka pengganti dari sapaan nama yaitu menggunakan frasa Bapak atau Ibu. Jangan sekali-kali menggunakan Anda atau Kamu. Karena hal tersebut akan membuat suasana menjadi canggung dan anda akan kesulitan dalam memperkenalkan produk yang akan anda tawarkan kepada orang lain.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2. Tanggapi orang lain dengan Bahasa natural</strong></span></h3>
<p>Bahasa natural artinya tidak melebih-lebihkan percakapan dengan orang lain. Ketika orang lain memberikan respon baik, maka anda telah berhasil memberikan kesan yang baik dengan sikap dan Bahasa yang natural.</p>
<p>Apabila orang lain bertanya, maka jawablah dengan sebaik-baiknya, termasuk intonasi yang benar tidak menggebu-gebu dan juga tidak terlalu lemah ketika menyampaikannya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3. Bahasa komunikasi yang efektif</strong></span></h3>
<p>Berikan komunikasi yang efektif dengan kesan positif terkait produk tersebut, jangan memberikan informasi atau jawaban yang kurang baik sehingga menguat orang lain terhadap produk anda.</p>
<p>Oke, itulah bagaimana cara menawarkan bisnis kepada orang lain dengan langkah yang tepat dan benar agar penawaran anda mendapatkan <em>feedback</em> yang baik dari calon pelanggan.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/cara-menawarkan-bisnis-kepada-orang-lain/">Cara Menawarkan Bisnis Kepada Orang Lain Secara Efektif</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/cara-menawarkan-bisnis-kepada-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Lebih Banyak Bisnis Gagal Dibandingkan yang Berhasil?</title>
		<link>https://inafina.com/mengapa-lebih-banyak-bisnis-gagal-dibandingkan-yang-berhasil/</link>
					<comments>https://inafina.com/mengapa-lebih-banyak-bisnis-gagal-dibandingkan-yang-berhasil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2016 16:08:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis gagal]]></category>
		<category><![CDATA[dunia bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[keahlian teknis]]></category>
		<category><![CDATA[masalah dan rintangan]]></category>
		<category><![CDATA[meraih keberhasilan]]></category>
		<category><![CDATA[pebisnis yang sukses]]></category>
		<category><![CDATA[solusi kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=296</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengapa Lebih Banyak Bisnis Gagal Dibandingkan yang Berhasil. Untuk dapat memahami bagaimana cara meraih keberhasilan, Anda harus memahami mengapa begitu banyak orang yang gagal. Jika kita percaya angka-angka statistik, dilaporkan bahwa empat di antara lima bisnis telah gagal dalam lima tahun pertama usia mereka. Kemudian di antara bisnis yang masih bertahan, empat dari lima bisnis &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/mengapa-lebih-banyak-bisnis-gagal-dibandingkan-yang-berhasil/">Mengapa Lebih Banyak Bisnis Gagal Dibandingkan yang Berhasil?</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_297" aria-describedby="caption-attachment-297" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com" rel="attachment wp-att-297"><img decoding="async" class="size-full wp-image-297" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/bisnis-gagal-inafina-Copy.jpg" alt="Mengapa Lebih Banyak Bisnis Gagal Dibandingkan yang Berhasil - inafina.com" width="600" height="340" /></a><figcaption id="caption-attachment-297" class="wp-caption-text">Mengapa Lebih Banyak Bisnis Gagal Dibandingkan yang Berhasil &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><strong>Mengapa Lebih Banyak Bisnis Gagal Dibandingkan yang Berhasil.</strong> Untuk dapat memahami bagaimana cara meraih keberhasilan, Anda harus memahami mengapa begitu banyak orang yang gagal.</p>
