<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>menghadapi perubahan Archives - inafina.com</title>
	<atom:link href="https://inafina.com/tag/menghadapi-perubahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://inafina.com/tag/menghadapi-perubahan/</link>
	<description>Situs Pinjaman Uang Terbaik</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 May 2022 04:08:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.1</generator>

<image>
	<url>https://inafina.com/wp-content/uploads/2017/04/inafina-1-150x150.png</url>
	<title>menghadapi perubahan Archives - inafina.com</title>
	<link>https://inafina.com/tag/menghadapi-perubahan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Mengelola Perubahan di Organisasi Perusahaan</title>
		<link>https://inafina.com/cara-mengelola-perubahan-di-organisasi-perusahaan/</link>
					<comments>https://inafina.com/cara-mengelola-perubahan-di-organisasi-perusahaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2016 17:47:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[era ekonomi global]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan usaha]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[menghadapi perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[top manajemen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=340</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Mengelola Perubahan di Organisasi Perusahaan. Lingkungan usaha akhir-akhir ini membuat perubahan di tempat kerja menjadi terasa lebih cepat dan lebih sering dari sebelumnya. Merger, akuisisi, teknologi baru, restrukturisasi dan rasionalisasi adalah faktor-faktor yang berpengaruh pada bertumbuhnya iklim ketidakpastian. Selama proses perubahan ini, ada faktor-faktor pemicu stres yang dapat diramalkan sebelumnya, tetapi bagaimana kita menyikapi &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/cara-mengelola-perubahan-di-organisasi-perusahaan/">Cara Mengelola Perubahan di Organisasi Perusahaan</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_341" aria-describedby="caption-attachment-341" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com" rel="attachment wp-att-341"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-341" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/mengelola-perubahan-inafina-Copy.jpg" alt="Cara Mengelola Perubahan di Organisasi Perusahaan - inafina.com" width="800" height="338" /></a><figcaption id="caption-attachment-341" class="wp-caption-text">Cara Mengelola Perubahan di Organisasi Perusahaan &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Cara Mengelola Perubahan di Organisasi Perusahaan</strong></span>. Lingkungan usaha akhir-akhir ini membuat perubahan di tempat kerja menjadi terasa lebih cepat dan lebih sering dari sebelumnya.</p>
<p>Merger, akuisisi, teknologi baru, restrukturisasi dan rasionalisasi adalah faktor-faktor yang berpengaruh pada bertumbuhnya iklim ketidakpastian.</p>
<p>Selama proses perubahan ini, ada faktor-faktor pemicu stres yang dapat diramalkan sebelumnya, tetapi bagaimana kita menyikapi faktor-faktor tersebut akan berbeda satu sama lain karena kita semua adalah individu yg unik.</p>
<p>Kegelisahan dan kebingungan karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi dapat menimbulkan stres.</p>
<p>Tidak ada yang benar atau salah dalam menyikapi suatu perubahan. Tetapi, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membantu kita menyesuaikan diri terhadap perubahan dan terlibat dalam hal-hal yang positif.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Bagaimana cara mengelola perubahan dalam suatu organisasi?</span></strong></h2>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-2032 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/mengelola-perubahan-organisasi-dan-inovasi-scaled.jpg" alt="mengelola perubahan organisasi dan inovasi" width="2560" height="1920" /></p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Menghadapi Perubahan Organisasi </strong></span></h3>
<p>Setiap individu dapat mengurangi efek perubahan dan stres yang timbul dengan cara memusatkan perhatian pada keuntungan yang akan diperoleh.</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat membantu kita menyesuaikan diri terhadap perubahan dengan sikap yang positif :</p>
