Bagaimana Membuat Pegawai Anda Jatuh Cinta pada Perusahaan

Bagaimana Membuat Pegawai Anda Jatuh Cinta pada Perusahaan - inafina.com
Bagaimana Membuat Pegawai Anda Jatuh Cinta pada Perusahaan – inafina.com

Saya telah menekankan bahwa orang-orang Anda adalah aset yang terbesar. Mereka juga merupakan satu di antara empat cara penting yang dapat Anda lakukan untuk meraih keuntungan kompetitif

(baca: Empat Keunggulan Anda yang Tidak Dimiliki oleh Pesaing)

Bagaimana kemudian cara kerjanya?

Jika orang-orang Anda berpikiran positif dan senang bekerja untuk Anda, Anda sudah unggul. Tidak ada yang dapat bersaing dengan orang-orang yang menyenangi pekerjaan mereka, yang bergembira bersama pelanggan, dan peduli pada pelanggan.

Pesaing Anda tidak dapat meniru budaya tersebut dalam semalam. Orang–orang Anda dan budaya yang melingkupinya adalah motor penggerak bisnis Anda.

Artinya, dengan mendapatkan, mempertahankan, dan memimpin orang-orang yang baik sangat bernilai tinggi bagi Anda.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami bagaimana cara mengembangkan keunggulan kompetitif dan bagaimana cara untuk memperoleh yang terbaik dari orang-orang Anda.

Saya sering mengamati berbagai budaya perusahaan, dan saya selalu terkejut melihat rendahnya penghargaan perusahaan terhadap orang-orang mereka.

Suatu keajaiban bila sampai saat ini staf mereka masih mau bekerja dan memberi keuntungan pada perusahaan tersebut.

Kebanyakan bisnis melupakan fakta bahwa pegawai mereka adalah manusia yang memiliki harapan, rasa takut, keinginan, dan juga masalah seperti halnya orang lain.

Mereka tidak meninggikan emosinya di rumah ketika berangkat kerja. Karena itulah Anda harus memperlakukan mereka secara sama dan penuh hormat, tidak peduli apa pekerjaannya.

Para pegawai Anda, mulai dari petugas kebersihan hingga eksekutif puncak, semuanya perlu diasuh dan diperlakukan dengan lembut agar dapat menggali semua kebaikan yang ada dalam diri mereka.

Seorang mantan atasan saya pernah berpesan sebaiknya perlakukan orang-orang penting seolah mereka bukan orang penting, dan perlakukan orang-orang tidak penting seolah mereka sangat penting.

Sebuah nasihat yang sangat berguna kapan pun Anda berjumpa dengan seorang yang tingkat sosial dan ekonominya tidak sama dengan Anda.

Hormat adalah kata kuncinya. Tidak ada alasan yang dapat dipergunakan untuk menunjukkan rasa tidak hormat pada pegawai-pegawai Anda, siapa pun Anda.

Seseorang mungkin tidak sepintar Anda, tidak memiliki uang sebanyak yang Anda miliki, dan tidak memiliki kepribadian sekuat Anda tetapi Anda tetap harus menghormati mereka.

Persoalan gender, suku, ras, dan agama bukan alasan untuk membedakan perlakuan pada orang lain. Masalah mengelola pegawai merupakan persoalan fondasi kepribadian Anda.

Semakin tinggi wewenang yang dimiliki, semakin Anda perlu untuk bersikap hormat terhadap perasaan dan situasi yang dihadapi orang lain.

Sikap seperti ini menjadi bagian tak terpisahkan dari seorang pemimpin yang hebat. Kata kuncinya adalah konsistensi. Tidak berguna jika Anda hanya bersikap hormat pada saat Anda merasa senang saja.

Apakah Anda seorang pemimpin yang hebat atau hanya seorang bos?

Ribuan kata pernah dituliskan untuk membahas tentang kepemimpinan. Meski demikian kepemimpinan masih menjadi sebuah kualitas yang hanya dimiliki oleh segelintir orang.

Kepemimpinan bukan sebuah keahlian tunggal, karena itulah sulit dipelajari dan didefinisikan. Kepemimpinan meliputi penerapan berbagai ide yaitu: komitmen, kejujuran, kepedulian, nilai-nilai yang kuat, keunikan dan banyak lagi yang lainnya.

Selain itu, untuk menjadi sukses, Anda juga harus mampu membimbing orang menuju ke tempat yang Anda tuju. Dan ini tidak akan dapat Anda lakukan tanpa membantu mereka menuju ke tempat yang mereka tuju.

Inti dari usaha untuk mencapai hal tersebut adalah penghargaan dari orang-orang Anda. Anda tidak dapat menuntut atau membeli penghargaan dari orang lain.

Anda hanya dapat memperolehnya dengan cara memberi contoh dari segala tindakan yang telah saya sebutkan.

Hal-hal seperti kemampuan, keberanian, kesetiaan, keadilan, kejujuran, dan yang terpenting adalah konsistensi.

Contoh yang Anda praktikkan akan membawa pada aturan pokok kepemimpinan: jangan pernah meminta seseorang untuk melakukan sesuatu yang Anda sendiri tidak mau melakukannya.

Perhatikan, saya menggunakan kata “meminta” bukan “menyuruh”. Hal tersebut sangat penting karena orang hanya akan melakukan apa yang biasa Anda lakukan dan bukan apa yang Anda katakan.

Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan tindakan-tindakan Anda, karena tindakan tersebut akan berdampak sepuluh kali lebih kuat dibandingkan dengan kata-kata Anda.

Saya sering melihat banyak perusahaan yang menempel pernyataan misi mereka di setiap sudut ruangan, tetapi para bosnya sendiri selalu memotivasi para stafnya untuk mengambil jalan pintas dan tidak mau mengeluarkan uang sepeser pun untuk pelatihan para pegawai, saya pernah memberi masukan pada sebuah perusahaan yang para manajernya hobi bermain game komputer di depan para karyawan mereka.

Di lain pihak, saya juga pernah membaca contoh-contoh mengagumkan tentang kepemimpinan. Orang-orang seperti Steve Jobs yang mendirikan Apple Inc dan berhasil merevolusi enam industri: ponsel, musik, komputer pribadi, film animasi (Pixar), komputer tablet, dan penerbitan digital. Atau Bill Gates, orang dengan bakat dan komitmen luar biasa dalam mewujudkan impian, sebuah kualitas yang dia sebarluaskan ke seantero dunia melalui penciptaan Microsoft.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp Chat Only