<p>Jika kita percaya angka-angka statistik, dilaporkan bahwa empat di antara lima bisnis telah gagal dalam lima tahun pertama usia mereka. Kemudian di antara bisnis yang masih bertahan, empat dari lima bisnis tersebut akan gagal di empat tahun berikutnya.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Mengapa Lebih Banyak Bisnis Gagal Dibandingkan yang Berhasil?</span></strong></h2>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-2003 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/salah-satu-penyebab-kegagalan-usaha-antara-lain-scaled.jpg" alt="salah satu penyebab kegagalan usaha antara lain" width="2560" height="2560" /></p>
<p>Saya telah mengamati dan bekerja sama dengan banyak pebisnis baru yang penuh harapan, silau dengan bayangan masa depan mereka untuk menjadi bos bagi diri mereka sendiri dan menjadi kaya.</p>
<p>Mereka kemudian terjun ke dunia bisnis dan secara gegabah memulai bisnisnya dengan mimpi-mimpi menciptakan miliaran rupiah mereka yang pertama.</p>
<p>Jika mereka bersikap jujur pada Anda, maka para pebisnis baru ini akan mengatakan bahwa tujuan mereka memulai bisnis adalah untuk menghasilkan uang dan memperoleh kehidupan yang lebih baik.</p>
<p>Beribu-ribu orang memiliki impian yang sama. Yang sering terjadi impian itu tidak pernah menjelma menjadi kenyataan. Kebanyakan orang tidak memiliki dan tidak pernah mengembangkan keahlian-keahlian dasar berbisnis dan manajemen, padahal keahlian tersebut akan memastikan datangnya keberhasilan pada mereka.</p>
<p>Ketika mereka melihat gaya hidup orang-orang sukses dan jumlah uang yang mereka peroleh. Secara salah mereka merasionalisasikan bahwa perjuangannya pasti tidak akan terlalu berat.</p>
<p>Dalam bukunya yang brilian, <em>The E Myth</em>, Michael Garber melukiskan fenomena ini disebut sebagai gejala “kebelet berbisnis”! Dia menjelaskan bahwa kebanyakan orang terlatih dalam satu keahlian teknis, mereka piawai dalam mengerjakan pekerjaan yang bersifat teknis.</p>
<p>Mereka mungkin seorang pengacara, dokter, mekanik kendaraan, ahli perhiasan, pialang saham, mandor bangunan, tenaga pemasar, koki, fotografer atau seorang<em> copywriter</em> bidang periklanan yang handal.</p>
<p>Tetapi keahlian yang mereka miliki bukan jaminan untuk menjadi seorang pebisnis yang sukses. Karena menjalankan sebuah bisnis membutuhkan keahlian teknis yang khusus dan harus dipelajari seperti halnya keahlian-keahlian yang lain. Sebuah keahlian yang hanya sedikit orang yang mau mempelajarinya sebelum mereka terjun ke dunia bisnis.</p>
<p>Kebanyakan orang yang mengidap “kebelet berbisnis” terburu-buru menceburkan diri dalam bisnis. Mereka memulai bisnisnya dengan meminjam uang dengan jaminan seluruh harta pribadi atau tabungan hidup mereka.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://inafina.com/bpkb-motor-beat/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">BPKB Motor Beat Bisa digunakan untuk Pengajuan? Tentu Bisa!</span></a></strong></span></p>
<p>Mereka menginvestasikan seluruh uangnya untuk memulai usaha dan menyiapkan segala sesuatunya seperti komputer, furnitur, sewa tempat, pengacara, alat-alat kantor, kop surat, sampai kartu nama.</p>
<p>Namun, dalam hiruk pikuk perencanaan dan aktivitas awal ini, satu hal penting yang mereka lupakan adalah pelanggan. Bagaimana menarik perhatian pelanggan dan bagaimana mempertahankan mereka agar tetap <a href="https://blog.mokapos.com/tingkatkan-loyalitas-pelanggan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">loyal </a>menggunakan produk Anda.</p>
