<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>menjadi kaya Archives - inafina.com</title>
	<atom:link href="https://inafina.com/tag/menjadi-kaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://inafina.com/tag/menjadi-kaya/</link>
	<description>Situs Pinjaman Uang Terbaik</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 May 2022 01:27:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.1</generator>

<image>
	<url>https://inafina.com/wp-content/uploads/2017/04/inafina-1-150x150.png</url>
	<title>menjadi kaya Archives - inafina.com</title>
	<link>https://inafina.com/tag/menjadi-kaya/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apa itu Sebenarnya Pemasaran? Seberapa Pengaruhnya untuk Bisnismu?</title>
		<link>https://inafina.com/apa-itu-sebenarnya-pemasaran/</link>
					<comments>https://inafina.com/apa-itu-sebenarnya-pemasaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2016 15:42:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penjualan dan Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[memanfaatkan iklan]]></category>
		<category><![CDATA[mengenali kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi kaya]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[produk dan jasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=359</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu Sebenarnya Pemasaran? Saya telah menekankan banyak hal dalam blog ini, tapi tidak ada yang lebih penting dari fakta bahwa pemasaran memfokuskan diri pada kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan bukan pada produk atau jasa Anda. Apa itu Sebenarnya Pemasaran? Apa yang menarik minat Anda (produk, bisnis, proses, atau orang-orang Anda) belum tentu menarik bagi pelanggan. Apa &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/apa-itu-sebenarnya-pemasaran/">Apa itu Sebenarnya Pemasaran? Seberapa Pengaruhnya untuk Bisnismu?</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_360" aria-describedby="caption-attachment-360" style="width: 692px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com" rel="attachment wp-att-360"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-360" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/apa-itu-marketing-inafina.png" alt="Apa itu Sebenarnya Pemasaran? - inafina.com" width="692" height="293" /></a><figcaption id="caption-attachment-360" class="wp-caption-text">Apa itu Sebenarnya Pemasaran? &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><strong><span style="color: #000000;">Apa itu Sebenarnya Pemasaran?</span></strong> Saya telah menekankan banyak hal dalam <a href="https://inafina.com/blog/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">blog</a> ini, tapi tidak ada yang lebih penting dari fakta bahwa pemasaran memfokuskan diri pada kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan bukan pada produk atau jasa Anda.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Apa itu Sebenarnya Pemasaran?</strong></span></h2>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-2043 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/pengertian-pemasaran-menurut-para-ahli.jpg" alt="pengertian pemasaran menurut para ahli" width="1000" height="667" /></p>
<p>Apa yang menarik minat Anda (produk, bisnis, proses, atau orang-orang Anda) belum tentu menarik bagi pelanggan. Apa yang mereka inginkan adalah sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka dan bukan kebutuhan.</p>
<p>Itulah pemasaran, mengidentifikasikan, memenuhi, dan menjawab kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Anda harus selalu meletakkan diri Anda dalam sudut pandang pelanggan, yaitu memuaskan kebutuhan mereka.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Bagaimana Pemasaran yang Baik itu?</span></strong></h2>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-2044 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/apa-itu-manajemen-pemasaran.jpg" alt="apa itu manajemen pemasaran" width="1000" height="610" /></p>
<p>Pemasaran yang baik memiliki kemampuan untuk merubah sudut pandang, sehingga akan selalu :</p>
<ul>
<li>Memahami pelanggan</li>
<li>Bersikap empati terhadap pelanggan</li>
<li>Menghubungkan segala sesuatu dengan pelanggan</li>
<li>Mencintai pelanggan</li>
<li>Membantu pelanggan dengan segala cara</li>
<li>Memberi kontribusi dalam kehidupan pelanggan</li>
<li>Menambahkan nilai pada setiap transaksi yang terjadi</li>
</ul>