<ul>
<li>Berpandangan atau memiliki wawasan yang tidak menganggap bahwa hasil dari suatu perubahan pastilah negatif. Perubahan mungkin saja menjadi hal terbaik yang pernah terjadi pada diri Anda walau perubahan tersebut akan menyiksa Anda di awalnya.</li>
<li>Tetap fleksibel. Bersiaplah melepaskan sesuatu yang lama dan mencoba sesuatu yang baru. Berbicaralah dengan rekan kerja yang dapat membantu menghilangkan stres dan membantu menciptakan lingkungan yang suportif.</li>
<li>Bersikaplah positif terhadap rekan kerja Anda. Adalah penting bagi setiap orang untuk mengetahui kontribusi rekan kerjanya secara reguler dan menunjukkan apresiasi satu sama lain.</li>
<li>Ambillah peran positif dalam proses perubahan tersebut. Pelajarilah keterampilan-keterampilan baru, tawarkan ide-ide, buatlah target untuk diri Anda sendiri.</li>
<li>Berikan kesempatan untuk perubahan agar dapat berjalan. Bersabarlah, perubahan memerlukan waktu dan proses.</li>
<li>Abaikan gosip yang beredar dan tetaplah fokus mengumpulkan sebanyak mungkin fakta yang Anda dapatkan mengenai perubahan. Bicaralah dengan atasan Anda bila Anda mempunyai pertanyaan-pertanyaan sulit.</li>
<li>Berikan perhatian pada diri Anda sendiri. Adalah penting untuk belajar mengendalikan stres. Orang yang sehat lahir dan batin siap untuk menghadapi perubahan. Lakukanlah diet bernutrisi, tidur cukup waktu, olahraga, batasi penggunaan alkohol dan gunakan teknik manajemen relaksasi atau stres (contohnya : ambil nafas panjang, lakukan relaksasi otot), agar badan dan pikiran Anda dapat menghadapi perubahan.</li>
</ul>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Perubahan adalah saat ini dan masa yang akan datang</strong></span></h2>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-2033 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/7-penyebab-perubahan-organisasi-scaled.jpg" alt="7 penyebab perubahan organisasi" width="2560" height="1707" /></p>
<p>Orang cenderung menyalahkan organisasi atau top manajemen atas perubahan yang terjadi dalam organisasi.</p>
<p>Tindakan top manajemen biasanya merupakan reaksi dari kondisi eksternal, seperti kompetisi yang lebih ketat, perubahan di pasar atau teknologi baru.</p>
<p>Penting untuk menyadari bahwa perubahan adalah kunci untuk bertahan dan bertumbuh di era ekonomi global saat ini.</p>
<p>Perubahan tidak dapat dihindari dan kita akan bergerak mengikuti gelombang transisi ini. Tanpa perubahan kita akan menjadi bosan dan tidak responsif.</p>
<p>Tantangan yang kita hadapi adalah belajar untuk melewati gelombang transisi ini semudah dan sekreatif mungkin.</p>
<p>Teknologi menjadi “sumber masalah” utama bagi perusahaan dan organisasi yang benci akan perubahan.</p>
<p>Saat ini kita dihadapkan dengan perkembangan teknologi yang begitu masif dan tidak masuk akal. Segala sesuatu yang dulu hanya ada di dalam imajinasi kita, sekarang sudah benar-benar terwujud menjadi kenyataan dan bahkan lebih canggih dari yang kita bayangkan sebelumnya.</p>
<p>Jika para pemimpin perusahaan tidak bergerak lincah untuk menghadapi perubahan, maka dapat dipastikan organisasi dan perusahaannya tersebut akan hilang ditelan jaman.</p>
<p>Hanya ada satu cara terbaik untuk menghadapi dan mengelola perubahan yang terjadi yaitu bersahabat dengan teknologi dan mengikuti perkembangannya seperti anak ayam yang selalu mengikuti induknya.</p>
<p>Jangan berusaha menutup mata dan menganggap perkembangan teknologi itu tidak penting. Salah satu contoh perkembangan teknologi yang membantu perusahaan dan masyarakat adalah situs pinjaman dana <a href="https://inafina.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">inafina.com</a></p>
<p>Didirikan untuk membantu para individu dan perusahaan agar dapat mendapatkan modal usaha secara cepat, tidak berbelit-belit dan dengan bunga yang ringan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="https://www.danafina.com/butuh-dana-cepat-proses-cepat-cukup-memakai-bpkb/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;"><strong>Butuh Dana Cepat Proses Cepat Cukup Memakai BPKB</strong></span></a></p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/cara-mengelola-perubahan-di-organisasi-perusahaan/">Cara Mengelola Perubahan di Organisasi Perusahaan</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/cara-mengelola-perubahan-di-organisasi-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Menjadi Leader dan Mentor yang Hebat &#8211; Inafina.com</title>