<p>Dengan cepat masa bulan madu ini akan berakhir. Kebanyakan kaum “Pebisnis” mentah ini segera menyadari sebenarnya mereka tidak memiliki bisnis sama sekali, yang mereka lakukan hanya membeli sebuah pekerjaan bagi diri mereka sendiri, sebuah pekerjaan yang sangat berat.</p>
<p>Mereka sekarang harus bekerja lebih lama dan lebih keras untuk mendapatkan jumlah uang yang lebih sedikit (per jamnya) dibandingkan yang mereka terima dari pekerjaan sebelumnya.</p>
<p>Mereka semakin bertambah stres, waktu untuk bersenang-senang dan untuk keluarga menjadi lebih sedikit, mereka dihantui oleh rasa takut akan kehilangan segalanya. Itulah seluruh kenyataan dari impian bisnis mereka.</p>
<p>Hasilnya terkadang fatal. Mereka terlambat menyadari bahwa memiliki sebuah bisnis sendiri berarti akan mempelajari satu set keahlian berbisnis yang sama sekali baru.</p>
<p>Jika mereka tidak berinisiatif melakukan sesuatu untuk menguasai keahlian tersebut, maka hal yang akan terjadi selanjutnya adalah kegagalan dalam menjalankan bisnis.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Apa arti sesungguhnya “berbisnis” itu?</strong></span></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2004 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/apa-penyebab-gagal-dan-mengapa-usaha-bisa-sukses-scaled.jpg" alt="apa penyebab gagal dan mengapa usaha bisa sukses" width="2560" height="1787" /></p>
<p>Perlu disadari bukan saat Anda menjadi seorang teknisi yang hebat melainkan pada saat menjadi seorang pebisnis yang hebatlah Anda akan menciptakan keberhasilan atau kegagalan Anda.</p>
<p>Kebanyakan orang yang terjun ke dunia bisnis, tak peduli berapa banyak yang telah mereka pelajari atau seberapa baik mereka yang mempersiapkan diri, tidak dapat membayangkan masalah-masalah dan tantangan-tantangan yang kemudian akan mereka hadapi. Untuk sebagian orang terjun ke dunia bisnis menjadi tantangan terbesar yang pernah mereka hadapi sepanjang hidupnya.</p>
<p>Keberhasilan atau kegagalan dalam bisnis tergantung pada kesanggupan mengatasi tantangan-tantangan tersebut, dan seberapa banyak yang dapat Anda pelajari selama menghadapinya.</p>
<p>Semua bisnis pasti memiliki masalah, meskipun tampak baik terlihat dari luar. Semua bisnis membutuhkan perhatian secara terus-menerus. Semua bisnis menuntut sejumlah besar energi, waktu, dan fokus.</p>
<p>Dunia bisnis bukan dunia penuh kilau dan glamor. Terjun ke dunia bisnis berarti bertempur tanpa henti mengatasi masalah dan rintangan. Jangan pernah membiarkan diri Anda membayangkan yang sebaliknya.</p>
<p>Oleh karena itu, dunia ini disebut sebagai bisnis, bukan olahraga. Meski demikian, menganggap tantangan yang ada dalam bisnis sebagai satu jenis olahraga dapat membantu meringankan tingkat keseriusan dan perasaan negatif yang dapat menyelimuti hari-hari Anda.</p>
<p>Jika Anda bersikap seperti ini, menjalankan bisnis dengan pendekatan santai, Anda pasti akan lebih menikmati tantangan-tantangan dan menemukan solusi-solusi kreatif dengan lebih cepat.</p>
<p>Perlu Anda ketahui bahwa artikel ini ditulis bukan untuk menakut-nakuti Anda untuk berbisnis, justru sebaliknya membantu Anda untuk lebih mempersiapkan diri agar tidak terjebak pada sebuah paradigma sesat yang menganggap bahwa suatu bisnis adalah sarana untuk menjadi kaya dengan cepat.</p>
<p>Fokuslah pada penciptaan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat dan yakinkan kepada masyarakat bahwa produk Anda memang bisa memecahkan masalah mereka.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/mengapa-lebih-banyak-bisnis-gagal-dibandingkan-yang-berhasil/">Mengapa Lebih Banyak Bisnis Gagal Dibandingkan yang Berhasil?</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/mengapa-lebih-banyak-bisnis-gagal-dibandingkan-yang-berhasil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
