Permudah Pelanggan Membeli atau Bisnis Anda akan Hancur

Permudah Pelanggan Membeli atau Bisnis Anda akan Hancur - inafina.com
Permudah Pelanggan Membeli atau Bisnis Anda akan Hancur – inafina.com

Banyak pelanggan yang masih kesulitan membeli barang atau jasa – entah karena pelayanan yang buruk atau karena praktik dan kebijakan yang tidak sederhana. Hal seperti itu bukan sebuah cara berbisnis yang buruk melainkan sebuah tindakan kriminal yang dapat menghancurkan dan membunuh sebuah bisnis.

Sekali-kali cobalah menjadi seorang pelanggan, menelepon atau mendatangi bisnis Anda selayaknya seorang pelanggan. Bagaimana cara para pegawai menyambut telepon dari pelanggan? Dan bagaimana cara mereka menyapa pelanggan? Kendala apa yang ditemukan, baik secara fisik maupun emosional? Setelah selesai, tanyakan pada diri Anda apakah masih mau menjadi pelanggan lagi di lain waktu?

Carilah dan gunakan sesuatu yang bisa memudahkan calon pelanggan Anda menemukan dan membeli produk atau jasa Anda. Contohnya jika perusahaan Anda bergerak di industri keuangan, Anda bisa menggunakan inafina.com agar perusahaan dan tenaga penjualan Anda mudah menjual produknya secara online ke masyarakat dan untuk masyarakat pun akan juga mudah mencari produk keuangan yang dibutuhkannya.

Menaikkan risiko dapat melipatgandakan penjualan Anda

Di masa lalu, para pelanggan biasa bersikap menerima segala risiko yang muncul saat membeli sebuah produk atau jasa. Aturan tak tertulisnya berbunyi “risiko ditanggung sendiri” maka selalu berhati-hatilah menjadi pembeli. Pembeli harus menanggung sendiri risiko jika produk yang dibeli ternyata tidak bekerja dengan baik, tidak sesuai dengan keinginan, atau tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan.

Masih banyak pebisnis yang belum menyadari bahwa masa-masa dan cara-cara bisnis seperti itu sudah berlalu. Praktik bisnis saat ini bertolak belakang dengan cara tersebut. Aturan tak tertulisnya berbunyi: berhati-hatilah menjadi penjual!

Satu alasan terbesar mengapa pelanggan tidak mau membeli sebuah produk atau jasa (hasil riset menunjukkan delapan puluh persen dari seluruh alasan yang ada) adalah karena mereka menganggap terdapat sejumlah risiko yang merugikan jika berbisnis dengan Anda. Seorang penjual dapat melakukan sesuatu untuk menghilangkan risiko itu, baik risiko nyata maupun risiko perseptif. Dengan begitu Anda akan memperoleh peluang delapan puluh persen lebih baik dalam menyelesaikan setiap transaksi bisnis yang dimiliki.

Hal itu dapat dilakukan dengan cara menawarkan pada para pelanggan kesempatan untuk berbisnis dalam situasi tanpa risiko atau dengan risiko yang sangat rendah.

Berikut saya kemukakan beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menghilangkan persepsi risiko para pelanggan :

  • Memberi sampel atau coba gratis bagi setiap produk secara cuma-cuma
  • Memberi pelanggan harga yang rendah sebagai perkenalan
  • Menawarkan pelanggan garansi penuh, uang kembali tanpa syarat (atau, jika terpaksa, beri garansi uang kembali dengan syarat)
  • Menawarkan pembayaran denda jika produk tidak sesuai dengan yang dijanjikan, tawaran tersebut berbunyi: 100 persen uang akan kembali jika Anda tidak puas

Saat ini, bisnis Anda harus dengan serius mempertimbangkan untuk memasukkan unsur-unsur tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran. Masa-masa kejayaan semboyan lama “risiko ditanggung sendiri oleh pembeli” sudah lama mati dan tidak berlaku lagi. Begitu kompetitifnya persaingan yang terjadi di luar dan hanya tersedianya sedikit pelanggan. Para pelanggan sekarang jauh lebih pandai, lebih berpendidikan, lebih kuat, lebih percaya diri, dan memiliki lebih banyak cara untuk menyalurkan keluhan.