		<link>https://inafina.com/tips-menjadi-leader-dan-mentor-yang-hebat/</link>
					<comments>https://inafina.com/tips-menjadi-leader-dan-mentor-yang-hebat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2016 19:49:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[bersikap konsisten]]></category>
		<category><![CDATA[kemampuan memimpin]]></category>
		<category><![CDATA[mengambil resiko]]></category>
		<category><![CDATA[menghadapi perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi leader hebat]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi mentor hebat]]></category>
		<category><![CDATA[mentor aktif]]></category>
		<category><![CDATA[mentor pasif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=281</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tips Menjadi Leader dan Mentor yang Hebat. Apakah Anda baru saja dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi di kantor Anda? Semula Anda dekat dengan rekan-rekan Anda yang juga sama-sama duduk sebagai staf, namun ketika diangkat, sikap Anda berubah menjadi 360 derajat. Maksud hati Anda ingin menunjukkan sikap sebagai seorang atasan yang profesional, namun yang muncul &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/tips-menjadi-leader-dan-mentor-yang-hebat/">Tips Menjadi Leader dan Mentor yang Hebat &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_282" aria-describedby="caption-attachment-282" style="width: 734px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com" rel="attachment wp-att-282"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-282" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/leader-mentor-inafina.jpg" alt="Tips Menjadi Leader dan Mentor yang Hebat - inafina.com" width="734" height="391" /></a><figcaption id="caption-attachment-282" class="wp-caption-text">Tips Menjadi Leader dan Mentor yang Hebat &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><strong>Tips Menjadi Leader dan Mentor yang Hebat.</strong> Apakah Anda baru saja dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi di kantor Anda? Semula Anda dekat dengan rekan-rekan Anda yang juga sama-sama duduk sebagai staf, namun ketika diangkat, sikap Anda berubah menjadi 360 derajat.</p>
<p>Maksud hati Anda ingin menunjukkan sikap sebagai seorang atasan yang profesional, namun yang muncul adalah perilaku yang justru dijauhi oleh rekan-rekan yang <em>notabene</em> kini menjadi bawahan Anda.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Tips Menjadi Leader dan Mentor yang Hebat</span></strong></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1996 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/cara-menjadi-leader-yang-baik-dan-tegas-scaled.jpg" alt="cara menjadi leader yang baik dan tegas" width="2560" height="1707" /></p>
<p>Nah, bagaimana upaya Anda agar menjadi atasan yang bukan ditakuti tapi disegani oleh bawahan dan dinilai profesional? Simak tipsnya berikut ini.</p>
<p>Akhir bulan lalu, Kandeb, 28 tahun, merasa seperti mendapat durian runtuh. Ia dipromosikan menjadi manajer keuangan di sebuah perusahaan Multinasional. Tentu saja hatinya senang bukan kepalang. jabatan naik, gaji pun naik.</p>
<p>Meski sempat kaget karena tidak menyangka akan dipromosikan dalam waktu secepat itu, Kandeb merasa ia memang berhak mendapatkannya. Tentu saja, karena selama ini ia telah bekerja begitu giat dan berusaha memenuhi semua target yang dibebankan padanya.</p>
<p>Tapi setelah beberapa bulan memegang posisi itu, Kandeb merasa teman-teman yang <em>notabene</em> menjadi bawahannya sekarang, bersikap menjauh padanya. Padahal, dulu hubungan mereka bisa dibilang cukup dekat. Kandeb merasa diasingkan dan terkucil. Ini membuatnya stres dan kerja pun tak lagi menyenangkan. Apa yang terjadi sebenarnya?</p>
<p>Ternyata sejak dipromosi, Kandeb berubah menjadi <em>bossy</em>. Sikapnya cenderung seperti <a href="https://populis.id/read4551/apa-itu-diktator" target="_blank" rel="noopener noreferrer">diktator</a>, termasuk terhadap teman-temannya sendiri. Maksudnya sebenarnya ingin menunjukkan sikap profesional.</p>