<p>Lupakan bisnis yang sedang Anda geluti sekarang, tidak relevan. Lupakan produk yang Anda jual, ini juga tidak relevan. Tidak ada seorang pun di antara kita yang menggeluti bisnis produk atau jasa.</p>
<p>Kita semua menggeluti bisnis yang berorientasi pada masyarakat, karena masyarakatlah yang mengambil keputusan dan mengeluarkan uang. Dan jika kita menggeluti bisnis ini maka kita menggeluti bisnis pemecahan masalah, memecahkan masalah orang banyak.</p>
<p>Untuk menjadi kaya Anda harus dapat menjadi seorang yang ahli mengenali kebutuhan dan keinginan orang lain dan mencari cara untuk memuaskan mereka.</p>
<p>Jika Anda dapat melakukannya dengan lebih cepat, lebih murah, lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih jujur dibandingkan para pesaing Anda maka dapat dipastikan aliran uang akan masuk ke dalam pundi-pundi Anda.</p>
<p>Jika Anda memfokuskan diri pada pelanggan dengan semua cara yang telah saya kemukakan sebelumnya, Anda akan memperoleh lebih banyak pengetahuan tentang apa yang mereka perlukan dan masalah-masalah apa yang dapat Anda bantu pecahkan.</p>
<p>Dari pengetahuan yang Anda peroleh, Anda dapat mulai menerapkan keahlian dan kepandaian teknis dalam menyediakan solusi yang unik, solusi yang akan laku dijual.</p>
<p>Jika Anda mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai oleh pelanggan, apa yang mereka baca dan apa yang tidak mereka baca, di mana mereka tinggal dan apa pekerjaan mereka, dan mengetahui apa yang mereka lakukan untuk bersenang-senang, maka bisnis sudah memiliki dasar yang kuat.</p>
<p>Pengetahuan pribadi tersebut akan membuat Anda mampu melakukan <a href="http://ilmukomunikasi.uma.ac.id/2021/07/30/5-cara-teratas-untuk-berkomunikasi-lebih-efektif-dengan-pelanggan/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">komunikasi </a>dengan mereka dan melayani mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan.</p>
<p>Mengenal pelanggan secara pribadi merupakan sebuah pekerjaan yang berat, namun jika Anda tidak melakukannya Anda tidak akan pernah mengenal para pelanggan Anda.</p>
<p>Hal ini kadang tidak terlihat dengan jelas karena pengguna produk dan jasa Anda mungkin berbeda dengan pembeli Anda.</p>
<p>Tanpa berusaha mengenal pelanggan Anda akan membuang banyak waktu dan uang melakukan strategi-strategi yang tidak akurat, pemasaran yang tidak efektif, dan kampanye pemasaran yang merusak.</p>
<p>Jika Anda menyampaikan pesan pemasaran yang salah, akan dibutuhkan kerja keras untuk mengembalikan pada jalur yang benar.</p>
<p>Ada sebuah nasihat kuno yang mengatakan “Buatlah perangkap tikus yang baik maka orang akan berdatangan ke depan pintu Anda untuk membelinya.” Nasihat itu sepertinya sudah tidak berlaku lagi.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://inafina.com/strategi-pemasaran-online/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Strategi Pemasaran Online Tiktok Vs Instagram (Mana yang Lebih Jitu?)</span></a></strong></span></p>
<p>Banyak perusahaan di dunia yang membuat perangkap tikus dengan kualitas lebih baik. Produk mereka sudah tersedia dan siap bersaing dengan produk Anda.</p>
<p>Para pengguna produk tersebut tidak hanya duduk menunggu produk Anda dipajang di rak toko. Konsekuensinya, Anda harus menawarkan produk tersebut pada mereka, beri mereka alasan yang logis mengapa mereka harus memilih produk Anda dibanding produk yang sama dari perusahaan lain.</p>
<p>Ingatlah, keputusan awal orang dalam membeli adalah keputusan emosional. Kecuali bagi para pembeli yang cermat. Tetapi kebanyakan pelanggan tidak membeli sesuatu dengan pertimbangan logika.</p>
<p>Mereka membeli suatu produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan emosional dan psikologisnya. Hal ini disebut dengan “menjual desisan penggorengannya, bukan steaknya”. Setelah membeli baru mereka menilai pembeliannya dengan logika.</p>
<p>Ini menjelaskan mengapa mereka sering mengalami penyesalan pelanggan, tidak lama setelah mereka melakukan pembelian.</p>
<p>Penyesalan pelanggan terjadi ketika penjualan dilakukan dengan memanfaatkan iklan dan pelibatan emosi, atau penjual tidak memberikan alasan-alasan logis untuk membantu mereka menetapkan keputusan pembelian.</p>
<p>Masukkan unsur emosi pelanggan secara memadai pada setiap keputusan pembelian mereka dan jangan membiarkan mereka membeli tanpa pertimbangan logika. Dengan cara itu, Anda akan menghindarkan penyesalan pelanggan setelah penjualan terjadi.</p>
