Apa itu Sebenarnya Pemasaran?

Apa itu Sebenarnya Pemasaran? - inafina.com
Apa itu Sebenarnya Pemasaran? – inafina.com

Saya telah menekankan banyak hal dalam blog ini, tapi tidak ada yang lebih penting dari fakta bahwa pemasaran memfokuskan diri pada kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan bukan pada produk atau jasa Anda.

Apa yang menarik minat Anda (produk, bisnis, proses, atau orang-orang Anda) belum tentu menarik bagi pelanggan Anda. Apa yang mereka inginkan adalah sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka dan bukan kebutuhan Anda. Itulah pemasaran, mengidentifikasikan, memenuhi, dan menjawab kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Anda harus selalu meletakkan diri Anda dalam sudut pandang pelanggan, yaitu memuaskan kebutuhan mereka.

Pemasaran yang baik memiliki kemampuan untuk merubah sudut pandang, sehingga akan selalu :

  • Memahami pelanggan
  • Bersikap empati terhadap pelanggan
  • Menghubungkan segala sesuatu dengan pelanggan
  • Mencintai pelanggan
  • Membantu pelanggan dengan segala cara
  • Memberi kontribusi dalam kehidupan pelanggan
  • Menambahkan nilai pada setiap transaksi yang terjadi

Lupakan bisnis yang sedang Anda geluti sekarang, tidak relevan. Lupakan produk yang Anda jual, ini juga tidak relevan. Tidak ada seorang pun di antara kita yang menggeluti bisnis produk atau jasa. Kita semua menggeluti bisnis yang berorientasi pada masyarakat, karena masyarakatlah yang mengambil keputusan dan mengeluarkan uang. Dan jika kita menggeluti bisnis ini maka kita menggeluti bisnis pemecahan masalah, memecahkan masalah orang banyak.

Untuk menjadi kaya Anda harus dapat menjadi seorang yang ahli mengenali kebutuhan dan keinginan orang lain dan mencari cara untuk memuaskan mereka. Jika Anda dapat melakukannya dengan lebih cepat, lebih murah, lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih jujur dibandingkan para pesaing Anda maka dapat dipastikan aliran uang akan masuk ke dalam pundi-pundi Anda.

Jika Anda memfokuskan diri pada pelanggan dengan semua cara yang telah saya kemukakan sebelumnya, Anda akan memperoleh lebih banyak pengetahuan tentang apa yang mereka perlukan dan masalah-masalah apa yang dapat Anda bantu pecahkan. Dari pengetahuan yang Anda peroleh, Anda dapat mulai menerapkan keahlian dan kepandaian teknis dalam menyediakan solusi yang unik, solusi yang akan laku dijual.

Jika Anda mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai oleh pelanggan, apa yang mereka baca dan apa yang tidak mereka baca, di mana mereka tinggal dan apa pekerjaan mereka, dan mengetahui apa yang mereka lakukan untuk bersenang-senang, maka bisnis sudah memiliki dasar yang kuat. Pengetahuan pribadi tersebut akan membuat Anda mampu melakukan komunikasi dengan mereka dan melayani mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Mengenal pelanggan secara pribadi merupakan sebuah pekerjaan yang berat, namun jika Anda tidak melakukannya Anda tidak akan pernah mengenal para pelanggan Anda. Hal ini kadang tidak terlihat dengan jelas karena pengguna produk dan jasa Anda mungkin berbeda dengan pembeli Anda. Tanpa berusaha mengenal pelanggan Anda akan membuang banyak waktu dan uang melakukan strategi-strategi yang tidak akurat, pemasaran yang tidak efektif, dan kampanye pemasaran yang merusak.

Jika Anda menyampaikan pesan pemasaran yang salah, akan dibutuhkan kerja keras untuk mengembalikan pada jalur yang benar.

Ada sebuah nasihat kuno yang mengatakan “Buatlah perangkap tikus yang baik maka orang akan berdatangan ke depan pintu Anda untuk membelinya.” Nasihat itu sepertinya sudah tidak berlaku lagi. Banyak perusahaan di dunia yang membuat perangkap tikus dengan kualitas lebih baik. Produk mereka sudah tersedia dan siap bersaing dengan produk Anda. Para pengguna produk tersebut tidak hanya duduk menunggu produk Anda dipajang di rak toko. Konsekuensinya, Anda harus menawarkan produk tersebut pada mereka, beri mereka alasan yang logis mengapa mereka harus memilih produk Anda dibanding produk yang sama dari perusahaan lain.

Ingatlah, keputusan awal orang dalam membeli adalah keputusan emosional. Kecuali bagi para pembeli yang cermat. Tetapi kebanyakan pelanggan tidak membeli sesuatu dengan pertimbangan logika. Mereka membeli suatu produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan emosional dan psikologisnya. Hal ini disebut dengan “menjual desisan penggorengannya, bukan steaknya”. Setelah membeli baru mereka menilai pembeliannya dengan logika.

Ini menjelaskan mengapa mereka sering mengalami penyesalan pelanggan, tidak lama setelah mereka melakukan pembelian. Penyesalan pelanggan terjadi ketika penjualan dilakukan dengan memanfaatkan iklan dan pelibatan emosi, atau penjual tidak memberikan alasan-alasan logis untuk membantu mereka menetapkan keputusan pembelian. Masukkan unsur emosi pelanggan secara memadai pada setiap keputusan pembelian mereka dan jangan membiarkan mereka membeli tanpa pertimbangan logika. Dengan cara itu, Anda akan menghindarkan penyesalan pelanggan setelah penjualan terjadi.

Dalam menjual apa saja Anda harus dapat menciptakan perasaan emosi yang positif agar pembeli mau membeli produk atau jasa Anda. Namun, Anda juga harus mampu memberikan sejumlah alasan logis yang dapat membantu pelanggan membulatkan keputusannya, jika tidak, penjualan tidak akan terjadi.

Write a Comment

Jansen (WA/SMS/Tlp)