<p>Di kantor ia berusaha menunjukkan diri sebagai seorang atasan pada mereka. Apa daya teman-temannya terlanjur antipati dengan gaya kepemimpinannya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><em><strong>Mentor is not a Leader</strong></em></span></h3>
<p>Bagi orang awam, mentor, pemimpin, manajer memiliki konotasi yang sama yaitu atasan. Tidak ada bedanya satu sama lain. Padahal untuk menjadi mentor yang ideal, khususnya di lingkungan kerja, Anda harus melalui beberapa tahapan dulu.</p>
<p>Tahap pertama adalah manajer, tahap kedua <em>leader</em> dan terakhir baru mentor. Untuk menjadi seorang mentor, Anda tidak harus memangku jabatan formal sebagai manajer perusahaan.</p>
<p>Mentor bisa digolongkan menjadi mentor pasif dan aktif. Mentor pasif adalah tokoh yang diidolakan orang banyak. Contohnya, Bung Karno, Steve Jobs atau tokoh-tokoh Agama.</p>
<p>Tidak semua orang bisa jadi mentor pasif karena ini tergantung pada kharisma dan potensi yang dimiliki oleh seseorang. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa jadi mentor. Kalau Anda mau terus mengasah kemampuan, kesempatan untuk jadi mentor pasti terbuka. Ini yang dimaksud dengan mentor aktif.</p>
<p>Karakteristik utama seorang mentor yang berbeda dengan manajer atau <em>leader</em> adalah kemampuannya memberi inspirasi dan memotivasi orang lain. Contohnya adalah Steve Jobs, pendiri <em>Apple Inc</em>. Kecintaaannya pada komputer dan teknologi tidak hanya jadi semboyan di mulut, tapi juga diwujudkan dalam sikap hidup dan etika bisnisnya.</p>
<p>Secara tak langsung ia mengumandangkan sikap hidupnya melalui produk-produknya yang revolusioner. Karena kehebatannya telah diakui oleh dunia, maka ia dijuluki sebagai bapak <em>“Think different”.</em></p>
<p>Bagaimana caranya mencapai tingkat mentor? Memang tidak mudah, selain intelektualitas yang tinggi, juga dibutuhkan kedewasaan emosi yang matang.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Mentor vs Leader vs Manajer</strong></span></h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1997 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2016/01/leadership-adalah-scaled.jpg" alt="leadership adalah" width="2560" height="1709" /></p>
<p>Apa sebenarnya perbedaan antara manajer, <em>leader</em>, dan mentor? Manajer harus bisa membuat perencanaan, mengkoordinasi dan mengontrol bawahan. Syarat utama untuk menjadi manajer yang baik adalah harus bisa me<em>manage</em> diri sendiri dulu. Bagaimana mungkin bisa me<em>manage</em> orang lain kalau kehidupan sendiri masih kacau balau.</p>
<p>Sementara itu untuk menjadi seorang <em>leade</em>r, tidak hanya dibutuhkan kemampuan memimpin atau mengontrol bawahan. Ada beberapa faktor lain agar seseorang bisa menjadi <em>leader </em>yang hebat.</p>
<ul>
<li>Berani menghadapi perubahan dan mengambil risiko. <em>Leader</em> yang hebat harus dinamis, fleksibel dan cepat tanggap terhadap berbagai perubahan, tidak terpaku pada satu keadaan saja.</li>
<li>Harus punya mimpi dan visi ke depan. Tapi mimpi itu harus realistis dan bisa diwujudkan dalam kenyataan.</li>
<li>Bisa percaya pada orang lain, termasuk bawahannya (<em>empowerin</em>g) dan bekerja sama dengan baik dalam sebuah tim.</li>
<li>Bisa menjadi panutan (<em>modelling</em>).Karena itu seorang <em>leader</em> harus bisa bersikap konsisten. Sekali berkata A, tindakan pun harus A, bukan jadi B atau malah C.</li>
<li>Mencintai sesama, tidak menganggap rendah orang lain dan selalu bersikap adil terhadap semua bawahan.</li>
</ul>
<p><em>Last but not least</em>. Mentor bukan sekadar orang yang pintar me<em>manage</em> bawahannya. Kemampuan seorang mentor harus jauh melebihi kemampuan <em>leader</em>, apalagi manajer.</p>
<p>Mengingat beban yang diemban seorang mentor itu cukup berat, maka ia tidak boleh berhenti belajar (<em>learning</em>). Kalau perlu, melakukan pembelajaran ulang (<em>relearning</em>).</p>
<p>Lewat praktek-praktek dan eksperimen, kita baru bisa menggali pengalaman, keahlian dan pelajaran lebih dalam lagi. Selain belajar untuk diri sendiri, sebagai mentor dituntut untuk membagi kembali ilmu dan pengalaman yang telah didapat (<em>teaching</em>) pada bawahan.</p>