<p>Dalam menjual apa saja Anda harus dapat menciptakan perasaan emosi yang positif agar pembeli mau membeli produk atau jasa Anda. Namun, Anda juga harus mampu memberikan sejumlah alasan logis yang dapat membantu pelanggan membulatkan keputusannya, jika tidak, penjualan tidak akan terjadi.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/apa-itu-sebenarnya-pemasaran/">Apa itu Sebenarnya Pemasaran? Seberapa Pengaruhnya untuk Bisnismu?</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/apa-itu-sebenarnya-pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjadi Jutawan dengan 1 Kata Leverage, Apa Maksudnya?</title>
		<link>https://inafina.com/menjadi-jutawan/</link>
					<comments>https://inafina.com/menjadi-jutawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2016 12:20:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis dan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[menawarkan produk]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi jutawan]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi kaya]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[pentingnya sebuah sistem]]></category>
		<category><![CDATA[sistem dan prosedur]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga penjualan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=333</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi Jutawan. Anda sekarang sudah mengetahui pentingnya sebuah sistem. Dan dampaknya terhadap pelayanan pelanggan, tingkat keahlian staf, dan nilai tambah. Saya menyebut pengaruh ini sebagai bentuk dari leverage atau pendongkrak. Terdapat banyak bentuk lain dari leverage, dan kata itu sendiri dipergunakan dengan berbagai arti yang berbeda. Misalnya, ahli-ahli keuangan menggunakan istilah leverage dalam pengertian penggunaan &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/menjadi-jutawan/">Menjadi Jutawan dengan 1 Kata Leverage, Apa Maksudnya?</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_334" aria-describedby="caption-attachment-334" style="width: 550px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com" rel="attachment wp-att-334"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-334" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/leverage-inafina.jpg" alt="Leverage: Kata yang Membuat Orang Menjadi Jutawan - inafina.com" width="550" height="349" /></a><figcaption id="caption-attachment-334" class="wp-caption-text">Leverage: Kata yang Membuat Orang Menjadi Jutawan &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><strong>Menjadi Jutawan</strong>. Anda sekarang sudah mengetahui pentingnya sebuah sistem. Dan dampaknya terhadap pelayanan pelanggan, tingkat keahlian staf, dan nilai tambah. Saya menyebut pengaruh ini sebagai bentuk dari <em>leverage</em> atau pendongkrak.</p>
<p>Terdapat banyak bentuk lain dari <em>leverage</em>, dan kata itu sendiri dipergunakan dengan berbagai arti yang berbeda.</p>
<p>Misalnya, ahli-ahli keuangan menggunakan istilah <em>leverage</em> dalam pengertian penggunaan uang pinjaman untuk membeli saham dalam sebuah bisnis atau aset lain di mana pengembalian modalnya lebih besar dibandingkan dengan bunga yang harus dibayarkan, sehingga dapat menguntungkan.</p>
<p>Namun, istilah<em> leverage</em> memiliki arti lebih luas ketika digunakan untuk menyebut aset-aset lain perusahaan yang tidak kentara seperti waktu, pemasaran, dan sistem.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Menjadi Jutawan dengan 1 Kata Leverage</span></strong></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2027 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/cara-menghasilkan-uang-di-usia-muda-scaled.jpg" alt="cara menghasilkan uang di usia muda" width="2048" height="2560" /></p>
<p>Persoalannya, pengertian seperti apa yang kita maksud dengan menggunakan istilah <em>leverage</em> dalam artikel ini dihubungkan dengan upaya untuk menjadi kaya?</p>
<p>Semua orang memiliki waktu yang sama 24 jam setiap harinya. Dengan waktu yang sama tersebut banyak orang yang mampu menghasilkan jumlah uang yang luar biasa, menjadi sangat kaya, dengan memanfaatkan <em>leverage</em> yang baik.</p>
<p>Mereka mendongkrak diri sendiri pada setiap aspek kehidupan. Menjadikan waktu, uang, pemasaran, dan sistem bekerja bagi mereka, sehingga mereka mendapatkan lebih dari semua unsur tersebut.</p>
<p><em>Leverage</em> adalah persoalan bagaimana menduplikasi unsur atau keahlian bernilai tinggi dengan biaya murah.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Mendongkrak waktu</strong></span></p>