Anda harus mempersiapkan diri untuk menaruh seluruh kepercayaan pada produk atau jasa yang Anda tawarkan dan mendukungnya dengan jaminan penuh. Jika Anda tidak dapat menjamin produk atau jasa yang ditawarkan, bukan hanya akan kehilangan peluang pemasaran, tetapi produk Anda memang tidak pantas dijual.

Ketakutan pada ancaman bahwa orang lain akan mengambil keuntungan dari Anda sangat tidak berdasar. Saya pastikan bahwa 99 persen orang adalah orang yang jujur yang tidak akan mengambil keuntungan dari Anda secara licik. Beberapa orang yang oportunis, yang memanfaatkan peluang secara tidak jujur, tidak sebanding dengan kenaikan omzet bisnis yang Anda nikmati.

Hanya dengan cara mengambil semua risiko dari pundak para pelanggan yang akan membuat Anda menjadi unik di dalam industri. Jika Anda tidak dapat menemukan sebuah USP (unique selling proposition) bagi usaha Anda, strategi penghapusan risiko dapat memberikan keunikan yang Anda butuhkan. Pikirkan baik-baik! Ini menyangkut masalah akal sehat. Akan lebih mudah bagi Anda untuk menjual produk atau jasa dengan mengatakan: “kalau Anda tidak menyukai produk kami, maka segera kembalikan. Anda akan mendapatkan kembali uang Anda, tanpa ditanya alasan apa pun.”

Penawaran seperti ini memang tidak selalu cocok untuk segala situasi, tetapi dalam setiap situasi Anda dapat mengambil langkah-langkah yang lebih tepat dibandingkan dengan para pesaing. Anda akan lebih unggul dalam hal menghilangkan atau mengurangi risiko, meninggikan rasa percaya diri pembeli untuk mencoba produk atau jasa yang Anda jual.

Metode ini merupakan cara jujur dalam mengajukan sebuah penawaran yang dapat mengurangi kecemasan utama yang dimiliki oleh semua pelanggan yaitu risiko.

Jangan lupa bertanya pada pelanggan

Jika kesulitan menemukan penawaran yang dapat Anda berikan untuk menghapuskan faktor risiko pelanggan, lakukan seperti yang Anda lakukan saat mencoba menemukan USP yaitu bertanyalah pada para pelanggan Anda.

Cari informasi tentang apa kebutuhan, keinginan, dan kekhawatiran mereka. Saran saya adalah pelanggan, baik yang sudah Anda miliki maupun yang belum, niscaya akan memberi ide-ide yang Anda butuhkan.

Hambatan yang dialami pembeli dapat menghancurkan bisnis Anda

Kemudahan yang Anda berikan pada para pelanggan untuk memperoleh yang mereka butuhkan tidak cukup hanya dengan mengurangi risiko, melainkan Anda juga harus mempermudah semua proses pembelian menjadi sederhana dan mudah.

Misalnya, sebuah perusahaan yang menerima pesanan pelanggan lewat surat atau e-mail. Pastikan formulir yang jelas, daftar pertanyaan yang dibutuhkan, dan menyertakan pula informasi lengkap dari bisnis Anda. Semua ini dapat memudahkan pelanggan untuk membeli. Menyertakan sejumlah pilihan cara pembayaran juga akan bermanfaat. Tidak ada alasan apa pun bagi Anda untuk menolak pembayaran menggunakan kartu kredit.

Bagaimana dengan pelayanan lainnya? Coba Anda tanyakan kepada pelanggan, apakah tempat parkir sudah memadai atau sudah cukup baik? Apakah jalan masuk toko atau kantor cukup menarik perhatian pengunjung? Apakah sudah terpasang petunjuk yang memudahkan para pelanggan menemukan barang-barang yang mereka cari di tempat bisnis Anda? Bagi yang bisnisnya menjual produk retail apakah sudah tersedia keranjang, troli, dan pegawai yang bertugas membawakan belanjaan pembeli? Apakah sudah menemukan tempat yang tepat untuk meletakkan tas, kotak, troli, dan lemari pajangan?

Perhatikan bagaimana cara para pelanggan berbelanja di toko Anda, analisis setiap langkah mereka. Pikirkan bagaimana caranya untuk membuat setiap langkah mereka bisa menjadi lebih mudah. Anda hanya perlu melakukan sedikit perubahan tanpa perlu mengeluarkan biaya yang terlampau mahal.

Write a Comment

Jansen (WA/SMS/Tlp)