<p>Pengajaran (<em>teaching</em>) disini, bukan asal main perintah, lalu dilepas begitu saja, tapi dibarengi pendampingan. Sifatnya lebih pada pembimbingan, bukan hanya &#8220;memberi pelajaran&#8221; kepada bawahan.</p>
<p>Jadi kunci utama mentor adalah harus bisa membagi ilmu pada bawahan atau pengikut dan mencetak pemimpin-pemimpin baru yang lebih tangguh dari dirinya.</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/tips-menjadi-leader-dan-mentor-yang-hebat/">Tips Menjadi Leader dan Mentor yang Hebat &#8211; Inafina.com</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/tips-menjadi-leader-dan-mentor-yang-hebat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Jitu Menghadapi Perubahan di Era Teknologi</title>
		<link>https://inafina.com/strategi-jitu-menghadapi-perubahan/</link>
					<comments>https://inafina.com/strategi-jitu-menghadapi-perubahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[inafina.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2015 12:21:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[kultur perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[liberalisasi informasi]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[menghadapi perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[strategi jitu]]></category>
		<category><![CDATA[visi dan strategi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://inafina.com/blog/?p=234</guid>

					<description><![CDATA[<p>Strategi Jitu Menghadapi Perubahan. Segala sesuatu akan bergerak cepat sekali, serba berubah, dan serba sementara. Karena itu, kita akan mengalami kendala dalam membuat strategi jangka panjang. Penyesuaian dari waktu ke waktu lebih diperlukan di samping fleksibilitas tinggi. Perubahan ! Kalimat itu tampaknya menjadi kalimat sakti untuk menunjukkan betapa sulit berdiam di tengah gempuran liberalisasi informasi &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://inafina.com/strategi-jitu-menghadapi-perubahan/">Strategi Jitu Menghadapi Perubahan di Era Teknologi</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_235" aria-describedby="caption-attachment-235" style="width: 1300px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://inafina.com" rel="attachment wp-att-235"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-235" src="http://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/perubahan-inafina.jpg" alt="Strategi Jitu Menghadapi Perubahan - inafina.com" width="1300" height="725" /></a><figcaption id="caption-attachment-235" class="wp-caption-text">Strategi Jitu Menghadapi Perubahan &#8211; inafina.com</figcaption></figure>
<p><strong><span style="color: #000000;">Strategi Jitu Menghadapi Perubahan.</span></strong> Segala sesuatu akan bergerak cepat sekali, serba berubah, dan serba sementara. Karena itu, kita akan mengalami kendala dalam membuat strategi jangka panjang. Penyesuaian dari waktu ke waktu lebih diperlukan di samping fleksibilitas tinggi.</p>
<p>Perubahan !</p>
<p>Kalimat itu tampaknya menjadi kalimat sakti untuk menunjukkan betapa sulit berdiam di tengah gempuran <a href="https://kbbi.web.id/liberalisasi" target="_blank" rel="noopener noreferrer">liberalisasi </a>informasi dan teknologi yang berdampak pada pola hidup kita, selain kita ikut berubah.</p>
<p>Sebaliknya, berubah pun rasanya bukan pekerjaan mudah. Sulitnya luar biasa. Terlebih, saat kita menjadi pihak paling bertanggungjawab atas perubahan itu. Bagaimana memahami tolakan itu? Emosi menjadi kunci utama bersikap saat mengetahui akan adanya perubahan.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Strategi Jitu Menghadapi Perubahan </span></strong></h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1973 aligncenter" src="https://inafina.com/wp-content/uploads/2015/12/tanggap-menghadapi-perubahan-adalah.jpg" alt="tanggap menghadapi perubahan adalah" width="5981" height="8192" /></p>
<p>Salah satu hambatan emosi itu adalah rasa puas diri. Ada tiga fase untuk mengukur tingkat dukungan terhadap perubahan perubahan, yaitu persiapan, penerimaan, dan komitmen.</p>
<p>Setelah mengetahui seberapa besar tingkat dukungan untuk melakukan perubahan, susun tahap-tahap pelaksanaannya. Ada sembilan tahapan proses untuk menciptakan perubahan besar, yaitu :</p>
<ol>