<p>Berikut saya kemukakan contoh sederhana tentang bagaimana mendongkrak waktu. Seandainya Anda menjual waktu Anda dengan harga Rp 100.000 per jam dengan jam kerja 12 jam per hari, maka maksimum pendapatan Anda per hari adalah Rp 1.200.000, lumayan.</p>
<p>Tetapi bagaimana jika Anda mengajarkan pada mereka yang berpendidikan lebih rendah untuk mengerjakan pekerjaan Anda dengan imbalan Rp 50.000 per jam?</p>
<p>Anda dapat melakukannya dengan menyediakan sistem dan prosedur yang mudah untuk mereka ikuti.</p>
<p>Dengan memiliki satu orang yang bekerja dengan sistem Anda, Anda menghasilkan uang Rp 600.000 setiap hari.</p>
<p style="text-align: center;">(<span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga </strong>:</span> <span style="color: #0000ff;"><strong><a style="color: #0000ff;" href="https://inafina.com/pentingnya-sebuah-sistem-dalam-bisnis-anda/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Pentingnya sebuah Sistem dalam Bisnis Anda</a></strong></span>)</p>
<p>Memang lebih kecil dari sebelumnya tapi Anda dapat menggunakan waktu yang Anda miliki yaitu 12 jam untuk menjual waktu mereka.</p>
<p>Contohnya, jika Anda menjual waktu empat orang pegawai dengan harga Rp 100.000 per jam (karena mereka menghasilkan pekerjaan yang nilainya Rp 100.000 per jam) dan masih tetap mengupah mereka dengan Rp 50.000 per jam, maka Anda akan memperoleh keuntungan Rp 2.400.000 per hari (4 X Rp 600.000).</p>
<p>Anda sudah mendongkrak diri Anda sendiri dari yang semula menghasilkan Rp 100.000 per jam menjadi Rp 200.000 per jam, padahal jam kerja Anda tidak berubah.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Mendongkrak pemasaran</strong></span></p>
<p>Berikut saya kemukakan sebuah contoh lain dari<em> leverage</em>. Jika Anda memasang sebuah iklan di blog inafina.com, dan rata-rata iklan tersebut mendatangkan sepuluh penjualan yang bernilai Rp 5 juta setiap penjualannya, maka total penjualan menjadi Rp 50 juta.</p>
<p>Tetapi, jika Ada merubah daya tarik iklan dengan sebuah <em>headline</em> USP <em>(<a href="https://glints.com/id/lowongan/usp-adalah/#.YohYgdhBxPY" target="_blank" rel="noopener noreferrer">unique selling proposition</a>)</em> yang hebat dan mendapatkan delapan belas penjualan, Anda telah mendongkrak iklan itu sebesar Rp 40 juta.</p>
<p>Anda sekarang menerima hasil yang lebih besar dari biaya yang sama yang telah dikeluarkan. Ini merupakan sebuah contoh bagaimana mendongkrak pemasaran.</p>
<p>Contoh lain, jika tenaga penjualan Anda mampu merubah lima buah potensi pembeli menjadi sebuah penjualan, lewat pelatihan dan sistem kemudian meningkat menjadi dua penjualan dari lima potensi, maka penjualan Anda akan berlipat ganda.</p>
<p>Semua diperoleh hanya dengan biaya tambahan yang kecil.</p>
<p>Jika Anda biasa mengirimkan <em>direct mail </em>sebagai bentuk pemasaran, cobalah untuk merubah penawaran Anda dan dapatkan tiga puluh persen kenaikan respon pelanggan. Ini juga bentuk<em> leverage</em> pemasaran yang dapat Anda usahakan.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Mendongkrak sistem</strong></span></p>
<p>Sistem merupakan cara yang tepat untuk melakukan <em>leverage</em>. Seperti kita ketahui, sistem menjadi metode terpenting untuk menjadikan proses-proses berbiaya mahal dan membutuhkan keahlian tinggi <em>(repetitive)</em> menjadi mudah dan sederhana membuat Anda mampu menawarkan produk atau jasa bernilai tinggi dengan harga murah.</p>
<p>Inilah yang dapat ditawarkan oleh bisnis yang baik pada Anda.</p>
<p>Artinya, semakin baik sistem manufaktur, produksi, penjualan, dan pemasaran maka semakin tinggi pula tingkat <em>leverage</em> dan uang yang dihasilkan dari bisnis.</p>
<p>Perhatikan para pebisnis yang sukses terutama bagaimana cara mereka menghadapi setiap kasus. Anda akan temukan bahwa mereka memiliki <em>leverage</em> yang tinggi dalam hal keuangan, waktu, pemasaran, dan proses produksi.</p>
<p>Misalnya, Apple Inc, tentu kita tidak begitu paham tentang sistem keuangan mereka, tapi yang pasti mereka berusaha mendapatkan sebanyak-banyaknya dengan usaha yang sekecil-kecilnya. Mulai dari mendongkrak tingkat produksi hingga pemasaran yang terus mereka uji coba dan perbaiki.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/menjadi-jutawan/">Menjadi Jutawan dengan 1 Kata Leverage, Apa Maksudnya?</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/menjadi-jutawan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