<li><strong>Tetapkan makna urgensi.  </strong>Penelitian untuk mengetahui realitas kompetisi, mengidentifikasi dan membicarakan krisis, kemungkinan krisis, atau peluang-peluang besar.</li>
<li><strong>Bentuk koalisi pengasah.</strong>  Bentuk kelompok yang memiliki kekuatan untuk memimpin perubahan. Siapkan segera, jangan menunda lagi.</li>
<li><strong>Kembangkan visi dan strategi. </strong>Ciptakan visi untuk menentukan arah perubahan, dan kembangkan strategi untuk mencapai visi tersebut.</li>
<li><strong>Komunikasikan visi perubahan. </strong>Sosialisasikan visi perubahan ke seluruh pegawai perusahaan, pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.</li>
<li><strong>Berdayakan banyak orang untuk melakukan tindakan.</strong> Atasi semua hambatan dengan mengganti sistem yang menghambat visi perubahan, mendorong pengambilan resiko dan gagasan-gagasan, aktivitas, serta tindakan-tindakan baru. Buatlah sistem yang mendorong kreativitas para karyawan. Jangan jadikan karyawan hanya sebagai “robot” di perusahaan Anda,</li>
<li><strong>Menghasilkan keuntungan jangka pendek. </strong>Rencanakan kinerja yang jelas, atau &#8220;keuntungan&#8221; secara nyata dan ciptakan keuntungan-keuntungan secara terbuka serta menghargai orang-orang yang memungkinkan keuntungan tersebut diperoleh. Jangan pernah ragu untuk memberikan insentif kepada orang yang memiliki prestasi yang baik di perusahaan.</li>
<li><strong>Hasilkan lebih banyak perubahan.</strong> Ganti semua sistem struktur, dan kebijakan yang tidak cocok satu sama lain dan tidak sesuai dengan visi transformasi. Rekrut, promosi, dan kembangkan orang untuk mengimplementasikan visi perubahan. Perkuat kembali proses tersebut dengan proyek-proyek, tema baru, dan pelaku-pelaku perubahan baru. Hati-hati untuk mencari sumber daya yang akan mengimplementasikan perubahan tersebut dan yang paling penting jangan terburu-buru namun juga tidak lambat. Banyak perusahaan yang justru rugi dari segi biaya dan waktu karena salah memilih sumberdaya. Contohnya adalah salah memilih vendor untuk membuat atau meningkatkan sistem teknologi operasional perusahaan.</li>
<li><strong>Canangkan pendekatan baru dalam kultur perusahaan. </strong>Ciptakan kinerja yang lebih baik dengan berorientasi pada konsumen dan produktivitas, kepemimpinan yang lebih banyak dan lebih baik, serta manajemen yang lebih efektif. Mengartikulasikan hubungan-hubungan antara perilaku-perilaku baru dan sukses organisasi. Mengembangkan sarana untuk memastikan pengembangan kepemimpinan dan suksesi.</li>
<li><strong>Manfaatkan teknologi semaksimal mungkin.</strong> Hampir semua isi artikel di <a href="https://inafina.com/blog/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">blog</a> inafina.com, saya sangat sering menekankan betapa pentingnya peran sebuah teknologi dalam bisnis Anda, namun masih banyak yang berpendapat itu belum penting dan akhirnya mereka masih mengandalkan cara lama yang masih manual dan sudah usang. (<span style="color: #0000ff;"><strong>baca juga</strong></span> : <a href="https://inafina.com/ini-jaman-teknologi-bung-bukan-jaman-batu/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ini Jaman Teknologi bung bukan Jaman Batu</a>). Jangan ragu melakukan investasi besar-besaran untuk penerapan teknologi di perusahaan Anda. Dengan teknologi, Anda tidak perlu pergi ke Bank untuk melakukan pembayaran, tidak perlu membakar banyak uang untuk melakukan promosi yang sia-sia, mudah melakukan monitoring di semua aktivitas perusahaan seperti <em>payroll</em>, transaksi pembayaran dan mampu meningkatkan kinerja penjualan hingga melayani pelanggan perusahaan Anda. Coba sekarang Anda bayangkan, hanya dengan sebuah smartphone yang tidak terlalu mahal, Anda bisa melakukan banyak hal yang berhubungan dengan aktivitas bisnis tanpa harus duduk di belakang meja, tanpa harus datang ke kantor dan tanpa harus meninggalkan anak atau orang tercinta Anda yang sedang dirawat di rumah sakit.</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://inafina.com/strategi-jitu-menghadapi-perubahan/">Strategi Jitu Menghadapi Perubahan di Era Teknologi</a> appeared first on <a href="https://inafina.com">inafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://inafina.com/strategi-jitu-menghadapi-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
